close

Kesehatan

KesehatanOpini

Kasumba Turate: Dari Kearifan Lokal ke Ilmu Pengetahuan Modern untuk Kesehatan dan Kecantikan

kasumbar

Oleh: apt. Virsa Handayani, M.Farm

Pemanfaatan bahan alam dalam bidang kesehatan dan kecantikan terus mengalami perkembangan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk yang aman, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya lokal. Salah satu tanaman yang kembali memperoleh perhatian dalam kajian akademik adalah Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L.), tanaman yang secara historis telah digunakan dalam praktik tradisional masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan.

Kasumba Turate tidak hanya dikenal sebagai pewarna alami dalam tradisi budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ramuan herbal untuk menunjang kebugaran dan perawatan diri. Praktik ini lahir dari pengalaman empiris masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, dalam konteks ilmu pengetahuan modern, pengetahuan tersebut perlu dikaji secara sistematis agar manfaatnya dapat dipahami, diuji, dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dalam kajian akademik, pengembangan bahan alam berbasis kearifan lokal menuntut pendekatan yang tidak hanya empiris, tetapi juga rasional dan metodologis. Virsa Handayani, mahasiswi Program Doktoral Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, menjelaskan bahwa integrasi antara pengetahuan tradisional dan ilmu pengetahuan modern merupakan fondasi penting dalam pengembangan riset bahan alam yang bertanggung jawab.

Dalam perspektif filsafat ilmu pengetahuan, kearifan lokal merupakan bentuk pengetahuan empiris yang memiliki nilai epistemologis. Ilmu pengetahuan modern tidak meniadakan pengalaman tradisional, melainkan mengembangkannya melalui proses rasionalisasi dan verifikasi metodologis. Pendekatan ini menempatkan tradisi sebagai titik awal eksplorasi ilmiah, bukan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan sains.

Berbagai kajian menunjukkan bahwa bunga Kasumba Turate mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi berperan sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan memiliki relevansi penting dalam bidang kesehatan karena berkaitan dengan upaya menekan stres oksidatif, yang diketahui berkontribusi terhadap proses degeneratif. Dalam konteks kecantikan, aktivitas tersebut juga dikaitkan dengan perlindungan kulit dari penuaan dini akibat faktor lingkungan.

Lebih lanjut, Virsa Handayani menekankan bahwa pendekatan ilmiah terhadap bahan alam harus diarahkan pada pemahaman mekanisme biologis yang mendasari manfaatnya, sehingga pemanfaatannya tidak berhenti pada klaim tradisional semata, tetapi berkembang menjadi pengetahuan yang rasional dan aman untuk diaplikasikan.

Selain itu, kajian Kasumba Turate juga membuka ruang integrasi antara ilmu pengetahuan dan konteks sosial-budaya. Pendekatan ini mencerminkan paradigma ilmu yang humanis dan kontekstual, di mana penelitian tidak terlepas dari nilai budaya, etika, dan keberlanjutan sumber daya alam. Dengan demikian, pengembangan bahan alam lokal tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial.

Melalui penguatan kajian ilmiah yang berlandaskan filsafat ilmu pengetahuan, Kasumba Turate berpotensi dikembangkan sebagai bahan pendukung kesehatan dan kecantikan berbasis herbal yang berakar pada kearifan lokal Indonesia. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan modern dapat tumbuh dari tradisi, selama diuji dengan nalar kritis, metodologi yang tepat, dan orientasi pada kemaslahatan manusia. ***

Penulis adalah Mahasiswi Prodi Doktoral Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanOpini

Pengobatan Penyakit Secara Individual: Mengapa Setiap Orang Membutuhkan Terapi yang Berbeda?

faturahman

Oleh: Muhammad Fathurrahman

Selama ini, banyak orang berpikir bahwa satu jenis obat bisa cocok untuk semua pasien dengan penyakit yang sama. Misalnya, semua pasien diabetes mendapat obat yang serupa, atau semua pasien hipertensi minum obat yang sama. Padahal, pada kenyataannya, setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga respons terhadap obat juga bisa berbeda.

Inilah yang menjadi dasar dari konsep pengobatan penyakit secara individual, atau sering disebut personalized medicine.

Apa Itu Pengobatan Secara Individual?

Pengobatan secara individual adalah pendekatan terapi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pasien, bukan hanya berdasarkan jenis penyakitnya.

Penyesuaian ini bisa berdasarkan:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Berat badan
  • Riwayat penyakit
  • Kondisi organ (hati, ginjal, jantung)
  • Gaya hidup
  • Faktor genetik (bawaan sejak lahir)

Tujuannya sederhana:

Memberikan obat yang paling tepat, dengan dosis yang tepat, pada pasien yang tepat.

