close
BencanaLingkungan

Warga diminta cepat membaca perubahan alam saat musim hujan

longsor pemalang
Ilustrasi longsor di Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang pada Nopember 2017 lalu. Foto: Wartadesa

Pemalang, WartaDesa. – Warga yang tinggal di daerah rawan bencana, diminta untuk cepat membaca perubahan alam, saat musim penghujan saat ini. Dimana kecepatan membaca perubahan tersebut berfungsi untuk meningkatkan kewaspadaan warga sekitar dalam penanganan bencana alam yang kerap mucul saat curah hujan tinggi. Demikian disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Pemalang, Bambang Ali Nuryanto.

“Antisipasi yang dilakukan masyarakat terhadap bencana tanah longsor, harus segera membaca perubahan alam. Ketika hujan besar, terus terjadi pergerakan tanah, kemudian segera keluar, dan mengingatkan kepada semua masyarakat,”  ujar Bambang, Sabtu (31/10).

Bambang juga meminta warga rawan bencana untuk ramah lingkungan, dengan cara tidak melakukan penebangan pohon semena-mena dan tidak membendung sungai, jembatan, atau gorong-gorong hingga menyebabkan banjir.

BPBD setempat telah memetakan wialayah rawan bencana di Pemalang, yakni wilayah Moga, Bodeh, Watukumpul, Belik, “Kecamatan Watukumpul paling rawan longsor, karena bentuk permukaan bumi (topografi) wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan. Ditambah, kini perbukitan tersebut mulai gundul, sehingga manakala terjadi hujan besar bisa menyebabkan longsor dan menimpa bangunan dibawahnya.” Ujarnya.

Pihak BPBD Pemalang juga telah memasang deteksi dini bencana (early warning system/EWS) di lima titik sekitar Watukumpul, yakni Desa Bodas, Cibongas, dan Telagasana.

EWS akan mengeluarkan sirine  saat terjadi gerakan tanah, alat tersebut secara otomatis. Ujar Bambang. Ia menambahkan, di daerah rawan bencana telah terbentuk relawan yang telah dibekali dengan pelatihan dan pembentukan desa tangguh bencana.   (Bono)

Terkait
Tergiur keuntungan besar, oknum guru honorer jadi penadah ayam curian

Pemalang, Wartadesa. - Oknum guru honorer di Pemalang berinisial YW (28) warga Desa Mojo, Kecamatan Ulujami,  harus berurusan dengan Polisi. Read more

Khawatir melanggar norma agama, pasangan remaja nikah dini

Pemalang, Wartadesa. - Ratusan pasangan remaja di Kabupaten Pemalang menikah, meski usia mereka belum sesuai dengan peraturan yang berlaku, yakni Read more

Dibangun swadaya, Tugu Nasi Goreng Jrakah diresmikan

Pemalang, Wartadesa. - Setelah melewati proses pembangunan sejak Nopember 2020, Tugu Nasi Goreng di Desa Jrakah, Kecamatan Taman, Pemalang, Senin Read more

Dua atap ruko Pasar Pagi Pemalang rubuh

Pemalang, Wartadesa. - Dua atap bagian depan ruko (rumah toko) nomor A03 dan A04 Pasar Pagi Pemalang, Kelurahan Mulyoharjo, Comal,  Read more

Tags : longsorpemalang