close

Jalan-jalan

Jalan-jalan

Menikmati jetski di Pantai Batang musti rogoh kocek Rp 500 ribu

jetski

Batang, Wartadesa. – Pantai Sigandu Batang bakal menambah wahana olahraga pantai, jetski. Kemungkinan hadirnya wahana bagi kalangan menengah keatas di pantai tersebut masih menunggu proses perijinan, setelah sebelumnya di tempat yang sama sudah hadir banana boat.

“Banana boat sudah ada izinnya, dan jetski saya kira oke tinggal diurus  izinnya agar safety sehingga pengunjung nyaman,” ujar Bupati Batang, Wihaji. Usai menerima kunjungan dari komunitas pencinta  olahraga jetski dari Batang dan Kota Semarang Sabtu (3/4/2021).

Untuk menikmati wahana jetski, nantinya penyewa bakal merogoh kocek sedikitnya setengah juta rupiah untuk satu jamnya. Berbeda dengan wahana banana boat yang harga sewanya Rp 25 ribu.

Usai mencoba jetski, Wihaji menyatakan siap berkordinasi dan konsultasikan dengan Taman Safari Dholpin Center Batang untuk menambah wahana jetski di pantai Sigandu Batang, meski harga satu unit jet ski termasuk mahal.

“Kalau saya penambahan waham jetski di Pantai Sigandu sangat merekomendasikan untuk fun karena ombaknya sedang. Saya minta juga Disparpora bisa bersinergi dengan komunitas jet ski untuk bisa menjadi salah satu fasilitas wisata di Batang ,” lanjut Wihaji.

Selain Pantai Sigandu, menurut Wihaji, pantai lain yang direkomendasikan untuk olahraga jetski yakni, Pantai Ujungnegoro, Pantai Kuripan Subah dan pantai Jodo Gringsing, “karena pangsa pasarnya ada deket dengan PLTU dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB),” pungkas Wihaji.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang, Wahyu Budisantoso mengungkapkan siap menambah wahana jetski untuk promosi dalam meningkatkan pengunjung objek wisata Pantai di Kabupaten Batang.

“Jetski untuk kalangan menengah ke atas atau premium kalau banana boat untuk kalangan menengah ke bawah karena murah dan dapat dinikmati,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu untuk waktu 1 jam berkisaran Rp 500 ribu ke atas. Sedangkan banana boat nya satu orang hanya dikenakan harga Rp 25 ribu. “Uang sewa jetski sebenarnya tidak rugi bagi orang yang menikmati. Makanya wahana baru ini kita rintis dulu dengan komunitas,” katanya. (Eva Abdullah)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Durian Gendis menangkan Kontes Durian Unggul III Kecamatan Karanganyar

lolong

Karanganyar, Wartadesa. – Durian Gendis Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Pekalongan memenangkan Kontes Durian Unggul ke-3 Kecamatan Karanganyar. Gelaran kontes durian lokal tersebut memakan delapan pekan proses penjurian dan diumumkan Sabtu (06/03).

Panitia Kontes Durian Unggul Tingkat Kecamatan Karanganyar Tuby Hartoyo mengatakan, ada 35 petani durian lokal yang mengikuti kontes tersebut. Juara pertama diraih oleh Sutrisno asal Desa Pedawang dengan Durian Gendis, juara kedua diraih oleh Taryali dari Desa Lolong dengan Durian Vino dan juara ketiga disabet ole Abdul Basir dari Desa Lolong dengan varian Durian Krikil.

Pada festival sebelumnya, Taryali meraih juara pertama dengan varian durian lokal Durian Putu Kembang.

Sedang, juara harapan 1 diraih jenis Durian Waris atas nama Restu, harapan 2 Durian Nanas atas nama Anas dan juara harapan 3 diraih Durian Pinggir atas nama Kusyanto.

Setiap even kontes durian lokal ditemukan varian durian unggul, termasuk pada gelaran kemarin, ada durian yang ketebalan dagingnya sampai dua cm dengan warna yang bagus. Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Tauhid Margono berharap varietas unggul durian lokal dapat terus ditingkatkan.

