close
Tekno

Kisah kontributor Majalah Forbes, frustasi gunakan Windows malah jatuh cinta dengan Ubuntu

ubuntu-review-on-forbes
Review Ubuntu 18.04 dalam majalah online Forbes. Foto: Forbes

Apa jadinya jika kontributor sebuah majalah ternama frustasi menggunakan operasi sistem “proprietary” dan malah jatuh cinta dengan sistem operasi sumber terbuka setelah menggunakannya dalam dua minggu? Berikut kisah Jason Evangelho, kontributor majalah online Forbes.com.

Jason menceritakan pengalamannya kepada OMG! Ubuntu bahwa dirinya baru dua minggu menggunakan Ubuntu secara penuh (single boot) pada laptop Del XPS 13 nya. Sebelumnya dia selama dua dekade menggunakan sistem operasi Microsoft Windows.

“Setelah dua dekade mengandalkan Windows saya akhirnya memutuskan sudah waktunya untuk opsi nuklir,” tulis Jason (dalam bahasa inggris tentunya) dalam laman media sosialnya.

Cuitan Jason ini mendapat beragam tanggapan dari rekan-rekannya di media sosial, bahkan ada yang bertanya, “Tunggu, mengapa kamu melulis itu (posting),”

Menurut Jason, dengan menggunakan Ubuntu, dia mendapatkan semua yang dibutuhkan. “Secara keseluruhan, semua yang saya butuhkan ada dan tersedia. Laptop saya terasa lebih cepat, lebih stabil dan tentu saja … menyenangkan. Backup itu mudah. Menavigasi sistem operasi itu intuitif. Mengubah tampilan dan nuansa desktop tinggal klik.” Tuturnya.

Jason menyebut bahwa Ubuntu merupakan “teman” sehari-hari untuk menulis, bekerja, berkomunikasi, berselancar dengan browser dan tentu saja mengkonsumsi berita.“

Menurut Jason, berjubelnya (banyak) perangkat lunak (aplikasi) yang dapat diinstall dalam satu kali klik merupakan hal yang luar biasa untuk dirinya.

Jason juga memuji kecepatan saat menginstall (memasang) Ubuntu di laptopnya. “butuh waktu empat menit, dari awal hingga selesai installasi, dan seluruh perangkat keras (hardware) kompatible dengan laptopku,” lanjutnya.

Kontributor Majalah Online Forbes ini mengaku bahwa Ubuntu buka distribusi opensource pertamanya. Sebelumnya dia memilih Linux Mint, namun karena beberapa driver hardware-nya gagal terdeteksi, dia memutuskan menggunakan Ubuntu 18.04 LTS.   (Sumber: OMG!Ubuntu)

Tags : microsoft windowssistem operasiubuntu