close
Sosial Budaya

PPKM di Batang, jam buka warung kaki lima dibatasi sampai jam 8 malam

alun alun batang
Suasana alun-alun Batang saat malam hari.

Batang, Wartadesa. – Pemkab Batang turut menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayahnya tanggal 11-25 Januari 2021. Aturan tersebut mengharuskan pembatasan jam operasional restoran/rumah makan/kafe termasuk pedagang kaki lima (PKL) dan toko modern.

“Aturannya jelas, jam operasional diatur hingga pukul 20.00 WIB. Namun kami berikan tambahan waktu bagi PKL untuk mengemasi barang dagangannya hingga pukul 20.30-21.00 WIB,” ujar Kepala Satpol PP Batang, M Fathoni, Jum’at (15/01).

Kepala Satpol PP Batang mengaku sudah mengumpulkan para pedagang kaki lima terkait aturan tersebut. “Kami sudah kumpulkan para koordinator PKL di seputar Alun alun Batang, pedagang pasar kaget, dan pedagang di pandawa street food untuk mengikuti aturan PPKM,”  lanjutnya.

Untuk memastikan aturan tersebut berjalan di lingkungan alun-alun Batang, pasokan air dan listrik di sekitar alun-alun akan dihentikan pada pukul 21.00 WIB.

“Mulai malam ini akan kita padamkan aliran listrik dan menghentikan pasokan air di shelter tempat PKL menggelar dagangannya. Hal ini agar mereka menaati aturan PPKM,” ujarnya.

Fathoni meminta agar para pedagang kaki lima termasuk pengusaha minimarket mematuhi PPKM, lantaran langkah tersebut merupakan petunjuk dari Bupati Batang. “Kita lihat mereka sudah memahami dan kita mengambil langkah sesuai petunjuk Pak Bupati, secara bijaksana dengan mengkomunikasikannya bersama para pedagang kaki lima (PKL). Mereka menutup usahanya sesuai kesiapan dan kesepakatan bersama, baik pedagang pasar tiban maupun PKL seputar alun-alun, termasuk minimarket yang buka 24 jam untuk menutup tokonya antara pukul 20-21.00 WIB” jelasnya.

Sementara itu, para pedagang kaki lima di alun-alun Batang mengaku bahwa omset mereka semakin turun. Sebelum diterapkan PPKM, karena pandemi, penghasilan mereka turun 50 persen.

“Jujur saja, pendapatannya berkurang. Kalau sebelum PPKM omzetnya bisa mencapai Rp 400 ribu, tapi sekarang turun sampai 50%, ” ujar salah seorang pedagang sosis bakar yang mangkal di alun-alun Batang, Bahar.

Untuk menyiasatinya, Bahar mengaku buka satu jam lebih awal, agar penghasilannya tidak semakin turun.  Menurut pengamatan Akhmad Fayono, selama beberapa hari para pedagang mematuhi SE tersebut, dengan segera menutup tempat usahanya. (Bono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : alun-alun Batangberita batangppkm