Mengapa Setiap Orang Bisa Memberi Respons Berbeda terhadap Obat?

Pernahkah Anda mendengar bahwa:

  • Ada orang yang cepat sembuh dengan suatu obat
  • Ada yang tidak bereaksi sama sekali
  • Ada pula yang justru mengalami efek samping berat

Hal ini terjadi karena tubuh setiap orang bekerja dengan cara yang berbeda, terutama dalam:

  • Menyerap obat
  • Mengubah obat di dalam hati
  • Membuang obat melalui ginjal

Selain itu, faktor genetik juga memengaruhi bagaimana tubuh merespons obat tertentu.

Contoh Pengobatan Secara Individual dalam Kehidupan Sehari-hari

Beberapa contoh yang sering kita temui:

  1. Dosis obat anak berbeda dengan dewasa
    Anak tidak bisa diberi dosis yang sama seperti orang dewasa.
  2. Pasien dengan gangguan ginjal
    Dosis obat sering harus diturunkan agar tidak menumpuk dan meracuni tubuh.
  3. Pasien alergi obat tertentu
    Harus diberi alternatif obat yang lebih aman.
  4. Pasien diabetes
    Ada yang cukup dengan diet dan olahraga, ada yang perlu obat, dan ada yang harus insulin.

Peran Tes Genetik dalam Pengobatan Modern

Di era sekarang, pengobatan semakin maju dengan adanya tes genetik. Tes ini dapat membantu dokter mengetahui:

  • Obat mana yang paling efektif
  • Obat mana yang berisiko menimbulkan efek samping
  • Dosis yang paling sesuai

Contohnya:

  • Beberapa obat jantung dan kanker kini dipilih berdasarkan hasil tes genetik pasien.

Namun, tes ini masih belum digunakan secara luas karena biaya dan ketersediaan yang terbatas.

Manfaat Pengobatan Secara Individual

Pendekatan ini memberikan banyak keuntungan, antara lain:

  • Lebih efektif: peluang sembuh lebih besar
  • Lebih aman: risiko efek samping lebih kecil
  • Lebih efisien: mengurangi percobaan ganti-ganti obat
  • Lebih manusiawi: pasien diperlakukan sebagai individu, bukan sekadar “penyakit”

Peran Dokter dan Apoteker

Pengobatan secara individual tidak bisa dilakukan sendiri. Peran tenaga kesehatan sangat penting:

  • Dokter menegakkan diagnosis dan memilih terapi yang sesuai
  • Apoteker memastikan obat, dosis, dan cara pakai sudah tepat serta memberikan edukasi kepada pasien

Pasien juga berperan aktif dengan:

  • Memberi informasi riwayat penyakit yang lengkap
  • Menginformasikan obat yang sedang dikonsumsi
  • Melaporkan efek samping yang dirasakan

Kesimpulan

Pengobatan penyakit secara individual adalah pendekatan modern yang menyesuaikan terapi dengan kondisi unik setiap pasien.

Pendekatan ini membantu:

  • Meningkatkan keberhasilan pengobatan
  • Mengurangi risiko efek samping
  • Memberikan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas

Dengan berkembangnya ilmu kedokteran dan farmasi, masa depan pengobatan akan semakin tepat sasaran dan berpusat pada pasien. ***

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Farmasi, Program Studi Doktoral Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanOpini

Sintesis Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Ilmu Farmasi dalam Inovasi Model Intervensi Digital Apoteker Berbasis User-Centered Design pada Pasien Hemodialisis

foto penulis

Oleh: apt. Siti Rahmawati.,S.Farm.,M.Farm

Ilmu farmasi sebagai disiplin keilmuan terapan tidak hanya berorientasi pada obat sebagai objek material, tetapi juga pada manusia sebagai subjek utama. Dalam konteks penyakit kronis seperti gagal ginjal stadium akhir yang memerlukan terapi hemodialisis, praktik kefarmasian menghadapi tantangan besar seperti kompleksitas biologis, psikologis, sosial, dan teknologi. Diperlukan landasan filsafat ilmu yang kuat agar pengembangan pengetahuan tidak bersifat teknokratis semata, tetapi juga bermakna secara ilmiah, etis, dan humanistik.

Secara ontologis, pasien hemodialisis tidak dipahami hanya sebagai entitas biologis yang menerima terapi farmakologis, melainkan sebagai individu dengan sistem keyakinan, perilaku, persepsi risiko, dan pengalaman hidup yang memengaruhi keberhasilan terapi. Keyakinan terhadap obat, kepatuhan pengobatan, persepsi risiko, dan kualitas hidup merupakan realitas yang bersifat abstrak dan konstruk psikososial, namun memiliki eksistensi nyata dalam praktik kefarmasian karena secara langsung memengaruhi luaran klinis dan humanistik. Realitas tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan terbentuk melalui interaksi pasien dengan obat, tenaga kesehatan, sistem layanan, serta teknologi digital. Intervensi digital apoteker secara ontologis dipahami sebagai artefak ilmiah hasil rekayasa kefarmasian, yang diciptakan untuk menjembatani kebutuhan manusia dengan sistem terapi. Dengan demikian, terjadi pergeseran ilmu farmasi dari paradigma product-oriented menuju paradigma patient-centered dan technology-enabled pharmaceutical care.

