Tirto, Wartadesa. – Babak baru penanganan rob di Kabupaten Pekalongan dimulai, setelah penandatanganan kontrak Desember 2017 lalu, pembangunan fisik tanggul raksasa dimulai akhir Januari 2018 ini.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, berharap dengan adanya tanggul maka bencana rob dan banjir akibat air laut pasang yang selama ini terjadi wilayah utara Kabupaten Pekalongan, akan dapat teratasi.
“Dari hasil penelitian, sebagian wilayah utara Kabupaten Pekalongan memang sudah terjadi penurunan tanah sejak tahun 2008. Karena itu, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rob adalah dengan membuat tanggul. Bukan membuat kanal, karena air tidak mau terbuang ke laut,” ujar Asip usai groundbreaking pelaksanaan pembangunan fisik tanggul, Rabu (24/1).
Groundbreaking juga dihadiri oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono mewakili Gubernur Ganjar Pranowo.
Menurut Asip, total dana yang dianggarkan untuk membuat tanggul raksasa mencapai Rp. 517 miliar. “Dana sebesar itu untuk membangun tanggul sepanjang enam kilometer melintasi wilayah Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Untuk wilayah Kota Pekalongan, tanggul yang dibangun sepanjang 1,7 kilometer dan Kabupaten Pekalongan sepanjang 4,3 kilometer,” jelasnya.
Asip menambahkan bahwa pembangunan tanggul akan selesai pada akhir tahun 2019. (Eva Abdullah)










