Batang, Wartadesa. – Setelah warga Semarang dapat memenuhi kebutuhan dapur tanpa datang ke pasar tradisional melalui aplikasi tumbas[dot]in. Kini hal serupa dapat dilakukan oleh warga Batang.
Kepala Disperindagkop Batang, Subiyanto mengatakan bahwa pihaknya membuat aplikasi jual beli online pasar tradisional bernama Dotukura, sebagai solusi dengan inovasi agar kegiatan ekonomi pasar tetap berjalan tetapi tetapi mengurangi kerumunan. Maka manfaatkan IT untuk transaksi jual beli di pasar tradisional secara online.
“Paradigma baru, yaitu perdagagan online juga harus mulai masuk dalam mindset pedagang pasar tradisional,” tutur Subiyanto, Sabtu (08/08).
Menurut Subiyanto, aplikasi Dotukura ini menjual seluruh produk yang ada di pasar tradisional Batang. “Ada adminya sendiri nanti yang bagian mengurus pengantaran barang itu paguyuban pedagang pasar setempat,” katanya.
Subiyanto menjamin, barang yang dibeli melalui aplikasi itu berkualitas pasar modern. Alasannya, tim admin akan memastikan kebersihan dan sterilitas barang yang dibeli konsumen. Misalnya, kentang yang dipesan akan dibersihkan sebelum dikirim.
“Kami tidak pakai jasa ojol, tapi ada tim pengantaran sendiri. Sementara pasar batang dulu, pasar lainnya menyusul,” jelas Subiyanto.
Ketua paguyuban pedagang pasar Batang Anwar Rozikin menyebut ada sekiatar 1.500 pedagang yang jadi mitra Dotukura. “Kami kan ada zonasi dan Rt, misal zona pedagang sayur, ikan dan sebagainya. Tiap pedagang (komoditas yang sama) tidak akan rebutan pembeli onlone karena penjual (online) digilir per hari, agar adil,” tuturnya.
Untuk biaya pengiriman sangat murah kita hanya mematok Rp2.500 per kilometer. (Eva Abdullah)










