close
sd batang
Ilustrasi. Siswa-siswi di SD Kabupaten Batang menerapkan pembelajaran tatap muka sejak Senin (03/08) lalu

Menengok pembelajaran tatap muka di Batang

Batang, Wartadesa. – Siswa-siswi dan para orangtua di wilayah zona hijau Covid-19 merasa senang. Pasalnya, mereka kembali dapat bersua dengan rekan-rekan sekelas untuk belajar di sekolah secara tatap muka, mulai Senin (03/08) lalu.

Meski pembelajaran dilakukan secara bergilir, satu kelas dalam dua shift dan hanya dua jam, sekali tatap muka, namun hal tersebut menambah semangat anak-anak didik untuk terus belajar. Setelah sebelumnya mereka bosan belajar daring.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SDN Denasri Wetan 2, Esti Yuni. Menurutnya anak-anak dan orangtua senang dan antusias. “Mereka sangat senang, tidak hanya siswa bahkan orang tua juga sangat menyambut baik bisa kembali belajar tatap muka,” tuturnya, Kamis (06/08).

Esti menyebut bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Sesuai arahan Dindikbud dan Dinkes sekolah yang sudah diperbolehkan tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak antar siswa maupun guru. Kami bagi menjadi dua kelompok setiap kelas dengan pergantian hari,” jelasnya.

Lantaran pertemuan setiap siswa hanya dua jam, masih kata Esti, siswa tidak diberi waktu istirahat, hanya diberi waktu 15 menit untuk menikmati bekal yang dibawa dari rumah.

Kepala Dindikbud Batang, Achmad Taufiq mengungkapkan bahwa pembelajaran tatap muka hanya diberlakukan di wilayah yang masuk zona hijau.

Jika status daerah dari zona hijau menjadi zona merah, maka pihaknya juga berharap pembelajaran tatap muka untuk ditunda dan diganti pembelajaran jarak jauh.

“Sejauh ini untuk pembelaharan tatap muka belum ada kendala, dan sudah berjalan sesuai prosedur,” ujarnya

Taufiq mengaku akan melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka selama satu pekan kedepan. “Selama satu Minggu ke depan ini kami akan melaksanakan evaluasi selanjutnya nanti kami akan rumuskan bagaimana keberlangsungan program tatap muka ini,” jelasnya.

Evaluasi, lanjut Taufiq dilakukan untuk menyerap aspirasi para orang tua dan menyeimbangkan antara pembelajaran daring dan tatap muka. (Eva Abdullah)

Terkait
Satu tahun beroperasi dengan alat berat, Galian C di Limpung tak berijin

Batang, WartaDesa. - Beroperasinya Galian C di Desa Babatan dan Plumbon, Limpung, Batang satu tahun terakhir dengan penambangan alat berat, Read more

Warga Batang terkena Covid-19 dapat tunjangan Rp 1 juta

Batang, WartaDesa. - Sebanyak 76 warga Batang positif Covid-19 mengajukan permohonan bantuan santunan sebesar Rp 1 juta. Santunan tersebut diberikan Read more

Kasus DBD di Batang masih tinggi

Batang, Wartadesa. - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dari Januari Read more

Masa pandemi Perpusdes mulai dibuka

Batang, Wartadesa. - Masa pandemi Covid-19 di Batang beberapa perpustakaan desa (Perpusdes) sudah mulai dibuka dan melayani peminjaman koleksi. Selain Read more

Tags : Batangsekolah tatap muka