Pengetahuan tentang efektivitas intervensi digital apoteker diperoleh melalui proses ilmiah yang menggabungkan metode kuantitatif berbasis bukti dengan pemahaman kontekstual terhadap pengalaman pengguna. Pengukuran perubahan keyakinan, kepatuhan, persepsi risiko, dan kualitas hidup dilakukan melalui instrumen yang tervalidasi secara ilmiah, mencerminkan pendekatan positivistik dan post-positivistik yang menekankan objektivitas, reliabilitas, dan validitas. Namun, pendekatan user-centered design menempatkan pasien sebagai subjek aktif dalam proses pengembangan intervensi, sehingga pengetahuan juga dibangun melalui pemahaman subjektif, partisipatif, dan kontekstual. Epistemologi ini bersifat konstruktivistik-kritis, di mana kebenaran ilmiah tidak hanya ditentukan oleh signifikansi statistik, tetapi juga oleh relevansi klinis, keberterimaan pengguna, dan keberlanjutan praktik. Pengetahuan farmasi dipahami sebagai hasil dialog antara teori, bukti empiris, dan praktik profesional apoteker dalam ekosistem digital kesehatan.

Pengembangan model intervensi digital apoteker bukan semata menghasilkan inovasi teknologi, tetapi meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis melalui penguatan keyakinan positif terhadap terapi, peningkatan kepatuhan, dan pemahaman risiko yang rasional. Nilai etika dalam tercermin dalam penghormatan terhadap otonomi pasien, perlindungan privasi dan keamanan data digital, serta prinsip keadilan dalam akses layanan kefarmasian. Peran apoteker dalam intervensi digital diposisikan sebagai pendamping terapi (pharmaceutical care provider), bukan sekadar penyampai informasi, sehingga memperkuat dimensi humanistik profesi farmasi. Aksiologi mencakup kontribusinya terhadap pengembangan praktik kefarmasian modern, transformasi layanan kesehatan berbasis digital, serta penguatan posisi apoteker dalam sistem pelayanan penyakit kronis. Dengan demikian, ilmu farmasi tidak hanya bernilai secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi pasien, profesi, dan sistem kesehatan.

Secara filosofis, inovasi model intervensi digital apoteker berbasis user-centered design pada pasien hemodialisis merepresentasikan kesatuan ontologi manusia sebagai pusat terapi, epistemologi pengetahuan berbasis bukti dan pengalaman, serta aksiologi yang menjunjung nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial. Landasan filsafat ini menegaskan bahwa ilmu farmasi modern adalah ilmu yang ilmiah, humanistik, dan transformatif, selaras dengan tantangan pelayanan kefarmasian di era digital dan penyakit kronis. .***

Penulis adalah  Mahasiswa program Doktoral Ilmu Farmasi Universitas Ahmad Dahlan dan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS Dr Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanOpini

Inovasi Sehat untuk Diabetes: Peran Multigrain, Umbi Yakon, dan Daun Kelor dalam Menjaga Gula Darah

foto

Oleh : Elisa Issusilaningtyas

Diabetes mellitus telah menjadi ancaman kesehatan global yang serius, dengan prevalensi terus meningkat di seluruh dunia. Di tengah keterbatasan akses obat-obatan dan efek samping yang tidak diinginkan, masyarakat kini mulai melirik kembali kepada kearifan alam. Penderita diabetes perlu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil, dan salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memilih makanan yang tepat. Salah satunya adalah inovasi makanan sehat yang menggabungkan tiga bahan alami multigrain, umbi yakon, dan daun kelor muncul sebagai inovasi sehat yang menjanjikan dalam membantu mengontrol kadar gula darah penderita diabetes.

