Jakarta, Wartadesa. – Ditengah larangan mudik Lebaran 2021 yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ternyata ada tujuh jutaan warga yang berkeinginan untuk ‘mudik gasik’ (pulang kampung dini) sebelum tanggal 6 Mei 2021 mendatang.
“Meskipun mudik sudah dilarang. Tapi, masih ada sekitar 7 juta orang yang masih berkeinginan untuk mudik,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati dalam diskusi virtual di YouTube BNPB, Rabu (21/4).
Adita mengatakan bahwa temuan tersebut membuat potensi mobilisasi warga pada libur lebaran, sangat tinggi. “Pertama harus kita sadari bahwa pandemi ini belum berakhir. Kita sudah sadar tentang itu meskipun angka dari hari ke hari sudah lebih baik dibanding beberapa bulan lalu. Tapi ini justru momentum yang harus kita jaga agar situasi tidak memburuk lagi,” katanya.
Menurut Adita, seharusnya mudik tidak menjadikan klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Indonesia.
“Ini yang seharusnya bisa jadikan pembelajaran untuk bagaimana caranya agar mudik ini tidak menjadi satu penyebab kasus baru atau lonjakan kasus. Akhirnya agar tidak terjadi lonjakan kasus, pemerintah akhirnya mudik tahun ini ditahan dulu, dilakukan peniadaan dan tentu diimbau masyarakat tidak bepergian atau mobilitas secara masif dulu,” kata Adita.
Dia menambahkan, agar warga bisa belajar dari kasus merebaknya kembali Covid-19 di India. “India yang sebelumnya sangat landai kasusnya kemudian membuka, melonggarkan banyak protokol, kemudian banyak juga ritual keagamaan yang mengumpulkan orang banyak, dan sekarang kita lihat kasusnya bahkan sehari bisa 200 ribu. Ini sebuah pembelajaran yang betul-betul harus kita jadikan rujukan,” pungkas Adita. (sumber: Jawapos)










