close
Bencana

Kondisi banjir Pekalongan dan Batang saat ini

banjir

Kajen, Wartadesa. – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten-Kota Pekalongan dan Batang sejak kemarin hingga siang ini, Kamis (20/02) membuat tiga wilayah tersebut mengalami banjir. Air mulai masuk permukiman warga dan beberapa sekolah sejak semalam.

Pemerintah Kota Pekalonan langsung menetapkan status tanggap darurat banjir untuk tujuh hari kedepan. Mereka membuka posko induk dan dapur umum di kawasan Stadion Hoegeng, mulai hari ini.

“Kami baru saja rapat koordinasi dan diputuskan untuk penetapam status tanggap darurat selama satu pekan ke depan. Dengan penetapan status tersebut melalui SK Wali Kota maka kita akan cairkan dana cadangan untuk kebutuhan penanganan banjir di Kota Pekalongan,” tutur Wakil Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid.

Wakil Walikota menambahkan bahwa data saat ini jumlah pengungsi mencapai 1.100 orang dan warga terdampak namun tidak mengungsi sebanyak 2.200 jiwa.  Distribusi bantuan  logistik mulai disalurkan bagi warga yang mengungsi maupun tidak.

Sementara data dari Dinas Pendidikan Kota Batik, total 60 persen sekolah di Kota Pekalonan terendam banjir.  “Kalau jumlah detailnya masih kami terus melakukan pendataan. Tapi kalau secara prosentase bisa dikatakan lebih dari 60% sekolah di Kota Pekalongan terendam banjir,” ungkap Kabid Dikdas pada Dinas Pendidikan setempat, Unang Suharyogi.

Unang menambahkan, akibat dari musibah tersebut, siswa diliburkan dan belajar dirumah. “Karena untuk sekolah yang tidak terdampak, mungkin rumah siswanya juga kebanjiran sehingga dipulangkan. Tapi tetap dengan koordinasi dan komunikasi bersama orang tua siswa,” katanya.

Menurut Umang, sekolah terdampak banjir pada saat ini lebih banyak dibanding dengan bencana sebelumnya.

Banjir di Batang

Banjir juga mengepung permukiman dan beberapa sekolah di Kabupaten Batang, akibatnya beberapa sekolah meliburkan siswa, termasuk SDN Denasri Kulon 02. “Jadi ini akibat hujan deras kemarin sore sehingga anak-anak terpaksa kami pulangkan. Lantaran jika tetap ada kegiatan belajar mengajar juga kurang kondusif. Banjirnya juga sampai masuk ke dalam kelas dan ruang guru,” terang Kepala SDN Denasri Kulon 02, Tri Widiastuti, dilansir dari Radar Pekalongan.

Widiastuti menambahkan bahwa pihaknya sudah berkonsultasi dengan Disdikbud Batang dan sudah diijinkan untuk siswa belajar dirumah. Dikatakan, setiap kali banjir besar SDN Denasri Kulon 02 kerap menjadi langganan banjir. Pihaknya ke depan berharap ada bantuan untuk peninggian kelas atau ruangan sehingga banjir tidak mengganggu proses KBM

Banjir di Kabupaten Pekalongan

Banjir setinggi 15 hingga 50 centimeter, menggenang permukiman warga di kelurahan Bener, Desa Petukangan, Bondansari, Kemplog, Pesanggrahan, Bebel, Pecakaran dan Wonokerto Kulon, akibatnya banjir tersebut mengganggu aktivitas sekolah. Namun demikina Belum ada warga masyarakat yang mengungsi di tempat penampungan pengungsian yakni di gedung Kopindo Kel.Bener.

Untuk membantu siswa pulang sekolah, pihak kepolisian mengerahkan mobil untuk mengangtarkan siswa dari  sekolah ke masing-masing rumah  karena sejumlah akses jalan menuju ke sekolah digenangi air.

“Mobil patroli kita perbantukan untuk mengantar siswa yang akses jalan ke sekolah tergenang banjir,” ujar Kapolres Pekalongan, AKBP Aris Tri Yunarko.

Longsor di Paninggaran

Hujan deras kemarin juga menyebabkan longsor terjadi di Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Pekalongan. Tanah tebing longsor menutupi sebagian jalan raya Paninggaran.

Namun longsoran tersebut sudah langsung dibersihkan, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Banjarnegara.

“Piket jaga Polsek Paninggaran Aiptu Eko Novrianto dan Bripka Agus Sugianto bersama dengan Dinas Bina Marga langsung mengecek longsoran tanah yang menutupi sebagian jalan dan langsung dibersihkan, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” ucap Kapolsek Paninggaran AKP I Wayan Gel Gel. (Eva Abdullah, dan sumber lain)

Tags : banjirbanjir pekalonganlongsor