close
Lingkungan

Jurang jadi tempat pembuangan sampah warga

sampah

Paninggaran, Wartadesa. – Membuang sampah seenaknya masih sering kita jumpai di berbagai belahan kampung di Kota Santri. Seperti didapati oleh kontributor Warta Desa, Ilmie Yovanka di Dusun Mandelun, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/10) kemarin.

Warga dusun setempat selama enam tahun terakhir membuang sampah di lokasi kawasan hutan pinus milik Perhutani. Banyaknya sampah warga yang dibuang di tempat tersebut, hingga meluber ke pinggir jalan. Padahal tempat tersebut bukan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Saat kontributor Warta Desa mendekati lokasi pembuangan sampah, bau menyengat dan merusak estetika pemandangan lokasi sekitar yang hijau dan asri.

Keterangan dari warga setempat yang tidak bersedia disebut namanya, ia mengungkapkan bahwa, tidak melulu   warga Mandelun (yang membuang sampah disitu) tetapi juga pengguna jalan yang lewat beberapa kali terlihat membuang sampah di lokasi tersebut. Tempat pembuangan sampah ini sebenarnya adalah sebuah jurang dengan kedalaman sekitar 15 meter.

Dari pantauan kontributor Warta Desa, setelah enam tahun, kini gundukan sampah sudah hampir setara dengan tinggi jalan, menandakan jika gundukan sampah ini sudah setinggi kurang lebih 15 meter. Sangat disayangkan memang karena dibawah pembuangan sampah tersebut terdapat sumber mata air yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk keperluan sehari-hari.

Menurut keterangan Muninggar, salah satu warga pengguna sarana air bersih yang juga ketua Rt 4 Dukuh Mandelun mengatakan dirinya pernah beberapa kali menyampaikan permasalahan sampah ini kepada Kadus Mandelun namun belum ada tindak lanjut.

Kadus Mandelun Sulastri, saat dihubungi kontributor Wartadesa mengatakan pihaknya juga sudah mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan seperti di sungai maupun di area hutan pinus milik perhutani tersebut, namun pihaknya juga mengaku kebingungan jika tidak ada alternatif tempat pembuangan sampah bagi masyarakat.

Sulastri menambahkan, dirinya akan mengusahakan untuk menyampaikan hal ini kepada kepala desa yang baru nanti mengingat sekarang posisi kepala desa masih kosong.

Hal yang sama juga disampaikan warga lain yang memanfaatkan air bersih dibawah tempat pembuangan sampah tersebut, Sanusi, mengatakan bahwa sebenarnya sudah berupaya mencegah masyarakat membuang sampah di area tersebut dengan membuat pagar bambu, namun rupanya hal tersebut tidak membuat masyarakat menjadi berhenti membuang sampah diarea tersebut. Bahkan kini pagar bambu yang ada dipinggir jalan tersebut telah hilang dicabut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Jika hal ini dibiarkan, tentu akan berdampak terhadap kesehatan penduduk karena rembesan air dari sampah akan mengalir ke sumber mata air tersebut. Diperlukan kepedulian semua pihak, terutama pihak Pemerintah Desa Lambanggelun agar dapat menuntaskan masalah sampah ini.  (Ilmie Yovanka)

Tags : lembaggelunpaninggaranPekalongansampah