close
Hukum & Kriminal

Konseling Kasus Dugaan Pelecehan Seks di Pemalang Mandek, Katanya Ada Kesalahpahaman

ppa
Kabid PPPA Dinsos KBPPPA Pemalang Moh Tarom. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

Pemalang, Wartadesa. – Mandeknya program konseling korban dugaan pelecehan seksual di Kabupaten Pemalang menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemalang Moh. Tarom lantaran adanya kesalahpahaman atau miskomunikasi.

Sebelumnya orang tua korban, S, menceritakan  bahwa penanganan oleh psikolog sudah berhenti beberapa minggu sebelumnya. Menurutnya, anak-anak tidak mau karena sejumlah alasan.

“Salah satu penyebabnya, anak saya ditegur psikolog mengapa kasus begini pakai laporan kesana kemari. Mengapa tidak dimaafkan saja,” kata S, menirukan psikolog dari aduan anaknya.

Baca : Terduga ASN Kasus Pelecehan Anak di Pemalang Belum Ditahan

 

Kepolisian Pemalang Minta Waktu Ungkap Kasus Pelecehan Seks

Dilansir dari Joglo Jateng, berhentinya konseling korban lantaran kesalahpahaman atau miskomunikasi.

“Kita sudah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk bisa melakukan pendampingan. Walaupun kemarin ada beberapa kesalahpahaman, tetapi Dinsos tetap mencoba memberikan pendekatan agar anak dapat diberikan bantuan psikolog untuk bisa dipulihkan,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemalang Moh. Tarom, Jum’at (10/02/2023).

Menurut Tarom, psikolog telah melaksanakan tugasnya dengan tepat.  terutama dalam pemulihan korban, salah satunya dengan memberikan maaf kepada pelaku, namun ini ditangkap lain oleh keluarga, sehingga mereka menolak untuk melakukan terapi lagi.

“Itu hanya kesalahpahaman satu pihak saja. Di sini psikolog memberikan terapi dalam penyembuhan psikis, salah satunya dengan cara memaafkan pelaku. Sehingga anak itu tidak terpancing ingat akan kejadian tersebut dan tidak menyebabkan trauma berkepanjangan. Terkait dengan proses hukum, saya bersama kepolisian tetap mengawal agar bisa berlanjut,” ucapnya.

Tarom menyebut pihaknya akan terus melakukan pendekatan kepada keluarga dalam menyembuhkan luka trauma korban.  (.*.)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : pelecehan seks pemalangpsikolog