Wonokerto, Wartadesa. – Tohani, warga Desa Tratebang Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan menjadi korban meninggal tenggelamnya KM Makmur di Masalima Kota Baru Kalimantan Selatan.
Dari data yang diperoleh pihak Kepolisian bahwa korban dari warga Kabupaten Pekalongan yang berhasil selamat diantaranya adalah Rasulin warga Desa Bebel Kecamatan Wiradesa, Muh Mifta Rizki warga Desa Bebel Kecamatan Wonokerto, Cayono warga Desa Tratebang Kecamatan Wonokerto dan Teguh Raharjo warga Desa Donowangun Kecamatan talun Kabupaten Pekalongan.
Adapun enam korban yang belum di ketemukan adalah Haryanto warga Desa Tratebang Kecamatan Wonokerto, Wasiban warga Desa Bebel Kecamatan Wonokerto, Sukirin warga Desa Bebel Kecamatan Wonokerto, Sontong warga Desa Talun, Solihin warga Desa Talun Kabupaten Pekalongan dan Karno warga Desa Pagergunung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang
“Kami dari pihak Kepolisian berjanji akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait soal nasib para korban yang belum di ketemukan, kami akan selalu meng-update informasi terbaru agar pihak keluarga bisa mengetahui nasib korban yang belum diketahui keberadaannya,” ungkap AKP M. Dahyar, Humas Polres Pekalongan, Rabu (15/11).
Sebelumnya, KM Makmur Rejeki milik Ratna Kusuma warga Kecamatan Kota Pati, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kecelakaan laut dan terbalik di perairan Masalima Selat Makassar. Kapal tersebut mengangkut sedikitnya 25 orang yang terdiri dari Anak Buah Kapal (ABK) dan seorang nahkoda.
Dalam laporan yang diterima oleh pihak Satpol Air Polres Pati, 19 orang dikabarkan berhasil diselamatakan. Namun nahas, 1 orang nelayan dikabarkan meninggal dan lima orang lainnya dilaporkan hilang.
Kasatpol Air Polres Pati, AKP Daffid Paradi saat dikonfirmasi detik.com melalui pesan singkat membenarkan atas pelaporan tersebut. Menurutnya, pihak Satpolair Polres Pati baru menerima informasi tersebut atas laporan Warsito (52) yang merupakan pengurus kapal, pada Senin (13/11) siang.
“Laporan kita terima pada hari Senin siang, sedangkan kejadiannya sendiri berdasarkan laporan terjadi pada hari Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB,” jelasnya.
Kapal penangkap ikan tersebut dilaporkan kecelakaan akibat diterjang gelombang tinggi disertai badai. Adapun kapal yang menolong adalah kapal pengangkut yang belum diketahui identitasnya. (Eva Abdullah)