Multigrain adalah campuran berbagai biji-bijian seperti gandum, jagung, dan beras merah. Biji-bijian ini kaya akan serat dan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga dapat membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan. Penelitian komprehensif menunjukkan bahwa konsumsi multigrain secara signifikan dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa dan hemoglobin terglikasi (HbA1c) pada penderita diabetes. Studi meta-analisis yang melibatkan berbagai uji klinis menemukan bahwa asupan 50 gram multigrain per hari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 24%. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa proporsi multigrain yang lebih tinggi dalam sumber karbohidrat berkorelasi negatif dengan fluktuasi glukosa darah setelah makan. Para ahli merekomendasikan asupan harian lebih dari 150 gram bahan multigrain sebagai pendekatan preventif untuk diabetes. Intervensi dengan berbagai jenis multigrain terbukti lebih efektif dibandingkan konsumsi tunggal satu jenis biji-bijian saja

Umbi yakon (Smallanthus sonchifolius), tanaman asal Amerika Selatan yang kini mulai dikenal luas, memiliki potensi luar biasa sebagai agen antidiabetes. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air dari berbagai bagian tanaman yakon dapat meningkatkan toleransi glukosa secara signifikan. Ekstrak daun yakon mampu menurunkan indeks glikemik terintegrasi hingga 30,2%, sementara ekstrak umbi menunjukkan efek yang lebih kuat dengan penurunan mencapai 39,4%. Keunggulan yakon terletak pada kandungan fruktooligosakaridasnya yang tinggi sekitar 70-80% dari komposisinya yang berfungsi sebagai prebiotik alami. Senyawa bioaktif dalam yakon, terutama ester asam caffeic, berkontribusi pada efek hipoglikemik yang telah diakui secara luas dalam komunitas ilmiah. Umbi ini tidak hanya membantu menurunkan gula darah, tetapi juga memodulasi sistem imun dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

Daun kelor (Moringa oleifera) yang mudah ditemukan di Indonesia ternyata menyimpan khasiat menakjubkan untuk penderita diabetes. Studi klinis menunjukkan bahwa suplementasi daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c secara bermakna. Dalam sebuah penelitian quasi-eksperimental, konsumsi jus daun kelor selama tujuh hari berturut-turut mampu menurunkan kadar gula darah rata-rata sebesar 15,7 mg/dL pada pasien diabetes tipe 2. Lebih menggembirakan lagi, terapi rebusan daun kelor terbukti efektif menurunkan kadar gula darah dan HbA1c dengan nilai signifikansi yang tinggi. Kandungan flavonoid, beta-karoten, vitamin C, dan senyawa bioaktif lainnya dalam daun kelor bekerja sebagai agen antihiperglikemik alami yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur metabolisme karbohidrat

Kombinasi olahraga aerobik dengan suplementasi daun kelor bahkan menunjukkan efek sinergis yang superior dalam meningkatkan kontrol glikemik, profil lipid, dan kadar adiponektin pada pasien diabetes tipe 2.

Sinergi multigrain diperkaya umbi yakon, dan daun kelor bisa menjadi alternatif yang aman dan alami dalam pengelolaan diabetes untuk membantu mengatur kadar gula darah. Multigrain menyediakan karbohidrat kompleks yang melepas energi bertahap membantu menjaga kestabilan gula darah dengan serat dan karbohidrat kompleks, sementara umbi yakon menambah rasa manis alami plus prebiotik, dan kelor memberikan vitamin serta senyawa bioaktif pelindung. Formulasi tepat menghasilkan produk dengan indeks glikemik rendah (52-56), tinggi protein (11,2-14,3%), tinggi serat (9,1-11,6%), dan kaya antioksidan dengan konsep “makanan sebagai obat” dalam filosofi pengobatan tradisional. ***

Penulis adalah Mahasiswa Prodi S3 Ilmu Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan Dosen Farmasi Universitas Al-Irsyad Cilacap

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanOpini

Kearifan Alam dan Keilmuan Islam: Inovasi Granul Effervescent Antidiabetes untuk Masyarakat

foto

Oleh: Nikmah Nuur Rochmah

Peningkatan kasus diabetes melitus di Indonesia menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Kondisi ini menuntut hadirnya inovasi yang tidak hanya efektif secara ilmiah, tetapi juga terjangkau, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. Salah satu upaya yang berkembang adalah inovasi granul effervescent antidiabetes berbasis kombinasi umbi bit merah, jahe, batang sereh, dan buah nanas, yang dikaji dalam perspektif keilmuan Islam dan kearifan alam.

Dalam pandangan Islam, alam semesta merupakan amanah dari Allah SWT yang mengandung tanda-tanda kebesaran-Nya (ayat kauniyah). Setiap tumbuhan diciptakan dengan fungsi dan manfaat bagi kehidupan manusia. Umbi bit merah dikenal kaya antioksidan alami, jahe memiliki aktivitas antiinflamasi dan pengatur metabolisme, sereh berpotensi mendukung keseimbangan metabolik, sedangkan nanas mengandung enzim alami yang membantu proses pencernaan. Kombinasi keempat bahan alam ini mencerminkan kearifan lokal yang selama berabad-abad telah dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari pengobatan tradisional.

