close
Sosial Budaya

Santri Ponpes Selamat Batang yang hanyut ditemukan pagi ini

santri

Batang, Wartadesa. – Santri Ponpes Pesantren Modern Selamat Desa Clapar kecamatan Subah, Batang yang hanyut di sungai Lebeng, Desa Kebumen, Tulis, Batang yang berada dibelakang pondok akhirnya ditemukan di Pantai Roban Timur, Desa Sengon, Subah, pada Jum’at (29/1) pagi.

Sesuai dengan ciri-ciri baju yang ditemukan, kuat dugaan korban bernama Adit asal Brebes, santri   yang hanyut pada Rabu (27/1 ) saat pulang dari mengambil jahitan. Tim Gabungan beserta petugas kepolisian saat ini sedang mengevakuasi korban.

Sebelumnya, hingga  Kamis (28/01) Tim SAR gabungan dari TNI Polri, BPBD, Basarnas, relawan dan juga warga belum berhasil menemukan santri   yang dilaporkan hanyut di sungai Lebeng, sejak Rabu (27/1) sore.

Kapolsek Tulis, AKP Agus Windarto mengungkapkan bahwa proses pencarian pada Rabu dilakukan hingga malam hari, namun lantaran kondisi arus kali yang sangat deras, upaya pencarian saat itu dihentikan.

“Untuk pencarian semalam kita hentikan karena cuaca gelap dan turun hujan. Pagi ini upaya pencarian kita lanjutkan kembali dengan menambah jumlah perkuatan, dari Basarnas Semarang, personel Sat Sabhara Polres Batang, Satpolair, tim SAR ATC,” ujar AKP Agus Windarto, Rabu.

Pencarian dilanjutkan pada Kamis, kemarin dan belum juga membuahkan hasil. “Saat ini masih dalam pencarian,”  lanjut Agus pada Kamis.

Agus mengungkapkan peristiwa hilangnya satri tersebut bermula  pada Rabu (27/1) sekira pukul 17.00 WIB. Korban M Adit Sugeng (16) warga Brebes bersama tiga orang temannya hendak mengambil jahitan dan jajan di dukuh Tambakroto desa Kebumen dengan jalur menyeberangi sungai lebeng yang berada di belakang ponpes.

Pada saat akan pulang dan menyeberang, sungai yang dilewati arusnya belum deras. Tiga orang teman korban berhasil menyeberang dengan selamat. Namun saat korban menyeberang, tiba-tiba datang air deras hingga sungai meluap, akibatnya tubuh korban terseret arus.

“Berdasarkan keterangan dari saksi, saat korban menyeberangi sungai tiba-tiba datang air besar dan deras, akibatnya korban terseret derasnya air,” ungkap Agus.

Peristiwa itupun kemudian dilaporkan oleh ketiga rekan korban ke pihak pengurus pondok, dan kemudian melakukan upaya pencarian. Namun setelah dicari selama kurang lebih satu jam, ternyata korban tidak berhasil ditemukan.

Selanjutnya salah satu guru dari ponpes sekira pukul 19.00 WIB melaporkan kejadian tersebut pada Kepala Desa Jrakahpayung, Ahmad Rozikin dan kemudian melaporkan ke Polsek Tulis.
Mendapat laporan tersebut, tim dari BPBD dipimpin oleh Ka BPBD, Ulul Azmi, dari Rabu sore hingga malam, dibantu warga, SAR, TNI-Polri, Resque PMI dan relawan telah melakukan pencarian dengan menyusuri sungai. (Bono)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : berita batangsantri ponpes selamat