close
jualan sepi
Pedagang tiban yang memanfaatkan arus mudik dan balik untuk berjualan di sepanjang jalur Pantura Pekalongan.

Tirto, Wartadesa. – Selama arus mudik  Lebaran 2018,  pedagang di sepanjang jalur Pantura Pekalongan, Jawa Tengah, mengaku sepi pembeli. Kondisi serupa juga terjadi pada para pedagang tiban (dadakan) di sepanjang jalur tersebut.

Menurut pengakuan sejumlah pedagang warung tiban yang biasa menggelar dagangan saat arus mudik, omzet mereka tahun ini mengalami penurunan.

Dibukanya tol Brebes-Pemalang hingga Batang membuat  kendaraan pribadi tidak lagi memanfaatkan jalur pantura sehingga omzet pedagang tiban atau musiman menurun drastis. Ika (39), pedagang di komplek rest area Masjid Al Karomah Tirto mengungkapkan jika pemudik yang beristirahat di tempat usahanya menurun hingga 50 persen. Tuturnya, Selasa (12/06).

Sebagian besar pemudik yang berhenti dan makan atau sekedar minum kopi di warungnya sekarang didominasi sepeda motor yang mudik secara rombongan.

Pedagang lainnya, Suryanto (44) menambahkan, omzet penjualan warungnya turun drastis. “Tahun kemarin kami sempat kewalahan melayani pembeli. Tetapi tahun ini kami justru kekurangan pembeli,” ujarnya.

Anik (27), pemudik asal Kendal mengungkapkan bahwa mudik kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, “Mudik lebaran berasa nggak mudik lebaran, Pantura sepi banget, kasian juga sama orang-orang yang jualan di pinggir jalan, yang berharap setahun sekali mendapat keuntungan yang melimpah.” Tuturnya.

Robby (32), pemudik satu kelompok dengan Anik mengungkapkan hal senada, “kasihan orang-orang Pantura. Setelah ada tol Trans Jawa, jualan makan minuman jadi sepi. Pemudik lebih banyak lewat jalan tol. Yang mudik jajan di rest area tol, entah milik siapa,” ujarnya.

Susi Rohana, mengungkapan dibukanya jalan tol ada plus minusnya. Menurut gadis asal Magelang tersebut dengan dibukanya tol Brebes-Pemalang-Batang, perjalanan menjadi lebih cepat. “Perjalanan juga bisa dipersingkat, yang tadinya 12 jam jadi cuma 8-10 jam aja sampai rumah,” ujarnya di rest-area Pemalang, Senin (11/06).

“Tapi ya itu, kalo lewat tol dari Brebes langsung keluar tol  Batang, lanjut lagi Semarang-Salatiga ga bisa rasain lagi kuliner sepanjang jalur Pantura Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Kendal … Daaannn jadi kepikiran … Lapak-lapak pedagang di jalur Pantura yang biasa untuk mampir pemudik bisa jadi sepi tahun ini karna mereka udah makan dan beli oleh-oleh di sekitar rest area.” Pungkas Rohana. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : imba tolmudiksepi pembeli