close

Kesehatan

Berita DesaKesehatanLayanan PublikLingkungan

Ternyata Ini Penyebab Fenomena Heboh Temuan Sumber ‘Air Ajaib’

pdam

Warta Desa, Pekalongan, 20 April 2025 — Warga Desa Rowoyoso, Dukuh Rowo RT 08/RW 03, Kecamatan Wonokerto, sempat dihebohkan oleh kemunculan mendadak sumber air bersih yang memancar dari tanah pada Minggu dini hari (20/04). Fenomena ini awalnya diduga sebagai sumber air alami atau ‘air ajaib’ oleh warga setempat.

Air tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB oleh pemilik rumah yang mendengar suara letupan dari tanah di samping rumah Ustaz Toufik. Setelah dicek, dari lokasi tersebut memancar air jernih yang terus mengalir. Air itu terasa segar dan dingin, bahkan beberapa warga langsung meminumnya tanpa dimasak terlebih dahulu.

“Kami dengar suara seperti letupan kecil, ternyata air memancar dari samping rumah. Jernih dan segar sekali, kami kira ini sumber baru dari dalam bumi,” ujar salah satu warga.

Kabar ini pun cepat menyebar, dan sejak pagi, warga berdatangan membawa galon dan wadah lain untuk mengambil air tersebut. Banyak yang menyebut rasanya lebih segar dibanding air sumur biasa.

Namun, kehebohan warga tidak berlangsung lama. Petugas dari PDAM Kabupaten Pekalongan yang datang ke lokasi kemudian mengidentifikasi bahwa sumber air itu bukanlah fenomena alam, melainkan kebocoran dari pipa saluran air PDAM.

Untuk memastikan kebenarannya, petugas mencoba menutup saluran air di wilayah RT 08 RW 03, dan aliran air dari tanah pun langsung berhenti. Hal ini mengonfirmasi bahwa air yang dianggap ajaib oleh warga ternyata hanyalah kebocoran saluran.

Meskipun demikian, kejadian ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan sempat menarik perhatian tokoh-tokoh masyarakat serta pemuka agama setempat.

Pemerintah desa diimbau untuk lebih sigap dalam menangani informasi semacam ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Sampah Menumpuk di Perbatasan Karanganyar-Kajen, Bau Menyengat Ganggu Pengguna Jalan

Untitled

Warta Desa, Pekalongan, 25 Maret 2025 – Tumpukan sampah di jalan perbatasan Karanganyar-Kajen semakin mengkhawatirkan. Sampah yang sudah berminggu-minggu tidak dibersihkan kini menimbulkan bau menyengat, mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pur, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa awalnya sampah hanya berasal dari lingkungan sekitar. Namun, lama-kelamaan semakin banyak orang yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

“Awalnya sampah dari warga sekitar, tapi sekarang orang-orang yang lewat juga ikut buang sampah di sini. Jadi setiap hari semakin menumpuk,” kata Pur.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu, terutama bagi pengendara yang melintas dan warga sekitar yang harus menghirup bau busuk setiap hari. Selain menimbulkan polusi udara, tumpukan sampah juga berpotensi menjadi sumber penyakit.

Warga berharap dinas terkait segera turun tangan untuk membersihkan sampah yang menumpuk di badan jalan tersebut, mengingat lokasi ini merupakan akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Selain itu, diperlukan langkah pencegahan agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dihentikan demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Keluhan Masyarakat Meningkat atas Kebijakan Rujukan BPJS ke Rumah Sakit Negeri di Kabupaten Pekalongan

Untitled

Warta Desa, Pekalongan, 17 Maret 2025 – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang mengarahkan rujukan peserta BPJS Kesehatan ke rumah sakit negeri menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Warga merasa pilihan mereka dalam mendapatkan layanan kesehatan menjadi terbatas, yang berdampak pada kualitas pelayanan yang diterima.

Seperti dikeluhkan oleh seorang warga di Kecamatan Karangdadap saat meminta rujukan faskes tingkat lanjut di Puskesmas Karangdadap beberapa waktu lalu. Pihak Puskesmas Karangdadap tidak bersedia memberikan rujukan faskes lanjut ke rumah sakit swasta, meski mengunakan BPJS Mandiri/Umum.

