Tangkiltengah, Wartadesa. – Aksi nekat dilakukan oleh Fauzan (17), warga Desa Ngalian Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan lantaran keluarga tak kunjung ‘nakokke’ (meminang) gadis pujaannya. Fauzan memanjat tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di dukuh Karanglo Desa Tangkil Tengah Kecamatan Kedungwuni Kab. Pekalongan Sabtu (30/12) pukul 08.00 WIB.
Rofiansyah Sulthon, Tim SAR dari Muhammadiyah Disarter Management Centre (MDMC), saat ditemui Wartadesa mengungkapkan kronologi kejadian sebagai berikut, pukul 08.00 WIB kami mendapat laporan dari warga bahwa Fauzan, anak dari pak Iskak, warga Ngalian, lari ketengah sawah dan memanjat tower.
Warga sudah mengingatkan tapi tidak digubris, tambah Sulton “Warga teriak untuk tidak manjat tower, namun pelaku terus melakukan aksinya, malah sandalnya ditinggal,” tambahnya.
Tim Polsek Kedungwuni bersama PMI dan SAR Kabupaten Pekalongan sudah melakukan negosiasi, agar pelaku bersedia turun, namun tidak diindahkan.
“Sudah beberapa kali dibujuk, namun pelaku tidak mau turun. Pekalu minta dihadirkan teman perempuannya bersama keluarga korban,” Ujar Sulthon.
Dari pantauan di lapangan, saat ini pihak Polsek Kedungwuni sedang menjemput E, warga Kertijayan Kecamatan Buaran Kab. Pekalongan yang diketahui sebagai pacar korban. Selain itu tim dari Polsek Kedungwuni juga melaju ke Bandar kabupaten Batang, guna menjemput ayah pekalu yang sedang bekerja disana.
Hingga berita ini diturunkan, pelaku belum bersedia turun. Tim SAR saat ini sedang menunggu dihadirkannya pacar pelaku untuk melakukan negosiasi lagi. “Saat ini kami masih wait n see saja, mengingat tegangan tinggi, tim tidak bisa memaksakan untuk naik mengingat keselamatan tim. Kalau pekalu mau turun, MDMC akan melakukan pendampingan,” lanjut Sulthon.
Sementara itu, Eko, salah seorang saksi mata membenarkan bahwa aksi nekat pelaku dipicu karena keluarga pelaku tak kunjung meminang pacar pekalu. “Njaluk ditakokke mas, tapi keluargane ora nakokke” Ujarnya. ***(Bono)