“kita harapkan ada varietas durian unggul yang bisa menjadi ikon durian Kabupaten Pekalongan, dan dapat dikembangkan di kecamatan-kecamatan yang potensial ditanami durian,” ujar Tauhid.

Panitia Kontes Durian Unggul Tingkat Kecamatan Karanganyar Tuby Hartoyo mengatakan, ada 35 petani durian lokal yang mengikuti kegiatan ini. “kegiatan seperti ini sudah kali ketiga dilaksanakan. Khusus tahun ini karena pandemi, kita laksanakan secara sederhana, mematuhi protokol kesehatan,” paparnya.

Menurut Hartoyo, kontes yang dihelat bisa menaikkan harga jual durian.  “sebelumnya durian dari petani biasa dijual murah, dengan adanya kontes durian bisa dijual lebih tinggi. Tentu ini menguntungkan petani dari sisi ekonomi. Dan semoga durian dengan jenis terbaik bisa terus dikembangkan dan menjadi andalan Kabupaten Pekalongan. Karena durian kita tidak kalah dari segi rasa, cuma kalah dari segi nama,” katanya.

Wilayah Penghasil Durian Lokal Pekalongan

Berdasarkan data angka Kabupaten Pekalongan, jumlah tanaman durian pada tahun 2017 sebanyak 149.008 pohon, dan pada tahun 2018 triwulan II sebanyak 4.268 pohon. Tanaman yang berproduksi pada triwulan II tersebut berada di kecamatan Paninggaran, Lebakbarang, Wonopringgo dan Kedungwuni. Jarak tanam yang digunakan adalah 10×10 dengan populasi 100 pohon/ha. Panen terjadi pada bulan Januari – Maret.

Durian lokal pekalongan setiap satu  pohonnya bisa menghasilkan 250-300 butir, bahkan ada yang mampu menghasilkan 500 butir per pohonnya.

Zakaria, pemilik pohon durian Lolong menyampaikan bahwa durian Lolong adalah durian lokal yang belum disertifikasi sehingga dirinya mengharapkan bantuan pemerintah untuk mensertifikasi varietas durian lolong agar diakui secara nasional sehingga durian tersebut dapat terus dikembangkan untuk mendapatkan mutu dan jumlah hasil panen yang lebih baik dan bisa menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Pekalongan.

Sedikitnya terdapat 13 jenis durian unggul di Indonesia antara lain Bido, Bawor, Matahari, Namlung, Pelangi, Serombut, Super Tembaga, Petruk, Pelangi, Madu Racun, Malika, Merah Banyuwangi, Lai Mahakam dan jenis lainnya.

Durian yang sering dicari adalah jenis Petruk, Sitokong, dan Matahari, dan Pelangi Manokwari.

Durian lokal Pekalongan yang sering dicari adalah Durian Ketan dan Matahari. Durian ini dibudidayakan oleh petani di wilayah Rogoselo dan Talun.

Durian matahari merupakan durian langka dan hanya Wasro yang berhasil membudidayakan. Sehingga ketika pembeli menanyakan varian durian tersebut, langsung diajaknya untuk memilih sendiri durian sudah matang lalu langsung makan di kebunnya. Daging tebal dan manis Durian matahari ini asalnya dari Jawa Barat. Dinamakan matahari karena dagingnya kuning seperti pancaran sinar matahari dan berbiji kecil.

Harga untuk satu kilo durian matahari dibendrol Rp 75.000. Durian matahari rata-rata berbobot 2 kg sampai 3 kg. Pohon durian matahari tumbuh dengan tinggi maksimal 3 meter dan 4-5 tahun baru bisa berbuah. Spesialnya lagi, durian matahari baunya tidak menyengat. Jadi kalau dibawa di dalam mobil tidak terlalu bau durian.

