Warungasem, Wartadesa. – Masih ingat kasus Haniyah, warga Desa Gapuro Rt. 04 Rw. 02 Kec. Warungasem Kab. Batang Jawa Tengah yang ditemukan tewas di garasi mobil majikannya, Haji Masrukin pada 4 Desember 2016 sekitar pukul 07.30 wib dengan kondisi bersimbah darah?
Adik korban, Teguh Prasetiyo, pagi tadi, Rabu (18/10) mengirim surat terbuka untuk Presiden RI, Jokowi, di media sosial, guna mengungkapkan keluh kesahnya, karena kasus pembunuhan yang menimpa kakanya hingga saat ini belum juga terungkap pelakunya.
Baca: Warga kecewa, sumpah pocong di makam Syech Abdurrohman batal
Kasus pembunuhan pembantu di Warungasem belum terungkap, warga gelar aksi tutup mulut
Teguh Prasetiyo, dalam laman facebooknya, Joko Dzebpas menuliskan surat terbuka tersebut ke laman grub Pigura Warga Batng sebagai berikut,
SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK PRESIDEN RI
Kepada Yth :
Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo
Di Tempat
Assalamualaikum
Salam sejahtera untuk Bpk Presiden semoga sehat selalu dan tetap dalam lindungan Alloh SWT. Amin..
Saya mohon maaf yang sebesar- besarnya apabila surat terbuka ini mengganggu Bpk Presiden. Saya Teguh Prasetiyo mencoba mengirim surat terbuka ini kepada Bpk Presiden karena saya akan sedikit mengungkapkan perasaan saya selama setahun ini.
Saya sangat bingung harus kemana lagi utk mengadu tentang mslh yg selama ini tak kunjung usai, sejak 4 Desember 2016 kakak saya yg bernama Haniyah Binti Sutrisno Desa Gapuro Rt. 04 Rw. 02 Kec. Warungasem Kab. Batang Jawa Tengah, telah meninggal dunia secara tragis, kakak saya di temukan sudah meninggal bersimbah darah di dalam Garasi rumah majikan nya, kakak saya janda beranak 2, menurut hasil visum dan otopsi kakak saya meninggal krn ada pukulan benda tumpul di kepala, dan kasus ini sudah ditangani Polres Batang, tp knp sampai sekarang belum juga ketemu siapa pelakunya,
Dengan adanya surat terbuka ini semoga bpk presiden tau bagaimana perasaan keluarga kami yg menunggu sudah setahun tp belum juga ada perkembangan, semoga bpk presiden joko widodo bisa bantu rakyatnya yang sangat kesulitan mencari keadilan.
Demikian surat ini saya buat, saya minta maaf apabila ada kata-kata yg kurang berkenan di hati bpk, saya atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih.
Wassalamualaikum
Haniyah ditemukan tewas di garasi mobil majikannya, Haji Masrukin pada 4 Desember 2016 sekitar pukul 07.30 wib dengan kondisi bersimbah darah.
Kapolsek Warungasem AKP Sumantri menjelaskan, mayat pertama kali ditemukan majikannya Masrukhin (44) saat ingin menutup/mengerudungi mobil di dalam garasi. Saat itu Masrukhin dibantu oleh Ikoh masuk melalui pintu gudang samping garasi.
Kasus tersebut hingga kini seperti mandeg, tidak ada progres lebih lanjut, titik terang siapa pembunuh Haniyah, hingga pada 7 Juli 2017, ratusan warga Warungasem menggeruduk Mapolres Batang dengan menggelar aksi tutup mulut. Massa menilai kinerja jajaran Kepolisian Resor Batang, sangat lambat mengusut dan tidak jelas dalam menangani kasus pembunuhan yang menimpa Haniyah.Koordinator aksi Amar makruf (26) mengatakan bahwa aksi tutup mulut ini sebagai bentuk rasa tidak puas warga terhadap kinerja kepolisian yang lambat dalam menanganani kasus itu. “Kami ingin meluruskan dan ingin kasus pembunuhan itu diselesaikan. Memang aksi tutup mulut ini sebagai simbol bahwa mulut kami memang tertutup tetapi hati nurani kami harus tetap melihat,” katanya.










