close
tim haniyah

Batang, Wartadesa. – Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Kecamatan Warungasem. Hal tersebut diapresiasi oleh Ombudsman Wilayah Jawa Tengah.

“Kami mengapresiasi Polres Batang atas atensi kasus ini. Kepada pihak keluarga, kami juga minta bersabar dan memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini,” ujar Ketua Ombudsman Jawa Tengah, Sabarudin Hulu.

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga mengungkapkan, pihakna akan membentuk empat tim khusus untuk menangani kasus pembantu yang tewas ri garasi mobil majikannya pada Desember 2016 tahun lalu.

“Proses pengungkapan kasus pembunuhan saudari Haniyah tetap berjalan terus. Kami tidak main main dalam pengungkapan kasus ini, kami akan serius menanganinya. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen kami dalam melayani masyarakat,” ujar Edi Suranta saat gelar perkara kasus tersebut dihadapan tim Ombusdman RI Provinsi Jawa Tengah di Aula Rupatama Mapolres Batang, Jum’at (5/1).

Edi Suranta melanjutkan, pihaknya tidak akan mengecewakan keluarga korban dan warga masyarakat terkait kasus tersebut, “Kami tidak mau mengecewakan keluarga korban dan warga masyarakat lainnya yang terus meminta kejelasan secara detail dan langkah pihak kepolisian dalam penanganan kasus ini, baik yang sudah dan akan dilakukan,” terangnya.

Diketahui, Haniyah  binti Sutrisno (35) warga Desa Gapuro Rt 4 Rw 2 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, yang terjadi pada Desember tahun 2016 lalu, hingga kini belum menemukan titik terang.

Korban yang bertatus janda beranak 2 tersebut, waktu itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia bersimbah darah dengan posisi terlentang di garasi rumah milik H. Masrukin atau rumah majikannya, yang juga masih tetangga korban.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim DVI Polda Jateng dibantu tim Dokpol Polres Batang dan tim medis RSUD Batang kala itu, ditemukan adanya luka dikepala korban dan tulang leher patah. Oleh karenanya, kemarin jajaran kepolisian membuka semua fakta yang ditemukan oleh pihak Polres Batang, termasuk berbagai detail kasus ini, ditinjau dari berbagai sisi.

Beberapa kali warga Gapuro menggelar aksi demo agar pihak kepolisian setempat menuntaskan kasus tersebut. (Sumber: Radar Pekalongan dan Ombudsman RI)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Haniyahkasus pembunuhan pembantu Warungasemombudsman