Durian Ketan  merupakan durian asli dari Desa Lemahabang. Durian lokal asli desa ini jika dibuka dagingnya berwarna putih kekuningan, berdaging tebal serta baunya yang menyengat begitu menggugah selera.

Varian durian lokal Pekalongan lainnya adalah Durian Boyo yang dikembangkan di Doromantek, Doro, Pekalongan.  Keunggulan durian boyo antara lain postur besar bisa mencapai 5-6 kg per butir, warna kuning, daging tebal, rasa manis, legit, dan enak, harum, kulit tidak mudah merekah dan bisa untuk pengiriman luar kota bahkan bisa tahan hingga 3 hari setelah jatuh.

Dalam setiap gelaran festival durian di Kabupaten Pekalongan selalu didapati varian baru. Pemkab melalui dinas terkait seyogyanya melakukan pendataan seluruh varian durian lokal dan membantu para petani durian  untuk melakukan sertifikasi.

Sertifikasi itu perlu dilakukan tidak hanya untuk menegaskan ciri durian khas Pekalongan, tapi juga untuk meningkatkan nilai dari seluruh jenis durian lokal yang ada di Pekalongan. (Bono)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Santai sambil menikmati Lutung Jawa bersantai

lutung jawa (swara owa)

Rapatnya pepohonan Sokokembang Petungkriyono menjadikan hutan ini menjadi habitat alami Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). Hewan yang terancam punah dan dilindungi berdasarkan UU no 5 Tahun 1990, tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan Permenhut no P.106 /MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Primata endemik yang biasa hidup berkelompok ini masih dapat kita jumpai di perjalanan menjelajah ruas Petungkriyono. Sesekali Lutung Jawa turun ke tanah atau jalanan untuk memangsa serangga, meski makanan utamanya adalah dedaunan.

Kelompok primata Lutung Jawa biasanya terdiri dari dua sampai dengan 15 individu. Saat ini masih ada enam kelompok yang mudah dijumpai di rerimbunan pohon Petungkriyono.  Dalam tiap kelompok, terdiri dari satu jantan dewasa dan beberapa betina (polyginous).

Mereka mudah diamati di pinggir jalan, tanpa merasa terganggu. Namun demikian, kita harus menjaga jarak dan tidak membuang sampah sembarangan untuk tetap menjadikan hutan Sokokembang tetap natural.

Aktivitas Lutung Jawa lebih banyak beristirahat yang digunakan untuk mencerna makanan yang dikonsumsinya. Pencernaannya hampir menyerupai ruminant, lambung bersekat-sekat dengan bantuan bakteri pencernaan untuk mencerna daun-daun. Meskipun terlihat tidur rebahan di cabang pohon, Lutung -lutung ini sebenarnya sedang mencerna makanannya.

Aktivitas lainnya yakni petan (mencari kutu_jawa), merupakan aktivitas sosial kawanan Lutung Jawa untuk membersihkan badan, memperkuat ikatan kelompok dan juga melepas ketegangan atau stress.

Pengamatan yang dilakukan oleh aktivis lingkungan swaraowa, selama Februari 2021 ditemukan enam betina yang sedang menggendong bayi. Bayi Lutung Jawa berwarna orange, kemudian berubah menjadi hitam dalam waktu 2,9 bulan. Perubahan warna ini merupakan bentuk adaptasi dan evolusi dimana semua anggota Lutung Jawa dalam kelompok akan mudah mengawasi dan melindungi bayi Lutung Jawa dari ancaman predator atau gangguan lainnya.

