close
Hukum & KriminalLayanan Publik

Oknum pegawai BPN Slawi dipecat akibat pelanggaran disiplin

pegawai bpn

Slawi, Wartadea. – Oknum pegawai kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Tegal yang berkantor di Kota Slawi, Af (52) terpaksa dipecat dari dinasnya sejak awal September 20 19 dengan cara dipensiun dini sebelum usia 58 tahun.

Itu semua akibat oknum yang bersangkutan yang baru berusia sekitar 52 tahun melakukan berbagai pelanggaran disiplin sebagai ASN di BPN bahkan oknum yang bersangkutan sampai mencemarkan citra kantor BPN.

“Atasan sudah berulangkali membina yang bersangkutan termasuk lewat brifing segala macam, tapi rupaya yang bersangkutan kurang menghiraukan, sehingga jalan terakhir kebijakan atasan terpaksa memberhentikan yang bersangkutan dari tugasnya walaupun usianya baru 52 tahun,” ujar Yunianto selaku kasubag TU Kantor BPN saat di konfirmasi Warta Desa di ruang kerjanya, Senin (23/12) siang.

Sekda Sempat Diapusi

Saat beberapa awak media melakukan konfirmasi terkait tindakan Af. Yunianto menyebut pelaku pernah ngapusi (bahasa jawa: membohongi) mantan Sekda Pemkab Tegal, Haron Bagas Prakoso yang mengaku sudah memberi uang Rp 160 juta untuk mengurus sertipikat untuk tiga bidang tanah. Namun uang sudah diserahkan, bertahun-tahun sertipikat tersebut tidak dilaksanakan, hingga Bagas panggilan akrabnya, pensiun dari sekda dan sempat mengadu langsung ke atasan BPN.

Korban serupa menimpa  Umar, warga Desa Kauman Kulon. Ia dirugikan Rp 70 juta untuk mengurus pembuatan sertipikat tanah Desa Pekauman Kulon yang diruislag. Juga bertahun tahun tak diselesaikan. Tutur Yunianto.

Menurut Yunianto, masih banyak kasus serupa yang dilakukan Af yang bergerak di bidang jasa membuat sertipikat, namun ujung-ujungnya merugikan masyarakat. Termasuk warga desa tetangga pun merasakan ulah yang bersangkutan yang nilai amat merugikan.

Persoalan Mental

Lebih lanjut Yunianto menjelaskan soal tindakan oknum Af tersebut merupakan persoalan mental. Ditunjang juga oleh kondisi masyarakat yang enggan mengurus sertipikat sendiri, sehingga perbaikannya tidak mudah. Dan perlu adanya kesadaran bersama.

“Sebagai pegawai juga harus sadar sudah ada tunjangan kerja, ada aturan disiplin pegawai, juga masyarakat jangan kadiran (meminta tolong kepada calo) karena uangnya lebih banyak (yang keluar) jika yang mengurus orang lain, jadi sebagai masyarakat juga sudah harus belajar ngurus sendiri, sehingga tidak termaka calo,” ujar Yunianto. (Eky Diantara)

Tags : bpnsertipikat tanahslawiTegal