close
Olahraga

Koni Kota Santri janji wujudkan pengelolaan olahraga yang baik

koni1

Kajen, Wartadesa. – Gus Eko Ahmadi, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan terpilih, berjanji akan mewujudkan pengelolaan olahraga yang baik (Good Sport Goverment) agar sejalan dengan prinsip demokrasi yang efisien, penghindaran salah satu alokasi dana investasi dan penecgahan korupsi baik secara politik maupun administratif. Demikian disampaikan dalam rapat koordinasi di kantornya, Sabtu (14/12).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Eko, ide pengelolaan olahraga yang baik mengacu pada lima variabel (variable) yakni efektif, efisien, transparan, akuntabel dan bertanggungjawab untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju dalam bidang olahraga.

Dalam bidang manajemen, lanjut Eko, pihaknya lebih menekankan perencanaan pembinaan atlet. “Kita tekankan dibagian pembinaan dan prestasi untum membuat perencanaan pembinaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Karena atlet berprestasi butuh perencanaan yang matang,” ujarnya.

Eko menambahkan bahwa kepengurusan baru Koni akan dilantik pada hari Senin (16/12) malam di Pendopo Bupati Pekalongan.

Terpisah, Imam Chasani, pecinta bola Kota Santri mengapresiasi rencana dan program dari pengurus KONI yang baru. “Saya mengapresiasi terkait renncana program Koni yang saya kira semua program  punya tujuan akhir prestasi, karena ukuran pencapaiann dalam olahraga adalah perestasi –juara– walaupun semua itu perlu didapat dengan cara yang sportif dan fairplay,” ujarnya Senin (16/12).

Sebagai pecinta olahraga di Kabupaten Pekalongan, pihaknya dan khususnya suporter Persekap mendukung rencana KONI, dengan catatan, “tentunya dengan rencana program yang sudah disusun, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, semua perlu didukung oleh semua pihak. Tak-terkecuali Pemda yang harus memberikan fasilitas prasarana yang menunjang untuk sebuah prestasi,” tutur Imam.

Menurut Imam, tantanan Koni dalam waktu dekat ini adalah kejuaraan Porprov Tahun 2020. “minimal targetnya jelas terukur, mana cabor yang potensi harus didukung (suport) untuk bisa mendulang emas, ben ojo ngisin-ngisini, minimal masuk 15, ora usah muluk-muluk karena di Prorprov sebelumnya Kab. Pekalongan hanya mendarat di urutan 28 dengan perolehan emas 3. Kita masih kalah jauh dari Kota Pekalongan dan Batang ,” lanjut pria yang sering disapa Katank Nusantara ini.

Sebagai pecinta bola di bumi Kota Santri, Imam berharap agar pegurus Koni yang baru melibatkan suporter dalam menentukan arah peta jalan (roadmap) persepakbolaan Pekalongan.

“Terkhusus untuk sepakbola, semoga kejadian tahun ini tidak terulang lagi (sudah mendaftar liga 2 tapi mundur ditengah jalan), dan besar harapan saya selaku suporter agar bisa dilibatkan, dll, baik dalam diskusi atau dalam menentukan arah program atau roadmap, biar semuaya lebih transparan, dan sesuai dengan komitmen kami kami siap menjadi mitra kritis untuk kemajuan olahraga terkhusus sepakbola dan sesua yang pernah saya sampaikan, kita akan menggelar diskusi diakhir Januari tahu depan. Ini bukti bahwa kita serius dalam hal ini. Semoga saja ketika kami mengundang pihak-pihak terkait, beliau-beliaunya bisa hadir diacara kami.” Pungkasnya. (Eva Abdullah)

Berita tekait:

Suporter Persekap bakal gelar Diskusi bertajuk Drama itu berjudul sepakbola

Batal ikut Liga 3, suporter Persekap bakal galang koin

Batal ikut Liga 3, suporter Persekap bakal galang koin

 

Tags : koniPekalonganPersekap