Beberpa kali perjalanan ke Petungkriyono, Lutung Jawa sering muncul di lapangan dekat SMA Negeri 1 Petungkriyono pada sore hari. Jika kalian ingin bersantai sambil menikmati sejuknya udara dan kawanan primata ini bersantai, tidak ada salahnya untuk datang. (Bono)

 

Terkait
Longsor, satu desa di Petungkriyono terisolasi

Petungkriyono, Wartadesa. - Tebing setinggi 25 meter longsor menyebabkan akses jalan ke Desa Curugmuncar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan tak bisa Read more

Sepenggal kisah guru di negeri di awan

Petungkriyono, Wartadesa. - Tidak kurang dari 52 kilometer, Wahyu Hendro Wijayanto (31), guru SD Negeri 02 Simego harus berjuang keras Read more

Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Pusat Kuliner Gemek Plaza kotor dan kumuh

gemek

Kedungwuni, Wartadesa. – Minimnya kebersihan di Pusat Kuliner Gemek Plaza (lapangan Gemek) Kedungwuni membuat area dengan ratusan pedagang UMKM tersebut terlihat kotor dan kumuh. Para pedagang membuang sampah tidak pada tempatnya disinyalir menjadi penyebab kekumuhan di obyek wisata kuliner kebanggaan warga Kota Santri.

Hal tersebut terungkap dalam rapat penataan Pasar Gemek sebagai tindak-lanjut kunjungan kerja Wakil Bupati Pekalongan, Jum’at (15/01). Rapat dihadiri oleh Sekcam Kedungwuni, Kakel.Kedungwuni Barat, Pengelola Pasar Gemek, Pengurus PPKG, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kel. Kedungwuni Barat yang sekaligus mewakili Kapolsek yang berhalangan hadir.

Terjadi over kapasitas pedagang yang berjualan pada hari Jum’at dan Ahad, sehingga rawan penularan Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan pendisipinan protokol kesehatan Covid-19.

Selain penerapan prokes, minimnya kebersihan lingkungan Pusat Kuliner Gemek, pengelola dan pengurus PPKG diharapkan mengupayakan kualitas, kebersihan dan ketertiban pasar Gemek mulai Senin (18/01) mendatang.

Setelah kegiatan berjualan, gerobak atau tempat berdagang segera dibongkar atau dibawa pulang dan tempat tersebut dibersihkan, tidak meninggalkan sampah di lokasi.

Rapat juga memutuskan, para pengelola akan mengambil tindakan tegas dengan mengedepankan pendekatan humanis agar para pedagang segera mentaati aturan agar tercipta lingkungan yang sehat dan terbebas dari Cobid-19. (Bono)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

OW Widuri tutup saat libur Nataru, OW di Batang tetap buka

widuri

Pemalang,  WartaDesa. –  Kebijakan tiap pemda menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) saat pandemi korona berbeda-beda. Diketahui, Pemkab Pemalang akan menutup pantai Widuri selama libur panjang tersebut, sementar Pemkab Batang membuka akses seluruh obyek wisata dengan menerapkan protokol kesehatan.

Penutupan aktivitas di obyek wisata Pantai Widuri ini diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Suharto. Menurutnya penutupan Widuri diambil menyusul bertambahnya kasus korona di Kota Ikhlas.

“Untuk wisata yang dikelola pemerintah akan ditutup selama libur panjang,”  ujar Suharto, Jum’at (18/12). Ia menambahkan, OW Widuri tutup pada 24-27 Desember, dan 31Desember hingga 3 Januari 2021.

Untuk obyek wisata yang dikelola oleh masyarakat masih buka.

Kebijakan berbeda dilakukan oleh Pemkab Batang. Wihaji mengatakan bahwa obyek wisata tidak dilarang beroperasi pada libur Nataru, namun diperketat protokol kesehatan demi mencegah penularan virus korona.

“Kita tidak melarang objek wisata untuk tetap buka, namun kita imbau agar ada pembatasan jumlah pengunjung dan penerapan protokol kesehatan yang ketat,”  tutur Wihaji.

Wihaji menyebut pihaknya bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk mengamankan dan menjaga protokol kesehatan pada obyek wisata.  (Bono)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

kerap terjadi kecelakaan, jalan rabat beton Bawang-Dieng dipasang rambu

jalan bawang-dieng

Batang, Wartadesa. –  Sembilan kecelakaan terjadi di ruas jalan baru rabat beton Bawan-Dieng terjadi semenjak ruas jalan tersebut dibuka. Dinas Perhubungan Kabupaten Batang mencatat tiga mobil dan tujuh motor mengalami kecelakaan saat melintas ruas jalan yang menanjak terjal tersebut.

