Pemalang, Wartadesa. – Kamis (05/10) Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Pemalang resmi dilantik, bertempat di Gedung SKB Pemalang jalan Jenderal Sudirman Timur No 01 Comal – Pemalang.
Kepengurusan APKLI di Kota Ikhlas ini langsung diambil sumpah jabatan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat APKLI, Ali Mahsum, turut hadir dalam acara tersebut beberapa pengurus dari DPD tetangga, seperti Kabubaten Batang, Brebes dan lainnya. Nampak hadir pula dari pihak Koramil, Polsek, Kecamatan Comal, Kesbangpol Kabupaten Pemalang dan tamu undangan lainya.
Ketua Umum APKLI, Ali Mahsum dalam sambutanya menegaskan, seluruh pengurus yang sudah dilantik harus mau dan mampu berjuang sesuai visi misi Asosiasi “Saya tegaskan untuk semua saja yang menjadi pengurus harus mampu dan komitmen kepada aturan dan visi misi asosiasi, dan jika tidak mau akan lebih baik segera mengundurkan diri,” tegasnya.
“Karena kita akan memperjuangkan para pedagang kaki lima, jangan sampai saudara-saudara kita tersebut tergerus oleh sistem perekonomian modern yang tidak berpihak dan mengancam ekomomi kecil,” imbuh Ali Maksum.
Agus Yusuf, Ketua DPW APKLI Provinsi Jawa Tengah dalam kesempatan pidatonya mengatakan, setelah dilantik para pengurus DPD harus bisa membagi waktu karena organisasi adalah bagian dari individu, untuk itu loyalitas dan eksistenti di pertaruhkan, katanya.
“Sebagai pengurus harus mampu mrwarnai, membenahi dan berdedikasi kepada organisasi,” Jelas Agus.
Menurutnya, ia selalu membicarakan Revolusi Kaki Lima untuk Merah Putih di setiap kunjunganya ke daerah karena revolusi harus sampai ke titik yang paling mendasar.
Sementara Ketua APKLI DPD Pemalang, Slamet Sriyono berhap seluruh jajaran pengurus segara merapatkan barisan untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu menyejahterakan masyarakat utamanya pedagang kecil. “Kami berharap dengan adanya kepengurusan APKLI di Pemalang bisa memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Pemalang khususnya dibidang ekonomi kerakyatan,” harap Slamet Sriyono. (Eva Abdullah)










