Kajen, Wartadesa. – Sejumlah permukiman di Tirto, Kabupaten Pekalongan, hingga saat ini masih tergenang banjir akibat parapet sungai jebol. Arini Harimurti, Wakil Bupati Pekalongan berharap agar penanganan rob, benar-benar menanggulangi banjir di Kota Santri. Demikian disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian banjir dan rob, Selasa (05/03).
“Kondisi sekarang dimana-mana air, bagaimama cara pemecahanya? Apa dibuat drainase atau itu masih perlu dibuatkan drainase ke arah mana dan itu tugas siapa? Karena taunya warga penanggulangan rob sudah jadi berarti tidak ada lagi genangan air,” ujar Arini.
Menurut Arini, hingga sat ini di wilayah Tirto, genangan air masih terjadi lantaran parapet yang jebol belum ditutup. Ia mempertanyakan sebenarnya penanganan jebolnya tanggul tersebut tanggung jawab siapa, kabupaten, provinsi atau pusat? Tanyanya retoris.
“Dipemukiman masih banjir walaupun tidak setinggi permukaan dulu. Semoga kedepan tidak ada banjir lagi, entah itu karena rob atau air hujan,” Arini berharap.
Terkait penanganan banjir rob, Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan mengungkapkan bahwa pembangunan tanggul penahan rob akan selesai pada akhir 2019.
“Pembangunan pengendalian banjir rob ini akan selesai pada akhir tahun 2019 dan secara umum ini bisa mengeliminir (mengurangi) dampak rob di kabupaten pekalongan, termasuk juga dampak banjir, apabila curah hujan tinggi dan air laut pasang maka akan kita pompa,” tutur Asip.
Menurut Asip kebutuhan pompa saat ini adalah, untuk sistem Mrican-Wonokerto 14 m3/detik dan untuk sistem Bremi-Meduri 20m3/detik.
Sementara itu, perwakilan BBWS Pemali Juana mengungkapkan bahwa penutupan tanggul yang saat ini masih difungsikan sebagai tambak oleh warga, akan dilakukan pada bulan Mei 2019. Kepastian tersebut dipertanyakan petambak lantaran tambak mereka akan diurug saat pembangunan tanggul. Sementara saat ini tambak masih difungsikan.
Menurut BBWS Pemali Juana belum pastinya pengurukan tambak tersebut lantaran saat ini belum ada pompa. Menurutnya sekitar bulan Mei pompa akan datang dan pengurukan akan dilakukan setelah adanya pompa.
Petani berharap agar sebelum penutupan tambak dilakukan sosialisasi, sehingga mereka bisa memanen ikan sebelum dilakukan penguruukan. (WD)