“Dua orang meninggal dalam sembilan kecelakaan itu,” tutur Murdiono, Kepala Dishub Batang, Senin (22/06).

Ruas jalan Bawang-Dieng viral di media sosial lantaran keindahan panorama alam di sisi kiri-kanan jalan tersebut. Jalan yang sedianya diperuntukkan untuk akses perekonomian warga menjadi ramai dilewati para wisatawan.

“Kondisi jalan saat ini memang tidak dimungkinan untuk jalan wisata, karena kelaikan jalan belum diperhitungkan dari segi keamananya,” jelas Murdiono.

Murdiono menambahkan, jika selama satu tahun terjadi 15 korban meninggal akibat kecelakaan, ruas jalan akan ditutup oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Untuk meminimalisir angka kecelakaan Dishub dan Satlantas Polres Batang memasan rambu-rambu peringatan. “Oleh karena itu, Dishub dengan Satlantas Polres Batang sebagai langkah antisipasi memasang peringatan untuk berhati – hati dan kalau kendaraan bermotor tidak laik jalan agar tidak melawatinya,” lanjut Murdiono.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Pokres Batang, Ipda Sukorinto mengatakan bahwa pemasangan rambu dan PJU (penerangan jalan umum), guard rail, dan kaca cekung akan dilakukan segera.

“Jalan yang sangat curam, dan naiknya sangat tinggi maka akan ada rekayasa jalan untuk arah dari atas atau Dieng bisa melewati Dukuh Sigemplong-Mranten -Rejosari -Deles agar kendaraan tidak berpapsan dijalur Deles – Sigemplong,” tutur Sukorinto.

Sukorinto meminta warga yang melewati ruas jalan tersebut untuk berhati-hati. “Saya himbau kalau mau melewati jalan Bawang -Dieng jangan gunakan metik, kalau terpaksa harus dalam keadaan laik jalan, dan kendaraan apapun harus laik ajalan baik sepeda motor maupun mobil,” tutupnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Jalan-jalanKesehatan

Meski obyek wisata mulai dibuka, waspada jangan sampai jadi klaster baru

kalipaingan

Kajen, Wartadesa. – Pembukaan kembali obyek wisata secara bertahap di Kota Santri, menjadi angin segar bagi pelaku wisata. Namun juga perlu diwaspadai, jangan sampai muncul klaster baru Covid-19 dari pembukaan tempat wisata tersebut. Demikian disampaikan oleh Imam Nurhuda, pelaku pariwisata di Kabupaten Pekalongan yang juga aktivis lingkungan, Sabtu (13/06).

Menurut Imam, pembukaan obyek wisata, khususnya di Pekalongan sebaiknya harus dipertimbangkan lagi, boleh saja dibuka tapi harus mengikuti protokol kesehatan dan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Seandainya protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat, ketika wisata dibuka bisa jadi akan menjadi tempat penyebaran virus.” Ujarnya.

Meski demikian, Imam mengaku telah menyiapkan protokol kesehatan pada obyek wisata yang dikelolanya.

Pemuda yang mengaku secara informal menjadi marketing (memasarkan) obyek wisata Kalipaingan Linggoasri dan Lolong Adventure ini menambahkan bahwa tutupnya seluruh obyek wisata saat pandemi, berdampak besar bagi para pengelola obyek wisata.

Obyek wisata di Pekalongan yang kebanyakan dikelola oleh masyarakat memang sudah hampir tiga bulan tutup total. Pastilah ini menjadi sebuah kerugian karena berhentinya pemasukan. Bahkan bisa dikatakan sebagian karyawannya kemungkinan besar dirumahkan. Tapi saya melihat teman-teman pengelola sangat bersabar dan tetap mengikuti aturan yang dikeluarkan Pemda masing-masing,” papar Imam.

