Tidak ada banyak kesulitan yang dia alami, Aim menuturkan bahwa dia, setidaknya tiga kali bertemu dengan ular berbisa di hutan Malaysia. “Tapi secara ajaib, sebelum ular tersebut menggigit saya, mereka terjatuh dan mati,” kata Setiawan.
“Saya tidak pernah memohon, tapi saya selalu bertemu dengan orang baik yang memberi saya makanan dan bekal lainnya Saya pernah disambut di sebuah kuil Budha di Thailand Penduduk desa di Myanmar memberi makan saya Saya belajar dan bertemu dengan cendekiawan Muslim dari berbagai negara di masjid Jamaah Tabligh Di India, dan saya berteman dengan pasangan Kristen Irlandia yang mengendarai sepeda di Yangon. ” Tambah Aim.
Saat Aim melanjutkan perjalanan di malam hari, dia menghadapi beberapa situasi yang tidak menyenangkan, seperti saat berada di India. Dia bertanya kepada beberapa orang lokal tentang rute ke Arab Saudi, tapi dia menunjukkan arah yang menyesatkannya. “Dan itu membuatku menempuh jarak jauh lagi.” Ujarnya.
Meski begitu, banyak orang bersimpati dengannya saat melintasi Malaysia, India dan Dubai. Mereka memberinya makanan halal yang bagus. Aim akan mampir ke kantor diplomat Indonesia di setiap negara yang dia masuki untuk memproses visa negara sebelum dia melanjutkan perjalanan di negara tersebut.
“Saya berhenti di sana bukan karena meminta pertolongan, tapi hanya untuk melakukan panggilan sosial,” kata Aim.
Aim berjalan kaki dari Pekalongan, Jawa Tengah ke Makkah, Saudi Arabia untuk melakukan perjalan haji dengan berjalan kaki, bukan karena dia kekurangan uang. Aim mempiliki usaha yang bagus dirumahnya. Tulis Saudi Gazette.
“Saya percaya melakukan haji bukan hanya demonstrasi solidaritas antar sesama umat Islam,” kata Aim.
“Cara saya untuk menunjukkan kesalehan saya kepada Allah Yang Maha Kuasa adalah dengan belajar tentang Islam dari berbagai cendekiawan Muslim dan bertemu orang-orang dengan agama yang berbeda untuk belajar budaya mereka dan mempromosikan toleransi,” katanya.
“Saya melakukan jihad yang lebih besar, yaitu mendisiplinkan diri dan memenangkan perjuangan spiritual melawan dosa,” tambahnya.
Pada tanggal 19 Mei 2017 ia tiba di Abu Dhabi, UAE. Sebenarnya dia dijadwalkan memasuki Makkah pada 30 Agustus, satu hari sebelum atau pada hari Arafat. Namun ia tiba lebih awal dari jadwal.
Dia merekam video perjalanannya ke setiap negara yang dimasukinya dan memperbaruinya di media pribadinya tentang media sosial, sehingga keluarga dan teman-temannya di rumah bisa mengetahui keberadaannya. (WD, Saudi Gazette)