Keunggulan inovasi ini terletak pada bentuk sediaannya, yaitu granul effervescent. Bentuk ini dipilih karena praktis, mudah dikonsumsi, memiliki rasa yang lebih dapat diterima, serta memungkinkan penyerapan senyawa aktif secara lebih cepat. Dari sisi keilmuan farmasi, formulasi effervescent menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan modern dapat mengoptimalkan bahan alam tanpa menghilangkan karakter alaminya. Inilah wujud sinergi antara sains kontemporer dan pengetahuan tradisional yang berakar pada budaya masyarakat.

Dalam kajian filsafat ilmu Islam, inovasi ini dapat dipahami melalui tiga aspek utama. Secara ontologis, bahan alam dipandang sebagai ciptaan Tuhan yang memiliki hakikat dan potensi penyembuhan. Secara epistemologis, pengembangannya dilakukan melalui metode ilmiah—eksperimen, pengujian, dan pembuktian—yang sejalan dengan tradisi keilmuan Islam yang menjunjung tinggi akal dan observasi. Sementara itu, secara aksiologis, tujuan inovasi ini diarahkan pada kemaslahatan umat, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui solusi kesehatan yang aman dan terjangkau.

Lebih dari sekadar produk kesehatan, granul effervescent antidiabetes ini juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi. Pemanfaatan bahan alam lokal membuka peluang pemberdayaan petani dan masyarakat desa, sekaligus mendorong kemandirian bangsa dalam pengembangan produk kesehatan berbasis sumber daya sendiri. Nilai ini sejalan dengan prinsip Islam tentang keadilan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan.

Dengan demikian, inovasi granul effervescent dari umbi bit merah, jahe, batang sereh, dan buah nanas bukan hanya menjawab tantangan medis diabetes melitus, tetapi juga merepresentasikan wajah peradaban Islam yang berkemajuan—peradaban yang memadukan iman, ilmu, dan amal. Melalui kearifan alam dan keilmuan Islam, inovasi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat sekaligus inspirasi bagi pengembangan sains yang beretika dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. ***

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan Mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Al-Irsyad Cilacap

 

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Bekali Calon Bidan Ilmu Holistik, FIKes UMPP Bedah Buku Yoga Prenatal untuk Kehamilan Sehat

template berita foto warta desa

Pekalongan, Warta Desa, – Kesehatan ibu dan anak menjadi fokus utama dalam agenda akademik terbaru di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Pada Kamis, 15 Januari 2026, Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan menggelar acara bedah buku bertajuk Relaxing Prenatal Yoga yang bertempat di Auditorium Kampus Ambokembang. Kegiatan yang mengusung tema besar mengenai peningkatan kebugaran ibu hamil dan penguatan deteksi dini ini diikuti dengan penuh semangat oleh ratusan mahasiswa serta jajaran sivitas akademika.

Acara ini menghadirkan sosok inspiratif Catur Erty Suksesty, yang merupakan penulis buku sekaligus Ketua Program Studi Profesi Bidan dari Universitas Muhammadiyah Tangerang sebagai pembicara utama. Materi dalam buku tersebut dikupas tuntas oleh Fitriyani, dosen dari UMPP sendiri, dengan panduan moderator mahasiswi kebidanan, Sasa Septianti. Kehadiran para ahli ini memberikan warna baru dalam memahami proses kehamilan dari sudut pandang yang lebih menyeluruh dan aplikatif bagi masyarakat luas.

Wakil Dekan I FIKes UMPP, Nina Zuhana, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Beliau menegaskan bahwa bedah buku bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan upaya nyata untuk memperkuat materi pembelajaran mahasiswa agar lebih siap terjun ke lapangan. Harapannya, ilmu yang didapatkan dari buku ini dapat langsung dipraktikkan oleh para calon bidan untuk membantu para ibu di desa-desa dalam menjalani masa kehamilan dengan lebih berkualitas.

Melalui diskusi mendalam, peserta diajak memahami bahwa Yoga Prenatal bukan hanya soal gerak fisik atau olahraga biasa. Metode ini merupakan terapi holistik yang menggabungkan keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Dengan rutin melakukan latihan ini, ibu hamil diharapkan mampu mencapai kestabilan emosional dan kesadaran diri yang tinggi. Hal ini sangat krusial dalam menciptakan kondisi fisik yang optimal bagi janin serta membantu ibu menghadapi proses persalinan secara alami dengan perasaan yang tenang dan berdaya.

Fitriyani selaku pembedah buku sangat merekomendasikan karya ini untuk dibaca oleh masyarakat luas, mulai dari ibu hamil, para suami, hingga tenaga kesehatan. Keunggulan utama buku ini terletak pada penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna tanpa menghilangkan esensi keilmuannya. Halini membuat teknik yoga yang terlihat rumit menjadi lebih mudah dipahami dan dipraktikkan di rumah sebagai bagian dari perawatan kehamilan mandiri.