Menurut Imam, diluar masa pandemi Covid-19, momen (saat) liburan seperti lebaran atau libur hari besar, pengunjun obyek wisata membludak, namun saat ini turun drastis. Meski demikian pemerintah daerah kuran responsif terhadap pelaku wisata.

“Pada moment lebaran Idulfitri atau liburan hari besar, obyek wisata tetap tutup dengan harus menanggung kerugian tidak adanya pemasukan. Padahal biasanya pemasukan bisa mencapai 10 kali lipat dari pendapatan bulan- biasa.” Ujar pria yang akrab dipanggil Kang Hoed ini.

Saya juga melihat tutupnya tempat wisata, kurang mendapat perhatian, baik pemda setempat maupun pemrov. Harapan kami sebagai pelaku wisata, mohon perhatian kepada pemda/pemrov baik Bupati Pekalonan, Asip Kolbihi maupun Gubernur Ganjar Pranowo selama masa pandemi seluruh wisata tutup total, khususnya wisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat bisa dapat pengganti sembako atau uang kebijaksanaan. Karena sudah tidak bekerja selama masa itu.” Pungkas Imam.  (Buono)

Berita terkait:

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

black canyon

Pemalang, Wartadesa. – Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup akibat pandemi virus Korona. Pembukaan kembali obyek wisata kala masa pandemi menjadi dilema, satu pihak, tren positif Korona di Indonesia selalu naik, dilain pihak, warga sudah mulai bosan dan ingin refreshing menikmati indahnya alam raya. Pun bagi pelaku usaha pariwisata, pembukaan kembali obyek wisata menjadi angin segar, agar mereka tidak semakin terpuruk.

Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan pada Rabu (10/06) mengatakan akan pelan-pelan membuka obyek wisata di seluruh Kota Santri, dimulai dari Petungkriyono, yang merupakan zona hijau.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Pemalang akan mulai membuka obyek wisata Pantai Widuri secara secara simulasi dan bertahap mulai Sabtu (13/06).

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso menjadikan Forest Kopi sebagai pilot project (percontohan) obyek wisata yang dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Lampu hijau dibukanya kembali obyek wisata di beberapa wilayah tersebut membawa angin segar bagi pelaku wisata di Kabupaten Pekalongan. Cahyono, salah seorang pengelola obyek wisata Black Canyon Petungkriyono mengunkapkan bahwa kondisi di negeri di atas awan saat ini aman, lantaran setiap wisatawan maupun warga yang naik ke Petungkriyono diwajibkan menengenakan masker. “Aman inshaAllah…. Seng munggah petung diwajibkan pake masker pak….” Ujarnya, Sabtu (13/06).

Cahyono menambahkan bahwa Black Canyon di Desa Kayupuring, Petunkriyono sudah menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjun maupun pengelola. “Terutama di setiap sudut warung disiapkan pancuran buat cuci tangan plus sabun cair.” Jelasnya

“Yang boleh masuk (ke obyek wisata) yang pake masker…. Dan (para wisatawan) diberi edukasi jaga jarak,” lanjut Cahyono.

Saat ini obyek wisata Black Canyon sudah dibuka sejak beberapa hari lalu, sedang obyek wisata lainnya, seperti obyek wisata Welo Asri baru akan dibuka Senin lusa.

Sebagai pelaku dunia pariwisata, Cahyono mengaku selama pandemi Korona ini pengunjung wisatawan ke Petungkriyono turun drastis, “90 % turun derastis… setelah adanya lampu hijau oleh pemerintah, membuka kembali obyek wisata, kami berharap agar pengunjung Petungkriyono kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. (Buono)

Terkait
Longsor, satu desa di Petungkriyono terisolasi

Petungkriyono, Wartadesa. - Tebing setinggi 25 meter longsor menyebabkan akses jalan ke Desa Curugmuncar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan tak bisa Read more

