close
Jalan-jalan

Tips menghindari tenggelam ketika liburan di pantai

tenggelam
Ilustrasi: Seorang wisatawan tenggelam di pantai. Foto: Okezone

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kabar duka disampaikan oleh PMI Kota Pekalongan, Mohammad Fahmi (6) siswa SD asal Boyongsari, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan meninggal tenggelam di Pantaisari, Boom saat berenang di pantai. Sementara rekannya, Miftahul Ababil (10) warga Boyongsari, selamat dan kini dirawat di RS Budi Rahayu.

Keterangan dari petugas PMI Kota Pekalongan keduanya berenang di Pantai Boom bersama rekan-rekan mereka, total ada 10 anak. Dua dari mereka yakni Fahmi dan Miftah tenggelam, keduanya diselamatkan penjaga gudang ikan asin, Jum’at (20/12) sore.

Berwisata ke pantai dan berenang menikmati deburan ombak memang mengasyikkan. Untuk menjaga diri agar tidak terseret arus ombak maupun tenggelam, berikut tipsnya,

1. Mengecek Keadaan Ombak sebelum Berenang

Keadaan ombak di laut diketahui menunjang kenyamanan wisatawan selama berenang. Untuk itu, jangan ragu bertanya kepada penjaga pantai terlebih dahulu mengenai kondisi terkini ombak. Bila sudah mendapat konfirmasi aman dari mereka, anda tentu bisa menjalankan aktivitas berenang dengan perasaan tenang.

Perlu anda ketahui, ombak dengan karakteristik ‘liar’ dapat menyulitkan seseorang untuk mengatur gerakan tubuh selama berenang. Tidak hanya itu, ombak yang besar juga ditakutkan membuat wisatawan terseret jauh dari garis pantai. Jadi, pastikan kondisi ombak terlebih dahulu sebelum menjajal berenang ya bro!

2. Tidak Berenang ketika Badai Datang

Sebelum berenang di perairan laut tertentu, ada baiknya wisatawan memerhatikan situasi atau keadaan agar terhindar dari risiko buruk. Salah satu waktu paling tidak tepat untuk berenang di laut adalah saat badai tiba. Bila nekat berenang ketika badai datang, anda dikhawatirkan terkena sambaran petir yang mengancam nyawa. Seram sekali, bukan?

Oleh sebab itu, hindari aktivitas berenang di laut saat badai atau cuaca buruk karena dapat membahayakan keselamatan diri. Himbauan ini juga berlaku bagi wisatawan yang gemar menghabiskan waktu di area panta dengan berjemur atau bermain. Intinya, tetap utamakan keselamatan diri selama berwisata ya bro!

3. Memandang tanpa Menyentuh

Selain berenang, aktivitas lain yang banyak dilakukan wisatawan di laut adalah diving dan snorkeling. Banyak orang tertarik melakukan kegiatan ini untuk menikmati keindahan alam bawah laut di suatu perairan. Melihat terumbu karang dan kawanan ikan kecil tentunya bakal mengurangi beban dalam pikiran.

Keelokan flora dan fauna laut sebaiknya tidak membuat anda terlena untuk menyentuhnya secara langsung. Hal ini dimaksudkan agar penyelam tidak menyakiti makhluk laut. Selain itu, menjauhkan kontak langsung dengan hewan dan tumbuhan laut juga ditujukan agar anda tidak mengalami hal buruk tak terduga.

Jadi, penyelam baiknya memandangi fauna dan flora laut saja selama snorkeling atau diving. Urungkan niat untuk menyentuh mereka secara langsung demi keamanan diri serta kelestarian lingkungan laut. anda yang mengaku sebagai pencinta alam sejati tentu mampu memahami hal ini dengan baik. Setuju ‘kan bro?

4. Tidak Berkunjung ke Perairan yang Dihuni Ubur-ubur Menyengat

Ubur-ubur menyengat merupakan salah satu hewan laut yang mesti diwaspadai wisatawan selama berenang. Meski kebanyakan ubur-ubur menyengat, makhluk laut ini rata-rata tidak memiliki racun mematikan. Agar terhindar dari sengatan ubur-ubur, wisatawan baiknya menanyakan lokasi berenang yang aman dari hewan tersebut.

Bila terkena sengatan ubur-ubur, wisatawan perlu meminta bantuan penjaga pantai agar segera mendapat penanganan medis secara cepat. Dengan begitu, luka yang anda alami dapat segera terobati. anda pun menghindari berbagai macam kemungkinan buruk. Jadi, perhatikan lokasi berenang yang anda pilih ya bro!

5. Beristirahat Sejenak di Sela-sela Kegiatan Berenang

Di sela-sela aktivitas liburan, anda juga perlu mengambil waktu istirahat demi menjaga kondisi daya tahan tubuh. Ada banyak hal tidak baik yang didapat wisatawan jika terlalu lama terkena sinar matahari, misalnya seperti hipotermia, heat stroke atau kenaikan suhu tubuh hingga 40 derajat celcius, kelelahan, serta kulit terbakar. Tidak enak sekali, bukan?

Jika ingin terhindar hal-hal tersebut, sempatkanlah waktu untuk istirahat selama beberapa menit. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi air mineral segar serta makanan ringan. Selain itu, anda juga perlu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari panas sinar matahari. Oke, bro?

6. Tidak Menyelam di Perairan dengan Tingkat Kedalaman yang Tak Diketahui

anda dihimbau tidak menyelam di perairan yang tingkat kedalamannya tidak diketahui. Jangan sampai keinginan untuk menjajal diving membuat anda terseret dalam situasi berbahaya. Selain itu, hindari menyelam dengan posisi kepala masuk ke dalam air terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah risiko benturan terhadap bongkahan batu besar yang berbahaya. Oke, bro? anda disarankan bertanyalah lebih dahulu kepada penjaga pantai mengenai lokasi aman untuk menyelam demi keselamatan diri.

Dengan mengamati enam hal di atas, anda dapat meminimalisir risiko tenggelam dan bahaya-bahaya lainnya yang mungkin terjadi saat berenang. Tetap berhati-hati ya bro! (Eva Abdullah, dirangkum dari berbagai sumber)

 

Tags : Pekalongantenggelam di pantaitips