Penyelenggaraan bedah buku ini menjadi bukti nyata komitmen FIKes UMPP dalam melahirkan tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga humanis. Dengan menguasai pendekatan holistik seperti yoga prenatal, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra terbaik bagi para ibu di masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah ***

Kontributor: Davina Zafa

Editor: Buono

Terkait
Latih Mental di Kampus: Mahasiswa Farmasi UMPP Unjuk Gigi, Dari Jadi MC Hingga Pimpin Lagu

PEKALONGAN, Warta Desa – Menjadi seorang calon apoteker ternyata tidak hanya soal menghafal rumus obat di dalam kelas. Di Universitas Read more

Bukan Sekadar Racik Obat, Mahasiswa Farmasi UMPP Kini Belajar Teknologi AI dan Data Digital

PEKALONGAN, Warta Desa – Dunia pengobatan kini tidak lagi hanya soal menumbuk puyer atau meracik sirup. Menghadapi era modern, mahasiswa Read more

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Digital Farmasi, Antusiasme Mahasiswa UMPP Ikuti Pakar ITB

Warta Desa, Pekalongan – Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Read more

Cetak Relawan Tangguh, KSR PMI UMPP Lantik Anggota Baru di Linggoasri

KAJEN, Warta Desa. – Bumi Perkemahan Linggoasri menjadi saksi bisu lahirnya generasi baru relawan kemanusiaan. Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan PublikPemberantasan Korupsi

Gedung Megah Rp47 Miliar RSUD Kajen Retak dan Ambrol, Ormas Desak BPK Audit Proyek Kartini Sakti

f7a4869be7a94ed896bf5add431fddb8

KAJEN, Warta Desa – Harapan masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk menikmati fasilitas kesehatan yang kokoh dan nyaman di RSUD Kajen kini terusik. Gedung Kartini Sakti yang baru diresmikan oleh Bupati Pekalongan pada April 2024 lalu, kini kondisinya memprihatinkan. Meski baru berusia 19 bulan, gedung yang menelan dana pusat sebesar Rp47 miliar tersebut mulai menunjukkan kerusakan serius.

Pantauan di lokasi menunjukkan retakan merambat pada dinding dan tiang struktur utama. Tak hanya itu, plafon di sejumlah titik strategis terlihat ambrol, yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pasien serta tenaga medis.

Kualitas Konstruksi Jadi Sorotan Tajam

Kondisi ini memicu reaksi keras dari Joko Bento, anggota Ormas Lindu Aji Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, kerusakan pada bagian vital bangunan merupakan indikasi adanya masalah pada kualitas pengerjaan.

“Anggarannya mencapai Rp47 miliar dari uang rakyat, tetapi hasilnya seperti proyek yang dikerjakan asal-asalan. Struktur utama berupa tiang dan dinding terlihat retak jelas. Ini tidak masuk akal dan harus diteliti secara mendalam,” tegas Joko Bento saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (15/1).

Gedung Kartini Sakti sendiri difungsikan sebagai poliklinik terpadu dengan 21 jenis layanan. Mengingat fungsinya sebagai fasilitas kesehatan, standar keamanan dan kekuatan struktur bangunan seharusnya menjadi prioritas utama.

Desakan Audit dan Proses Hukum

Atas temuan kerusakan tersebut, muncul desakan kuat agar aparat penegak hukum dan lembaga pengawas segera turun tangan. Beberapa poin desakan yang disampaikan antara lain:

  1. Audit BPK & Inspektorat: Meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit khusus untuk memeriksa potensi mark-up harga atau penyimpangan anggaran.

  2. Penyelidikan Kejaksaan: Mendesak Kejaksaan Negeri Pekalongan untuk menyelidiki kontraktor, konsultan pengawas, serta pejabat terkait atas dugaan pelanggaran UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

  3. Klarifikasi RSUD Kajen: Meminta manajemen RSUD Kajen segera memberikan penjelasan kepada publik dan memastikan langkah pengamanan agar pelayanan kesehatan tidak terganggu.

Keselamatan Pasien Adalah Utama

Proyek ini dinilai berpotensi melanggar standar teknis infrastruktur publik. Jika terbukti ada penyelewengan, pihak-pihak yang terlibat bisa terancam pidana penjara hingga 20 tahun.

“Jangan sampai proyek yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat justru berubah menjadi sumber masalah. Uang rakyat tidak boleh disia-siakan,” tandas Joko Bento.

Hingga saat ini, pihak manajemen RSUD Kajen yang dipimpin oleh dr. Imam Prasetyo maupun Pemerintah Kabupaten Pekalongan belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah perbaikan maupun penyebab kerusakan gedung senilai puluhan miliar tersebut. (Rohadi)

Terkait
Ruang Tunggu RSUD Kraton Dikeluhkan Kotor dan Becek, Pasien Merasa Tidak Nyaman

Warta Desa, Pekalongan - Ruang tunggu di RSUD Kraton dikeluhkan dalam kondisi kotor dan becek. Genangan air yang tidak segera Read more

Pasien Rawat Jalan RSUD Kajen Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

Warta Desa, Pekalongan — Seorang pasien rawat jalan berinisial K, warga Desa Larikan Barat RT/RW 004/001, Kecamatan Doro, ditemukan meninggal Read more

Warga Adukan Dugaan Pelayanan Tidak Profesional RSUD Kajen, Pihak Rumah Sakit Beri Penjelasan dan Klarifikasi

Pekalongan, 4 November 2025 – Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kajen menuai sorotan setelah seorang warga melayangkan aduan Read more

Pegawai RSUD Kesesi Keluhkan Keterlambatan dan Ketidaktransparanan Pembayaran Jaspel

Warta Desa, Pekalongan — Sejumlah pegawai di RSUD Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan persoalan pembayaran jasa pelayanan (jaspel) yang dinilai tidak transparan Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Latih Mental di Kampus: Mahasiswa Farmasi UMPP Unjuk Gigi, Dari Jadi MC Hingga Pimpin Lagu

umpp

PEKALONGAN, Warta Desa – Menjadi seorang calon apoteker ternyata tidak hanya soal menghafal rumus obat di dalam kelas. Di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), mahasiswa didorong untuk berani tampil di depan umum guna mengasah rasa percaya diri dan keterampilan berbicara (soft skills).

Hal ini terlihat nyata dalam acara Kuliah Tamu Kefarmasian 2026 yang digelar baru-baru ini. Menariknya, acara besar yang dihadiri ratusan peserta tersebut sukses berjalan berkat peran aktif para mahasiswa yang terjun langsung sebagai petugas acara.

Anak Muda Desa Berani Tampil

Beberapa mahasiswa yang mendapatkan kepercayaan mengawal jalannya acara besar ini di antaranya:

  • Agus Ikhrom Areza (Mahasiswa Semester 1): Bertugas membacakan Kalam Ilahi. Lantunan ayat sucinya berhasil membuka acara dengan suasana yang sangat khidmat.

  • Sinta Lufiana (Mahasiswa Semester 1): Dengan penuh percaya diri bertugas sebagai dirigen yang memimpin lagu pembuka kegiatan.

  • Laela Najwa (Mahasiswa Semester 3): Bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Ia sukses memandu jalannya acara dengan tertib dan sangat komunikatif.

Pengalaman Berharga untuk Masa Depan

Bagi para mahasiswa, ini adalah kesempatan emas untuk melatih mental sebelum mereka nantinya terjun langsung melayani masyarakat di Puskesmas, Rumah Sakit, atau Apotek.

Agus Ikhrom Areza mengaku sangat bangga bisa terlibat langsung dalam kegiatan akademik berskala besar tersebut. “Saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Ini benar-benar menambah rasa percaya diri saya untuk tampil di depan banyak orang,” ungkapnya penuh syukur.

Bentuk Karakter Apoteker yang Unggul

Pihak Program Studi Sarjana Farmasi UMPP sengaja memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk terlibat aktif. Tujuannya jelas: agar lulusan Farmasi UMPP tidak hanya pintar secara ilmu, tetapi juga punya jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan cara komunikasi yang baik kepada warga nantinya.

Dengan pembekalan karakter seperti ini, diharapkan para calon apoteker asal Pekalongan dan sekitarnya ini bisa menjadi sosok profesional yang ramah dan sigap saat membantu kesehatan masyarakat di desa-desa nantinya. (Davina Zafa)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Bukan Sekadar Racik Obat, Mahasiswa Farmasi UMPP Kini Belajar Teknologi AI dan Data Digital

umpp

PEKALONGAN, Warta Desa – Dunia pengobatan kini tidak lagi hanya soal menumbuk puyer atau meracik sirup. Menghadapi era modern, mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) mulai dibekali ilmu teknologi tinggi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Hal ini terungkap dalam Kuliah Tamu Kefarmasian 2026 bertema “Informatika Farmasi sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan” yang digelar di kampus setempat, Kamis (15/1). Sebanyak 300 mahasiswa calon apoteker tampak antusias mengikuti materi tentang bagaimana teknologi komputer membantu tenaga medis memberikan obat yang lebih tepat dan cepat kepada pasien.

Farmasi Harus Melek Teknologi

Ketua Panitia, Yulian Wahyu Permadi, menyebutkan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi karena ilmu informatika farmasi adalah kunci agar apoteker masa depan tidak gagap teknologi.

Senada dengan hal tersebut, Kaprodi Sarjana Farmasi UMPP, Dwi Bagus Pambudi, menekankan bahwa tugas farmasi saat ini sudah meluas. “Farmasi tidak hanya berkutat pada pembuatan dan pelayanan obat saja, tetapi harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan AI agar tidak tertinggal zaman,” jelasnya.

Belajar Langsung dari Pakar ITB

Tak tanggung-tanggung, UMPP menghadirkan apt. Stefanus Nova, S.Si, yang merupakan Ketua Perkumpulan Informatika Farmasi Indonesia (PIFI) sekaligus pakar dari ITB. Dalam penjelasannya, Stefanus menekankan bahwa data digital sangat membantu apoteker dalam mengambil keputusan klinis maupun mengelola stok obat di apotek atau rumah sakit secara lebih akurat.

Penerapan ilmu ini memiliki manfaat bagi seluruh tingkatan mahasiswa:

  • Mahasiswa Baru: Mengenal wawasan masa depan bahwa apoteker akan banyak bersentuhan dengan sistem komputer canggih.

  • Mahasiswa Akhir: Memberikan ide baru untuk penelitian atau skripsi, misalnya tentang pemanfaatan aplikasi untuk pemantauan obat pasien.

Siapkan Lulusan yang Siap Kerja di Era Digital

Dengan adanya kuliah pakar ini, UMPP ingin memastikan bahwa anak-anak muda Pekalongan yang menempuh pendidikan farmasi siap bersaing di dunia kerja yang kini serba digital. Melalui cara ini, pelayanan kesehatan di desa-desa nantinya diharapkan bisa lebih modern berkat tangan-tangan apoteker yang ahli teknologi.

“Kami ingin mencetak lulusan yang inovatif dan siap menghadapi tantangan era digital,” pungkas Dwi Bagus Pambudi. (Davina Zafa)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Digital Farmasi, Antusiasme Mahasiswa UMPP Ikuti Pakar ITB

umpp

Warta Desa, Pekalongan – Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menyelenggarakan Kuliah Tamu Kefarmasian 2026 pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Informatika Farmasi sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan Klinis dan Manajerial” dan dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Ruang Serba Guna (Demonstrasi) FIKes UMPP serta melalui platform Zoom.

Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber nasional, apt. Stefanus Nova, S.Si., Ketua Persatuan Informatika Farmasi Indonesia, yang juga dikenal sebagai pakar informatika farmasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan ini wajib diikuti oleh mahasiswa Sarjana Farmasi dan PSPPA, sebagai bagian dari penguatan wawasan dan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan praktik kefarmasian berbasis teknologi informasi.

Sejak pagi hari, mahasiswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi yang menekankan peran strategis informatika farmasi dalam mendukung pengambilan keputusan klinis yang rasional serta manajemen pelayanan kefarmasian yang efektif dan berbasis data. Interaksi aktif terlihat dari sesi diskusi, di mana mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi sistem informasi farmasi di layanan kesehatan.

Salah satu peserta, Dewangga Rafa, mahasiswa semester 1 Program Sarjana Farmasi yang berasal dari Kabupaten Batang, menyampaikan kesan positifnya.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan kuliah langsung dari pakar ITB. Materinya membuka wawasan saya sejak awal kuliah tentang pentingnya teknologi dan data dalam praktik farmasi ke depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UMPP berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep kefarmasian secara teoritis, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi perkembangan digitalisasi di bidang kesehatan. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen UMPP dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Davina Zafa)

Terkait
Cetak Relawan Tangguh, KSR PMI UMPP Lantik Anggota Baru di Linggoasri

KAJEN, Warta Desa. – Bumi Perkemahan Linggoasri menjadi saksi bisu lahirnya generasi baru relawan kemanusiaan. Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Read more

Dekatkan Akses Kuliah, UMPP Hadir Sapa Siswa di Campus Fair SMA Negeri 1 Sragi

SRAGI, Warta Desa  – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan anak bangsa dengan hadir langsung di Read more

Bukan Cuma Fisik dan Biaya, UMPP Ingatkan Pentingnya Kesiapan Mental Sebelum Menikah

PEKALONGAN, Warta Desa – Persiapan menuju jenjang pernikahan biasanya identik dengan urusan administrasi, biaya pesta, hingga kesehatan fisik. Namun, ada Read more

Putus Mata Rantai Stunting Sejak Remaja, UMPP Latih Kader Desa Jadi Konselor Sebaya

PEKALONGAN, Warta Desa – Masalah stunting (tengkes) tidak hanya bermula saat anak lahir, melainkan jauh sebelumnya, yakni sejak masa remaja. Read more

selengkapnya