Sepenggal kisah guru di negeri di awan

Petungkriyono, Wartadesa. - Tidak kurang dari 52 kilometer, Wahyu Hendro Wijayanto (31), guru SD Negeri 02 Simego harus berjuang keras Read more

Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Lomba dayung Dragon Boat ke-4 digelar, perebutkan motor

lomban

Batang, Wartadesa. – 84 peserta mengikuti gelaran Festival Dragon Boat Racing (lomban –lomba dayung) di sungai Sambong, Desa Klidang Wedan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang dengan hadiah utama sepeda motor. Pun, Bupati Batang, Wihaji menambah hadiah uang tunai Rp 1,5 juta untuk menambah kemeriahan acara. Gelaran acara dihelat pada Selasa 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Agenda acara yang keempat kalinya ini menurut Wihaji menjadi daya tarik wisata. “Tentu ini bisa menjadi daya tarik wisata dari luar daerah, jadi semoga setiap tahunnya bisa digelar lebih meriah lagi,” ujarnya.

Untuk menarik wisata berkunjung dalam acara tersebut, Wihaji meminta agar warga selalu menjaga kebersihan sungai. Ia pun mengangkarkan Rp 100 juta untuk mendukung pembangunan sungai Sambong. “Pemkab juga sudah mengusulkan Pembangunan Pelabuhan Ikan higeinis dan direspon pemerintah pusat sehingga 2021 mendapatkan anggatan Rp 50 juta,” jelasnya.

Wihaji berharap agar warga setempat tidak buang air besar di sepanjang kali, untuk menjaga kali tetap bersih. “Saya masih lihat Sungai Sambong menjadi tempat BAB, itu yang harus dihilangkan,” pungkasnya.

Ketua Panitia,   Dana khodolik  mengungkapkan bahwa acara ditahun keempat ini memperebutkan motor untuk juara pertama dan uang pembinaan. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Tips menghindari tenggelam ketika liburan di pantai

tenggelam

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kabar duka disampaikan oleh PMI Kota Pekalongan, Mohammad Fahmi (6) siswa SD asal Boyongsari, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan meninggal tenggelam di Pantaisari, Boom saat berenang di pantai. Sementara rekannya, Miftahul Ababil (10) warga Boyongsari, selamat dan kini dirawat di RS Budi Rahayu.

Keterangan dari petugas PMI Kota Pekalongan keduanya berenang di Pantai Boom bersama rekan-rekan mereka, total ada 10 anak. Dua dari mereka yakni Fahmi dan Miftah tenggelam, keduanya diselamatkan penjaga gudang ikan asin, Jum’at (20/12) sore.

Berwisata ke pantai dan berenang menikmati deburan ombak memang mengasyikkan. Untuk menjaga diri agar tidak terseret arus ombak maupun tenggelam, berikut tipsnya,

1. Mengecek Keadaan Ombak sebelum Berenang

Keadaan ombak di laut diketahui menunjang kenyamanan wisatawan selama berenang. Untuk itu, jangan ragu bertanya kepada penjaga pantai terlebih dahulu mengenai kondisi terkini ombak. Bila sudah mendapat konfirmasi aman dari mereka, anda tentu bisa menjalankan aktivitas berenang dengan perasaan tenang.

Perlu anda ketahui, ombak dengan karakteristik ‘liar’ dapat menyulitkan seseorang untuk mengatur gerakan tubuh selama berenang. Tidak hanya itu, ombak yang besar juga ditakutkan membuat wisatawan terseret jauh dari garis pantai. Jadi, pastikan kondisi ombak terlebih dahulu sebelum menjajal berenang ya bro!

2. Tidak Berenang ketika Badai Datang

Sebelum berenang di perairan laut tertentu, ada baiknya wisatawan memerhatikan situasi atau keadaan agar terhindar dari risiko buruk. Salah satu waktu paling tidak tepat untuk berenang di laut adalah saat badai tiba. Bila nekat berenang ketika badai datang, anda dikhawatirkan terkena sambaran petir yang mengancam nyawa. Seram sekali, bukan?

