Kajen, Wartadesa. – Mega proyek tol Trans Jawa yang melintasi ruas Pemalang-Batang berdampak buruk bagi petani di wilayah Kabupaten Pekalongan. Akibat pembangunan tol, sejumlah saluran irigrasi mengalami kerusakan, hingga sejumlah sawah di Kota Santri tidak bisa ditanami selama dua kali masa tanam.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan pada Setda Kabupaten Pekalongan, M Arifin, saat rapat Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan dengan kontraktor pembangunan tol di Pekajangan, baru-baru ini.
Baca: APBD Kabupaten Pekalongan tak boleh untuk biayai imbas jalan tol
Arifin menambahkan bahwa beberapa lokasi area persawahan di Sragi dan daerah lainnya di Kota Santri tidak bisa ditanami dua kali masa tanam.
“Beberapa lokasi sawah seperti di daerah Sragi dan daerah lainnya di Kabupaten Pekalongan tidak bisa ditanam selama dua kali masa tanam karena saluran irigasi yang terkena dampak pembangunan tol. Masalah ini sudah dibahas di rapat sebelumnya yang dihadiri perwakilan PBTR. Dan itu disepakati akan diberi bantuan,” Ujar Arifin.
Menurut Arifin, pertemuan dengan PT PBTR membahas masalah ganti rugi kepada petani dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Adapun luasannya lahan persawahan yang tidak bisa ditanami selama dua kali masa tanam yang disebabkan saluran irigasi terimbas pembangunan jalan tol masih tahap proses perhitungan.
Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menambahkan, hasil rapat di Kantor PT SMJ salah satunya adalah PBTR diminta untuk memberikan tali asih kepada petani yang sawahnya tidak bisa ditanami akibat terdampak pembangunan jalan tol. (WD)