Pekalongan, Wartadesa. – Lima warga Pekalongan menjadi korban skimming ATM dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pekalongan Kota.
“Ada lima warga yang telah melaporkan kasus skimming ke Polres. Kini masih dalam penyelidikan,” terang Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sandi Sitepu, Selasa (10/4).
Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.
Nasabah dari sejumlah bank tiba-tiba terpotong saldo tabungannya, padahal mereka tidak melakukan transaksi pengambilan uang.
Pada hari yang sama, petugas berhasil mengamankan tiga orang pelaku skimming yang beroperasi di berbagai wilayah di Kota Pekalongan. Bahkan ATM yang tidak jauh dari Mapolresta tak luput dari aksi pembobol ATM tersebut.
“Pelaku sudah diamankan oleh anggota dan sekarang menuju ke Pekalongan, pelaku berjumlah tiga orang,” ujar Ferry.
Pihak Polresta Pekalongan menghimbau warga Pekalongan untuk mengecek warga yang pernah mengambil uang di ATM ke bank masing-masing.
“Kalau hanya lewat ATM pengecekan kurang maksimal, maka dari itu masyarakat yang merasa uang yang ada di ATM berkurang bisa mengecek buku tabungan ke bank masing-masing,” lanjut Ferry.
AKBP Ferry menambahkah bahwa warga saat ini harus ekstra hati-hati terhadap ATM mereka, “Selain masyarakat yang harus berhati-hati, keamanan bank ataupun ATM juga wajib waspada jika ada yang mencurigakan dan berlama-lama di dalam ATM bisa dimintai keterangan,” imbuhnya.
Hingga saat ini petugas belum memberi keterangan terkait identitas pelaku dan kronologi kejadian. (Eva Abdullah)










