close
KesehatanLayanan Publik

Tren Covid-19 Kota Santri menurun, warga seperti dalam kondisi normal?

gemek
Kondisi alun-alun Gemek, Jum'at (15/05) ramai seperti hari-hari biasa sebelum pandemi Korona

Kajen, Wartadesa. – Hingga tanggal 15 Mei 2020 tren kasus Covid-19 di Kota Santri cenderung turun. Data saat ini, jumlah ODP 218 orang, PDP 3 orang dan positif 1 orang. Hal tersebut membuat warga Pekalongan “merasa dalam kondisi normal”. Terlihat dari pantauan, seluruh kegiatan warga di beberapa ruas jalanan kembali ramai.

Pantauan sejak Kamis hingga Jum’at (15-16/05) seluruh area pasar, pusat-pusat keramaian, toko dan pusat ekonomi, dan jalanan kembali disesaki warga untuk memenuhi kebutuhan jelang lebaran. Sayangnya aktivitas mereka jauh dari protokol kesehatan. Lebih dari 80 persen warga yang bersesakan di berbagai tempat tersebut tidak mengenakan masker. Toko dan tempat-tempat keramaian tidak ada yang menyediakan tempat cuci tangan dan protokol kesehatan lainnya.

Rapat koordinasi dan evaluasi tim gugus penanggulangan Covid-19 KabupatenPekalongan

Aktivitas keramaian tersebut, khas seperti tahun-tahun sebelum pandemi Korona. Bahkan di Kawasan Kuliner Gemek, Paesan, Kedungwuni yang dekat dengan Posko Covid-19 dan Posko Kepolisian, terlihat aktivitas keramaian yang naik dari hari-hari sebelumnya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pekalongan dalam rapat koordinasi dan evaluasi, Jum’at (15/05) kemarin.

Agenda rapat tersebut membahas fenomena saat ini, yaitu kondisi hubungan sosial masarakat Kabupaten Pekalongan ada fenomena yang menunjukan secara psikologi masyarakat menunjukan kejenuhan, sehingga beberapa minggu ini mengurangi aktifitasnya sesuai himbauan pemerintah. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya aktifitas masyarakat di tempat-tempat  umum, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan meminta perhatian serius, mengingat pandemi Korona belum benar-benar hilang. “Oleh karena itu perlu tetap meningkatkan sosialisasi terkait pentingnya melaksanakan Protokol Kesehatan kepada seluruh masyarakat. Sosialisasi dan himbauan ini perlu ditingkatkan lewat berbagai saluran komunikasi dan informasi yang ada, baik dilakukan oleh Pemkab, TNI, Polri dan lembaga-lembaga organisasi masyarakat lain.” Ujarnya.

Selain itu, rapat juga membahas perlunya pengawalan penyaluran bantuan sosial warga terdampak pandemi Korona, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun lainnya, sehingga berjalan lancar dan aman.

Asip juga meminta agar pelaksanan ibadah di Kota Santri tetap mengacu pada maklumat Bupati Pekalongan dan regulasi pemerintah pusat. (Eva Abdullah)

Terkait
Gerimis warnai bukaan Gembiro

Ngiyup. Warga yang memadati bukaan bendung Gembiro terlihat berteduh karena gerimis. (1/11). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Kebakaran di Binagriya hanguskan rumah

Pekalongan Barat, Wartadesa. -Rumah Rofi yang berada di Jalan Pesona Raya No. 510-511 komplek perumahan Bina Griya, Pekalongan Barat, hangus Read more

Desa bersih akan diberi tambahan ADD 10 persen

Kajen, Wartadesa. - Bagi desa-desa/kelurahan di Kabupaten Pekalongan dengan kondisi lingkungan yang bersih, Bupati akan memberikan penghargaan berupa penambahan 10 Read more

Kunci sukses UPK, bangun komunikasi dan saling percaya

Kedungwuni, Wartadesa. - Suksesnya program pinjaman bergulir tanpa agunan bagi warga miskin di Desa Tangkilkulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan ternyata Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : normalPekalongan