close
Tekno

Kanal berita resmi DPRD Kabupaten Pekalongan berisi spam artikel berbahasa asing

web dprd

Kajen, Wartadesa. – Kanal (website) berita resmi DPRD Kabupaten Pekalongan yang beralamatkan di https://dprd-pekalongankab.go.id/berita/ sejak awal bulan Agustus 2019 berisi artikel (spam) berbahasa Inggris. Hingga saat ini, sedikitnya ada 30-an artikel diduga spam dengan menggunakan akun admin menyesaki laman resmi wakil rakyat Kota Santri tersebut dengan menggunakan akun admin.

Pemerhati teknologi informatika (IT) yang juga seorang penetration test di Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, Niko Tidar Lantang Perkasa, pemuda yang sempat ramai diperbincangkan oleh media lantaran menemukan adanya fintech (pembiayaan online) yang mengakes data dan aktifitas penggunanya, mengungkapkan bahwa kemungkinan website tersebut terkena spam. “sepertinya itu kena spam pak,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Ahad (18/08).

Niko meminta Warta Desa mengecek cmsSistem manajemen konten (Inggris: content management system, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web–yang digunakan laman resmi DPRD Kabupaten Pekalongan.

Dari penelusuran builtwith.com cms yang digunakan laman tersebut menggunakan joomla.

cms hasil penelusuran builtwith.com website DPRD Kabupaten Pekalongan

Menurut Niko, Joomla mempunyai kerentanan dalam pembuatan akun, “kalau enggak salah, joomla memang punya vulnerable di create akun pak,” lanjutnya.

vulnerable di create akun di Joomla

Niko menyarankan agar admin (pengelola) web melakukan update Joomla ke versi terbaru, “coba di update saja joomlanya,” lanjutnya.

Menurut pemuda yang saat ini tercatat sebagai salah seorang mahasiswa jurusan IT di Jakarta tersebut  mengungkapkan bahwa keamanan website sebenarnya, cukup dilakukan dengan upate secara taratur, “dari segi kemanan sebenarnya maintenance website itu cukup update aja sih pak corenya, sama plugin nya juga
karena biasanya bug itu kebanyakan adanya dari third party,” lanjutnya.

Sementara itu, dua anggota DPRD yang kami konfirmasi terkait artikel berbahasa asing di laman resmi mereka, hingga saat ini enggan berkomentar. (Eva Abdullah)

Terkait
Walikota laporkan peretas akun media sosialnya

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Walikota Pekalongan, Moch. Saelany Machfudz akhirnya melaporkan peretas akun media sosialnya kepada pihak kepolisian, Rabu (10/01). Read more

Viral: Beredar broadcast percobaan penculikan di Pekalongan

Karangdadap, Wartadesa. -  Beredar broadcast pesan di media sosial WA maupun FB  (dugaan) kasus penculikan anak di Simbang Kulon Kecamatan Read more

Google akan sediakan konten agama untuk warga Pekalongan

Wiradesa, Wartadesa. - Google akan menyediakan konten agama Islam dalam sebuah aplikasi yang bisa diakses oleh warga Pekalongan dan masyarakat Read more

Puspindes-RTIK Pemalang wakili Indonesia diajang WSIS di Swiss

Pemalang, Wartadesa. - Program Pusat Pemberdayaan Informatika dan Perdesaan (Puspindes) yang dilaksanakan oleh Relawan TIK Pemalang lolos dalam anugerah Internasional World  Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : web dprd kena spamweb dprd pekalongan kena spam