Oleh sebab itu, hindari aktivitas berenang di laut saat badai atau cuaca buruk karena dapat membahayakan keselamatan diri. Himbauan ini juga berlaku bagi wisatawan yang gemar menghabiskan waktu di area panta dengan berjemur atau bermain. Intinya, tetap utamakan keselamatan diri selama berwisata ya bro!

3. Memandang tanpa Menyentuh

Selain berenang, aktivitas lain yang banyak dilakukan wisatawan di laut adalah diving dan snorkeling. Banyak orang tertarik melakukan kegiatan ini untuk menikmati keindahan alam bawah laut di suatu perairan. Melihat terumbu karang dan kawanan ikan kecil tentunya bakal mengurangi beban dalam pikiran.

Keelokan flora dan fauna laut sebaiknya tidak membuat anda terlena untuk menyentuhnya secara langsung. Hal ini dimaksudkan agar penyelam tidak menyakiti makhluk laut. Selain itu, menjauhkan kontak langsung dengan hewan dan tumbuhan laut juga ditujukan agar anda tidak mengalami hal buruk tak terduga.

Jadi, penyelam baiknya memandangi fauna dan flora laut saja selama snorkeling atau diving. Urungkan niat untuk menyentuh mereka secara langsung demi keamanan diri serta kelestarian lingkungan laut. anda yang mengaku sebagai pencinta alam sejati tentu mampu memahami hal ini dengan baik. Setuju ‘kan bro?

4. Tidak Berkunjung ke Perairan yang Dihuni Ubur-ubur Menyengat

Ubur-ubur menyengat merupakan salah satu hewan laut yang mesti diwaspadai wisatawan selama berenang. Meski kebanyakan ubur-ubur menyengat, makhluk laut ini rata-rata tidak memiliki racun mematikan. Agar terhindar dari sengatan ubur-ubur, wisatawan baiknya menanyakan lokasi berenang yang aman dari hewan tersebut.

Bila terkena sengatan ubur-ubur, wisatawan perlu meminta bantuan penjaga pantai agar segera mendapat penanganan medis secara cepat. Dengan begitu, luka yang anda alami dapat segera terobati. anda pun menghindari berbagai macam kemungkinan buruk. Jadi, perhatikan lokasi berenang yang anda pilih ya bro!

5. Beristirahat Sejenak di Sela-sela Kegiatan Berenang

Di sela-sela aktivitas liburan, anda juga perlu mengambil waktu istirahat demi menjaga kondisi daya tahan tubuh. Ada banyak hal tidak baik yang didapat wisatawan jika terlalu lama terkena sinar matahari, misalnya seperti hipotermia, heat stroke atau kenaikan suhu tubuh hingga 40 derajat celcius, kelelahan, serta kulit terbakar. Tidak enak sekali, bukan?

Jika ingin terhindar hal-hal tersebut, sempatkanlah waktu untuk istirahat selama beberapa menit. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi air mineral segar serta makanan ringan. Selain itu, anda juga perlu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari panas sinar matahari. Oke, bro?

6. Tidak Menyelam di Perairan dengan Tingkat Kedalaman yang Tak Diketahui

anda dihimbau tidak menyelam di perairan yang tingkat kedalamannya tidak diketahui. Jangan sampai keinginan untuk menjajal diving membuat anda terseret dalam situasi berbahaya. Selain itu, hindari menyelam dengan posisi kepala masuk ke dalam air terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah risiko benturan terhadap bongkahan batu besar yang berbahaya. Oke, bro? anda disarankan bertanyalah lebih dahulu kepada penjaga pantai mengenai lokasi aman untuk menyelam demi keselamatan diri.

Dengan mengamati enam hal di atas, anda dapat meminimalisir risiko tenggelam dan bahaya-bahaya lainnya yang mungkin terjadi saat berenang. Tetap berhati-hati ya bro! (Eva Abdullah, dirangkum dari berbagai sumber)

 

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya