close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Isolasi mandiri di desa atau kabupaten bakal dapat insentif 1 juta

wihaji

Batang, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelontorkan insentif sebesar Rp 1 juta bagi warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di gedung yang disiapkan oleh desa maupun oleh pemkab. Demikian disampaikan oleh Bupati Batang, Wihaji, Senin (15/02).

”Saya pastikan kita tidak kasih insentif Rp 1 juta untuk orang yang positif yang tidak mau diisolasi oleh pihak desa maupun Pemkab Batang,” ujar Wihaji.

insentif Rp 1 juta tesebut menurut Wihaji dipergunakan untuk biaya operasional keluarga Rp 500 ribu dan Rp 500 ribu untuk operasional di tempat isolasi saja.

Orang nomor satu di Kota Batang Berkembang tersebut mengatakan bahwa selama ini isolasi mandiri dirumah, dinilai tidak efektif. “€œKarena faktanya setelah kita cek di lapangan isolasi mandiri di rumah tidak efektif, tidak ada yang mengecek pergi ke mana dan tetap menerima tamu,” kata Wihaji.

Menurutnya, klaster keluarga, saat ini di Batang menjadi pemicu tingginya angka Covid-19.  Sehingga kedisiplinan dan konsistensi masyarakat dalam menjalankan 3M dan 3T tetap dilakukan sampai proses vaksinasi di Kabupaten Batang dilakukan secara menyeluruh, lanjut Wihaji.

Pemkab Priotiraskan 50 RT PPKM Mikro

Sementara itu, pelaksanaan PPKM Mikro di Kabupaten Batang, 50 RT dari total 93 desa menjadi prioritas. Hal tersebut berdasarkan  i SE Bupati Batang No. 443.5/0106/2021 tentang PPKM berbasis Mikro di Kabupaten Batang.

Camat nantinya diminta untuk  melakukan pelacakan kasus di tingkat desa atau kelurahan dan memonitoring pemenuhan kebutuhan jaminan hidup bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri dengan memerankan jogo tonggo.

€œKecamatan juga harus berkoordinasi dengan Puskesmas serta seluruh relawan di wilayahnya untuk mempercepat penyembuhan dan memutus penularan dan melakukan pelaporan kepada Posko Kabupaten Batang secara regular. (Bono)

Terkait
Masih ada 1 zona merah, 3 zona oranye dan 63 zona kuning di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan masih menyisakan satu zona merah, yakni klaster SMA 4, tiga zona Read more

PPKM Mikro Kota Pekalongan diperpanjang hingga 22 Maret

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan,   memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro hingga 22 Maret 2021 karena program Read more

Jateng perpanjang PPKM Mikro dua pekan mendatang

Temanggung, Wartadesa. - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jateng yang akan berakhir pada 8 Maret 2021 akan diperpanjang Read more

PPKM Mikro Kota Santri, tiga desa masuk zona merah

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan PPKM Mikro sejak 9-22 Pebruari 2021. Penerapan pembatasan wilayah berskala RT/RW ini diterapkan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

600 warga Pekalongan bakal divaksin, ditandai dengan barkode

vaksin karangdadap

Kajen, Wartadesa. – Usai vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri, Pemkab Pekalongan akan melakukan vaksinasi kepada warga. Total warga yang tedata sebanyak 605.991 orang. Nantinya warga yang sudah divaksin akan mendapatkan barkode sebagai bukti bahwa ia sudah divaksin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan bahwa vaksinasi kepada warga, gratis, “vaksin Covid-19 ini gratis, dibiayai oleh Pemerintah. Pelayanan vaksinasi berada di Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas),” ujarnya.

Vaksinasi perdana dilakukan pada tanggal 25 Januari 2021 di RSUD Kesesi, diikuti Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Ketua DPRD, Kajari, Ketua MUI, FKUB, KNPI, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Dilanjutkan dengan vaksinasi tenaga kesehatan di berbagai Puskesmas se- Kabupaten Pekalongan.

208 Nakes Kota Pekalongan belum divaksin

Sementara itu, vaksinasi di kota Pekalonan tahap I, putaran pertama tanggal 25-28 Januari 2021 menyisakan 208 tenaga kesehatan yang belum menjalani vaksinasi lantaran memiliki komorbid (penyakit penyerta) maupun sakit. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, dr Slamet Budiyanto, Jum’at (29/01).

“Secara kumulatif sekitar 200 an nakes yang belum melakukan vaksinasi, kami beri waktu dua hari agar seluruh puskesmas dan RS untuk mengecek kembali. Sehingga, bagi yang sudah terdaftar dan sudah mendapatkan e-tiket namun belum melakukan vaksinasi untuk segera dilakukan pelacakan dan dihubungi untuk mendapatkan vaksinasi bisa di RS maupun puskesmas,” tutur Budiyanto.

Menurut Budiyanto sebanyak 2.334 tenaga kesehatan (nakes) atau sekitar 74.43% telah disuntik vaksin Covid-19 dari total sasaran 3.144 nakes. Menurutnya hingga saat ini belum ada nakes atau tokoh masyarakat yang divaksin mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat ataupun gejala serius.

Vaksinasi putaran kedua akan dilakukan mulai tanggal 8 Pebruari mendatang dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan.  (Bono)

Terkait
Khawatir dampak imunisasi Covid-19, vaksinasi di Karangdowo belum penuhi target

Kedungwuni, Wartadesa. - Masih banyaknya kekhawatiran lansia di Desa Karangdowo terhadaf efek (dampak) vaksinasi Covid-19, membuat target vaksinasi dengan sasaran Read more

Nakes Pekalongan bakal divaksin Pebruari mendatang

Kajen, Wartadesa. - Tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri akan mendapatkan vaksin Covid-19 pada Pebruari mendatang, sementara untuk masyarakat luas, Read more

WarungMu gratis hari ini dibuka

Kajen, Wartadesa. - Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Pekalongan hari ini, Jum'at (26/02) akan membuka warung gratis untuk dhuafa, Read more

3.700 warga Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di pengungsian

Pekalongan, Wartadesa. - Sedikitnya 3.700 warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di beberapa Read more

selengkapnya
Kesehatan

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Karangdadap dicanangkan

vaksin karangdadap

KARANGDADAP, Wartadesa. –  Bertempat di halaman Puskesmas Karangdadap, hari ini, Selasa, 26 Januari 2021 dilaksanakan kegiatan Pencanangan dimulainya Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kecamatan Karangdadap. Kegiatan vaksinasi Covid-19 ini yang perdana ini diutamakan untuk Tenaga Kesehatan Puskesmas Karangdadap. Untuk kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini Puskesmas Karangdadap sementara diberikan kuota vaksin untuk 58 vaksin dan untuk kali ini diutamakan diberikan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Kegiatan pencanangan Vaksinasi Covid-19 dihadiri oleh unsur Forkompimcam Karangdadap, Kepala Puskesmas, Kasi Kesra Kec. Karangdadap serta para dokter, bidan, perawat dan tenaga kesehatan puskesmas Karangdadap lainnya. Dibuka langsung oleh Camat Karangdadap, Abdul Qoyyum, SH.

Dalam kesempatan ini Camat Karangdadap menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini merupakan upaya dan ikhtiar kita dalam rangka mengakhiri pandemi Covid-19 yang sudah 10 bulan melanda negeri kita. “Vaksinasi Covid-19 ini adalah upaya pemerintah dan kita semua dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan untuk mengakhiri Pandemi yang sudah melanda negeri ini,” ujarnya.

Qoyyum melanjutkan, “kita berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, yang selama ini telah bekerja keras dan sungguh – sungguh dalam memutus mata rantai penyebaran sekaligus mengakhiri pandemi Covid-19 ini antara lain dengan upaya Vaksinasi yang kita lakukan pada hari ini” tururnya.

Selanjutnya Camat Karangdadap juga menyampaikan bahwa dengan vaksinasi ini bukan berarti terus kita abai dengan protokol kesehatan, walaupun kita atau sebagian dari kita sudah divaksin akan tetapi kita tetap terus harus melaksanakan 3 M, yaitu menjaga jarak, memakai masker dan senantiasa mencuci tangan, kita tetap laksanakan 3 T yaitu Tracing, Testing, Treatment. Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar, ditambah lagi sekarang dengan upaya vaksinasi dengan suntik vaksin-covid-19, ujar Camat Karangdadap.

“Kedepan vaksinasi ini bukan hanya untuk tenaga kesehatan saja tapi juga untuk seluruh warga masyarakatpun akan dilakukan vaksinasi dan ini adalah dalam rangka upaya dan ikhtiar pemerintah untuk melindungi kesehatan warga masyarakat sekaligus untuk mengakhiri pandemi covid-19 ini”, ujar Camat mengakhiri sambutannya. (Eva Abdullah)

Terkait
Kecamatan Karangdadap Peduli dan Berbagi

Karangdadap, Wartadesa. - Untuk meringankan beban dan ikut berempati terhadap sebagian masyarakat yang saat ini sedang mengalami musibah banjir di Read more

Desa Kebonrowopucang curi start penerapan Sistem Informasi Desa

Karangdadap, Wartadesa. - Jum'at (14/08) Bertempat di Aula Balai Desa Kebonrowopucang Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, berlangsung presentasi Sistem Read more

Satu keluarga di Kecamatan Karangdadap positif Korona

Kajen, Wartadesa. - Dua pekan kabar melalui media sosial berseliweran terkait satu keluarga yang reaktif Covid-19, hari ini terjawab sudah. Read more

APBD 2020 fokus untuk peningkatan infrastruktur jalan dan pertanian

Karangdadap, Wartadesa. - Program peningkatan infrastruktur jalan dan pertanian masih menjadi target utama dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2020 Kecamatan Karangdadap. Read more

selengkapnya
Kesehatan

Nakes Pekalongan bakal divaksin Pebruari mendatang

vaksin1

Kajen, Wartadesa. – Tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri akan mendapatkan vaksin Covid-19 pada Pebruari mendatang, sementara untuk masyarakat luas, baru dapat giliran pada April 2021. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, Jum’at (22/01).

Setiawan yang akrab disapa Wawan menyebut bahwa prioritas awal vaksin Covid-19 adalah tenaga kesehatan (nakes). Roadmap (peta jalan) yang dibuat oleh pihaknya merencanakan vaksinasi bakal digelar pada Februari 2021.

“Saat pencanangan nanti akan kita libatkan Bupati dan Forkompinda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sejumlah 10 orang. Itu awal nanti di bulan Februari,” ujar Wawan.

Menurut Wawan, sasaran nakes yang akan mengikuti program vaksinasi sebanyak 3.393 orang. Namun alokasi di Kabupaten Pekalongan berjumlah 1.194 dosis. “Itu pun belum sampai ke Kabupaten Pekalongan. Vaksin masih di provinsi. Nanti akan diberikan saat dekat dengan pelaksanaan,” lanjutnya.

Untuk menunjang pelaksanaan vaksinasi pihaknya telah menyiapkan 31 fasilitas kesehatan yang meliputi 27 puskesmas dan tiga rumah sakit serta satu klinik.  Pungkas Wawan. (Bono)

Terkait
Khawatir dampak imunisasi Covid-19, vaksinasi di Karangdowo belum penuhi target

Kedungwuni, Wartadesa. - Masih banyaknya kekhawatiran lansia di Desa Karangdowo terhadaf efek (dampak) vaksinasi Covid-19, membuat target vaksinasi dengan sasaran Read more

600 warga Pekalongan bakal divaksin, ditandai dengan barkode

Kajen, Wartadesa. - Usai vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri, Pemkab Pekalongan akan melakukan vaksinasi kepada warga. Read more

WarungMu gratis hari ini dibuka

Kajen, Wartadesa. - Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Pekalongan hari ini, Jum'at (26/02) akan membuka warung gratis untuk dhuafa, Read more

3.700 warga Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di pengungsian

Pekalongan, Wartadesa. - Sedikitnya 3.700 warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di beberapa Read more

selengkapnya
Kesehatan

Batang bakal gelar vaksinasi Covid-19 kamis besok

sosialisasi vaksin

Batang, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelar vaksinasi Covid-19 pada Kamis (14/01) mendatang. Kegiatan tersebut menyasar 494.021 orang yang terbagi atas tenaga kesehatan sejumlah 2.554 orang, petugas publik 23.913 orang, masyarakat rentan 284.025 orang, masyarakat umum 92.891 orang, lansia 90. 638 orang. Hal tersebut terungkap saat sosialisasi  yang digelar Senin (11/01) kemarin.

“Ada 26 Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di antaranya RSUD Batang, RSUD Limpung, RS QIM, 21 Puskesmas, Klinik Pratama Kartika-36 dan Klinik Dokkes Polres Batang,” kata Bupati usai membuka Sosialisasi Vaksin Covid-19, di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang.

Bupati Wihaji menegaskan, Pemkab terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi melalui peran para tokoh yang kompeten, seperti Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

“Saya minta dukungan dari seluruh anggota Forkopimda, saran dan masukan anggota TNI/Polri agar kegiatan vaksinasi nantinya berjalan lancar,” harapnya.

Meskipun telah divaksin, Bupati juga mengharapkan, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap beraktivitas di ruang publik.

Sementara itu Kepala Dinkes Batang, dr. Muchlasin menyatakan, saat ini vaksin Sinovac telah tiba di Provinsi Jawa Tengah, maka dalam waktu dekat para tenaga kesehatan Kabupaten Batang akan menerima vaksinasi secara bertahap.

“Sasaran untuk 2.554 tenaga kesehatan akan dilakukan vaksinasi sebanyak dua kali. Artinya mereka membutuhkan 5 ribu lebih vaksin, sedangkan vaksin yang direncanakan tiba baru 889 atau 17 persen,” ungkapnya.

dr. Muchlasin mengatakan, pihak Dinkes tetap melakukan persiapan lebih matang. Sebelum pelayanan dilakukan screening, untuk mengetahui kondisi tubuh calon penerima vaksin.
“Jika si penerima mengalami sakit sebaiknya ditunda dulu. Mereka yang akan divaksin sebaiknya yang memiliki kesehatan tubuh prima,” tandasnya. (Bono)

Terkait
Yayasan Setia Pejuang Pantura Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Covid-19

Kab Pekalongan, Wartadesa. - Masih adanya Virus Covid – 19 dan disertai cuaca ekstrim beberapa hari yang lalu di wilayah Read more

Pantai Batang berwarna hijau, bagaimana nasib nelayan?

Batang, Wartadesa. - Fenomena air laut berwarna hijau di Pantai Batang menjadi pembicaraan hangat di grup media sosial Facebook, Pigura Read more

Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha Batang ditetapkan tersangka

Batang, Wartadesa. - ES, Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha Batang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Batang. Ia Read more

Rumah di Banjiran rubuh, satu orang dilarikan ke rumah sakit

Batang, Wartadesa. - Seorang pemilik rumah yang rubuh akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi harus dilarikan ke rumah sakit karena Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

ODHA di Pemalang kebanyakan berusia 15 sampai 45 tahun

aids

Pemalang, Wartadesa. – Meski mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, kasus HIV/AIDS di Kota Ikhlas masih tinggi. Data Dinas Kesehatan Pemalang mencatat bahwa pada 2019 tercatat 143 ODHA (orang dengan HIV/AIDS), sedang tahun 2020 sebanyak 107 kasus.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Pemalang, Surip, usia penderita AIDS antara 15-45 tahun. “Usia tertinggi, yang paling banyak itu usia 15 sampai 45 tahun, ada 94 kasus. Bahkan yang kurang satu tahun pun ada, itu penularan dari orang tua ke anak,” katanya, Selasa (05/01).

Surip menyebut bahwa kebanyakan dari penderita AIDS adalah laki-laki, yakni 68 orang, dengan penyebab utama perilaku seks beresiko, gonta-ganti pasangan seks. “107 kasus HIV/AIDS di Pemalang dengan rincian 68 laki-laki dan 39 perempuan. Penularannya, mayoritas melalui perilaku seks berisiko, berganti-ganti pasangan. Untuk anak-anak, biasanya ditularkan dari ibu korban yang notabene positif HIV/AIDS.” lanjutnya.

HIV/AIDS dapat diketahui dengan tes reagen tiga tahapan, “tes tahapan pertama sudah bisa dilakukan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan  di Pemalang. Tes kedua dan ketiga, masih terbatas di 11 puskesmas dan rumah sakit,” lanjutnya.

Menurut Surip, pihaknya melakukan penyuluhan ke masyarakat dan sekolah untuk melakukan voluntary test dengan harapan mencari suspect. Untuk menjaga privasi penderita HIV/AIDS, data mereka dijamin kerahasiaanya. “Jadi ketika ada yang reaktif nanti konselor yang memanggil, untuk tes kedua dan ketiga. Kalau positif diobati, obatnya gratis,” katanya. (Buono)

Terkait
Aaf prioritaskan penanganan banjir dan rob, Agung benahi infrastruktur

Program 100 hari Pekalongan, Wartadesa. - Afzan Arslan Djunaid (Aaf)-Salahudin, Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan memasukkan penanganan banjir dan rob Read more

Berenang di Pantai Kaliprau, dua anak meninggal

Pemalang, Wartadesa. - Dua dari empat anak yang tenggelam terseret ombak di Pantai Kaliprau, Pemalang, Jum'at (26/02) sore ditemukan dalam Read more

Warga Pelutan geger! Perempuan gantung diri di kontrakan

Pemalang, Wartadesa. - Perempuan bernama Ika Yunisti (34) warga Desa Denasari, Kecamatan Pemalang yang ditemukan dalam keadaan menggantung di kontrakannya, Read more

Diduga salah paham, gadis ini dianiaya gerombolan anak jalanan

Pemalang, Wartadesa. - Tamara Sulistyani (17), gadis asal Purbalingga, Banyumas dilarikan ke Rumah Sakit Prima Medika Pemalang oleh seorang tukang Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Layanan persalinan Puskesmas Kedungwuni II tutup 10 hari

puskesmas-350×350

Kedungwuni, WartaDesa. – Pelayanan persalinan di Puskesmas Kedungwuni II, Jalan Raya Tangkil Kulon, Kedungwuni, Pekalongan ditutup untuk jangka waktu 10 hari sejak 19 hingga 29 Desember 2020 mendatang. Tutupnya layanan tersebut tertuang dalam pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala UPTD Puskesmas Kedungwuni II, dr. Noor Endah Artanti.

Dalam pengumuman penghentian layanan persalinan di Puskesmas Kedungwuni II tersebut dijelaskan bahwa hasil uji swab pada tanggal 18 Desember 2020, terdapat tambahan staf yang terkonfirmasi positif korona.

Tertulis dalam pengumuman tersebut, tiga dari 15 bidan yang ada sedang sakit, sehingga Puskesmas Kedungwuni II kekurangan tenaga kesehatan.

“Berkaitan dengan hasil swab tersebut, saat ini kami mengalami kekurangan tenaga bidan. Sebagai informasi bahwa bidan Puskesmas Kedungwuni II, 15 bidan dengan hasil swab diatas ada tiga bidan kami yang sedang sakit, maka bidan yang aktif hanya sembilan orang untuk melakukan layanan rumah bersalin 24 jam. Maka kami mohon ijin menutup persalinan selama 10 hari,” demikian bunyi pengumuman tersebut. (Bono)

 

Terkait
Dewan tak setuju tempat ibadah ditutup selama pelaksanaan PPKM Darurat

Sragi, Wartadesa. - Sehari lepas pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra mengkritisi kebijakan pemerintah untuk menutup Read more

Fadia canangkan program pendidikan gratis hingga SMA, benarkah?

Kajen, Wartadesa. - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi mencanangkan program sekolah gratis dari SD hingga SMA, untuk Read more

RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu Read more

Digerogoti kanker ganas, kaki pemuda asal Tersono membesar

Batang, Wartadesa. - Kanker ganas yang menggerogoti setahun terakhir remaja bernama Ifan Ferdianyanto (18), warga Dukuh Muliwung Desa Rejosari Barat, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Pembelajaran tatap muka di Batang bulan depan belum diijinkan

ILUSTRASI-BELAJAR

Batang, WartaDesa. – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Batang pada Januari 2021 mendatang belum diperkenankan. Meski Kemendikbud memperbolehkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada semester genap, namun hal tersebut diserahkan kepada pemda masing-masing.

“Kami belum izinkan sekolah tatap muka untuk kecamatan Batang, Limpung, Tulis dan Warungasem,” ujar Mukhlasin, Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Selasa (15/12).

Mukhlasin menyebut bahwa pelaksanaan KBM tatap muka ditunda lantaran kasus Covid-19 di kota dengan julukan Batang Berkembang ini masih belum bisa dikendalikan.

“Kalau melihat kondisi, apalagi Batang kota yang jumlah kasus hampir 146 orang positif dari 336 orang positif yang isolasi mandiri. Maka saran saya jangan dulu sekolah tatap muka,” lanjutnya.

Meski demikian, beberapa sekolah sudah menggelar KBM tatap muka dengan membatasi jumlah siswa dan menerapkan protokol kesehatan. Namun Mukhlasin menyarankan agar sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka menunda, sembari mengunggu vaksinasi.  “Sebenarnya lebih baik jangan dulu, nanti nunggu vaksinasi saja sekolah tatap muka,” tuturnya.

Kondisi terkini jumlah warga terkonfirmasi positif korona di Batang mencapai  1.724 orang, 52 orang dirawat di rumah sakit,336 orang isolasi mandiri, sembuh 1.253 orang dan meninggal dunia 81 orang dan dirujuk 2 orang. (Bono)

Terkait
Tak siap! Sekolah tatap muka di Pemalang ditunda

Pemalang, Wartadesa. - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang akhirnya menunja uji coba pembelajaran tatap muka (KBM tatap muka) di Read more

17 SD dan 25 SMP di Pemalang mulai KBM Tatap Muka Kamis besok

Pemalang, Wartadesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan 17 SD dan 25 SMP untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka Read more

Kota Pekalongan belum terapkan pembelajaran tatap muka, Januari mendatang

KOTA PEKALONGAN, WARTADESA. - Pemerintah Kota Pekalongan memutuskan untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 Read more

KBM Tatap Muka Kabupaten Pemalang mulai Januari 2021

PEMALANG, WARTADESA. - Angin segar bagi siswa-siswi di Kabupaten Pemalang yang sudah merindukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka,  Dinas Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pandemi Covid-19, jumlah warga miskin Kota Santri naik, angka stunting 21%

stunting
  • Raih Peringkat 2 Penanganan Stunting

Kajen, WartaDesa. – Pagebluk (pandemi) Covid-19 menjadi pemicu naiknya jumlah warga miskin di Kota Santri.Jika pada 2019 angka kemiskinan Kabupaten Pekalongan pada kisaran 9,71 persen, saat ini jumlahnya naik mencapai 10,19 persen.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar yang hadir mendampingi wakil bupati dalam acara penyerahan penghargaan pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi kabupaten/kota tahun 2020 di Semarang.

Menurut Yulian, naiknya angka kemiskinan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama pemerintah daerah dan warga.  ”Tentu saja ini menjadi PR bersama, antara pemerintah dan masyarakat di masa pandemic dengan segala keterbatasan, memang harus kita fokuskan perencanaan pembangunan dalam upaya penurunan angka kemiskinan,” ujarnya.

Yulian Akbar mengungkapkan bahwa  angka stunting di Kota Santri turun dibandingkan pada tahun 2016.  Menurutnya, angka stunting di kabupaten Pekalongan tahun 2016 di kisaran 32-33 %, tahun 2019 sudah di level 21 %. “Ini percepatan capaian yang cukup bagus dan kita mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi terkait dengan capaian evalensi stunting,“ ujarnya.

Turunnya angka stunting di Kota Santri menorehkan prestasi, untuk kesekian kalinya kembali menerima penghargaan.  Kabupaten Pekalongan mendapat penghargaan terkait kinerja aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting terintegrasi tingkat Jawa Tengah, dan berada di peringkat ke-2 (dua).

Penghargaan secara simbolis ini diserahkan Pj Sekda Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dr. Prasetyo Aribowo. kepada wakil bupati Pekalongan  Arini Harimurti, di ruang rapat lantai VI.A Bappeda Provinsi Jawa Tengah. (Bono)

Terkait
Budaya Ngapi’i jadi pemicu stunting di Kota Santri

Kajen, Wartadesa. - Budaya selepas melahirkan 'Ngapi'i' yakni ibu yang melahirkan hanya makan-makanan tertentu sebelum 40 hari kelahiran, tidak boleh Read more

Mengenal Inpari IR Nutri Zinc, padi pencegah stunting

Batang, Wartadesa. - Hingga Pebruari 2020, sedikitnya 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting (kekurangan gizi kronis yang terjadi selama Read more

Pemalang masuk dalam 100 desa prioritas penanganan gizi buruk stunting

Pemalang, Wartadesa. - Kabupaten Pemalang masuk dalam 100 desa dari 10 kabupaten prioritas penanganan stunting (gizi buruk yang menyebabkan balita Read more

Negatif! Hasil rapid tes Jamaah Tabligh asal Kota Santri

Kabupaten Pekalongan, Wartadesa. - Hasil tes Jama'ah Tabligh yang mengikuti kegiatan Ijtima' Ulama di Gowa, Makasar, Sulawesi Selatan asal Kota Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dua pasien di selasar RSUD Kajen meninggal, satu isolasi mandiri

ilustrasi_corona

Karanganyar, WartaDesa. – Dua dari 10 pasien probable (dalam pengawasan) yang dirawat di selasar RSUD Kajen meninggal, satu orang menjalani isolasi mandiri. Demikian disampaikan oleh Direktur RSUD Kajen, dr Amrozi Taufik, saat dihubungi awak media.

“Saat ini ada tujuh pasien dalam pengawasan covid-19 yang masih berada di selasar rumah sakit. Sedangkan satu pasien lainnya sudah dipulangkan untuk isolasi mandiri,” ujar dr Amrozi, Selasa (15/12).

Seperti diberitakan WartaDesa sebelumnya, jumlah pasien kasus korona di RSUD Kajen melonjak melebihi kapasitas tempat tidur di ruang isolasi, hingga 10 pasien probable (dalam pengawasan) dirawat di selasar rumah sakit.

Amrozi mengungkapkan, ada satu kamar yang masih tersisa, yaitu untuk pasien kegawatdaruratan misalnya pasien kecelakaan. “Di IGD hanya ada 10 tempat tidur dan masih ada satu untuk pasien kecelakaan,” ungkapnya.

Amrozi menambahkan, saat ini  RSUD Kajen hanya akan menerima pasien Covid-19 yang memiliki penyakit pemberat (komorbit).

Manajemen rumah sakit memberi sekat-sekat sederhana bagi pasien yang dirawat di selasar, nantinya jika ada ruang isolasi yang kosong, tutur Amrozi, pasien yang berada di selasar akan menggantikan.  “Dua ruang isolasi yang ada masih penuh sehingga pasien dengan status dalam pengawasan masih dirawat inap di lorong rumah sakit. Mereka baru dipindahkan setelah ada pasien di dua ruang isolasi itu keluar,” ujarnya. (Bono)

Terkait
Satu PDP Kabupaten Pekalongan meninggal, dimakamkan di TPU Mrican Sragi

Sragi, Wartadesa. - Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di RSUD Kajen, berinisal TI (43), meninggal dunia. Pasien Read more

Pasien RSUD Kajen dinyatakan negatif Korona

Kajen, Wartadesa. - Pasien RSUD Kajen yang sebelumnya diduga suspek Korona dinyatakan negatif. Demikian terangkum dalam klarifikasi yang digelar di Read more

BPJS Kesehatan hutang Rp 19,6 miliar lebih ke RSUD Kajen

Kajen, Wartadesa. - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen harus melakukan efisiensi agar operasional tetap berjalan. Pasalnya jumlah piutang BPJS Read more

Pelayanan RSUD Kajen jadi sorotan dewan

Kajen, Wartadesa. - Pelayanan publik bidang kesehatan di RSUD Kajen disoroti tiga fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna dalam Read more

selengkapnya