Baca: Ka Dinkes Pekalongan: Instruksi Bupati, Kebijakan BPJS Berlaku di Rumah Sakit Negeri

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, mengonfirmasi bahwa kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Pekalongan guna mendorong program unggulan Universal Health Coverage (UHC). Program UHC ini bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Pekalongan dapat memperoleh layanan kesehatan gratis melalui Program JKN di manapun berada.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Karangdadap, dr. Isti Sulistyana Djati, saat dikonfirmasi, menyatakan belum dapat memberikan pernyataan resmi terkait kebijakan tersebut. Dia menyebutkan masih perlu berkoordinasi dengan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

Masyarakat berharap adanya sosialisasi dan penjelasan yang jelas  mengenai kebijakan ini agar tidak menimbulkan kebingungan dan ketidakpuasan dalam menerima layanan kesehatan. Transparansi dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mengurangi keresahan yang timbul akibat perubahan kebijakan ini. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Status Perizinan TPA Bojonglarang Dipertanyakan, Warga Sabarwangi Keluhkan Pencemaran Bertahun-tahun

tpa

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan (05/03/2025) – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bojonglarang di Desa Linggo Asri, Kecamatan Kajen, terus menuai keluhan dari warga Desa Sabarwangi yang terdampak pencemaran lingkungan. Meski keluhan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, hingga kini belum ada solusi konkret yang dirasakan masyarakat.

Saat dikonfirmasi, pihak Perhutani Pekalongan Timur menyatakan bahwa izin penggunaan kawasan hutan untuk TPA bukan berada di bawah kewenangan mereka, melainkan di Kementerian Kehutanan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. 7. “Pemkab Pekalongan telah mengajukan permohonan perpanjangan izin ke Perhutani, tetapi pemberian izin penggunaan kawasan hutan untuk TPA ada di Kementerian Kehutanan. Sementara di kantor Perhutani Pekalongan Timur, tidak terdapat dokumen perizinan yang dimaksud,” jelas pihak Perhutani melalui pesan WhatsApp.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pekalongan, Gozali, menyampaikan bahwa revitalisasi TPA Bojonglarang telah menjadi program prioritas pemerintah daerah. “Saat ini sedang dalam proses penyiapan lokasi baru,” ujar Gozali.

Meski ada rencana pemindahan TPA, warga Sabarwangi berharap ada langkah nyata yang segera dilakukan untuk mengatasi pencemaran yang telah berlangsung lama. Kejelasan mengenai status perizinan TPA Bojonglarang pun masih menjadi pertanyaan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Warga Desa Sabarwangi Keluhkan Dampak Pembuangan Sampah di TPA Bojong Larang

sampah

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan, 3 Maret 2025 – Warga Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, kembali mengeluhkan dampak buruk dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bojong Larang yang berada di Desa Linggoasri. Sampah yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menumpuk, mencemari lingkungan, dan mengganggu kesehatan warga sekitar.

Menurut warga, tumpukan sampah sering longsor ke sungai yang mengalir melewati Desa Sabarwangi, terutama saat musim hujan. Akibatnya, air sumur warga tercemar dan mengeluarkan bau tidak sedap. “Bau sampah ini sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari. Mau makan seenak apa pun tetap terasa tidak nyaman karena udara tercemar bau sampah dari sungai. Padahal, pemerintah mencanangkan program lingkungan bersih dan hidup sehat, tapi di desa kami ini belum terealisasi,” ungkap Sindon, warga Desa Sabarwangi.

Sindon juga menyayangkan langkah yang pernah diambil oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pekalongan, yang hanya mengevakuasi beberapa mobil sampah tanpa solusi jangka panjang. “Sampah akan terus datang kembali jika tidak ada tindakan nyata,” tambahnya. Warga pun berharap agar Pemkab Pekalongan bisa memindahkan TPA Bojong Larang atau memperbaiki sistem pengelolaannya agar dampak pencemaran tidak terus dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Kepala Desa Sabarwangi, Asep, menyebutkan bahwa pihak desa sudah berulang kali mengadukan masalah ini melalui Musrenbang Kecamatan Kajen dan langsung ke Dinas Perkim. “Perkim memang pernah datang dan membersihkan sebagian sampah dari aliran sungai, tapi itu hanya solusi sementara. Masalah ini sudah terjadi bertahun-tahun dan dampaknya semakin buruk,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tahun 2022 adalah periode terparah, di mana pencemaran dari TPA Bojong Larang sangat berdampak pada kesehatan dan kehidupan warga.

Permasalahan ini semakin rumit karena TPA Bojong Larang berada di kawasan hutan. Perhutani KPH Pekalongan Timur mengonfirmasi bahwa TPA tersebut telah beroperasi selama puluhan tahun tanpa kejelasan status perizinan dari Pemkab Pekalongan. “Keberadaan TPA yang tidak memiliki izin resmi ini sangat berpotensi mencemari hutan yang kami kelola,” kata juru bicara Perhutani.

Warga Desa Sabarwangi kini menuntut langkah konkret dari pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Mereka berharap adanya perbaikan sistem pengelolaan sampah atau pemindahan lokasi TPA agar pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan tidak terus berlanjut. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Ka Dinkes Pekalongan: Instruksi Bupati, Kebijakan BPJS Berlaku di Rumah Sakit Negeri

bpi

Warta Desa. Kabupaten Pekalongan, 3 Maret 2025 – Kebijakan baru yang mewajibkan peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah (bukan BPJS Mandiri) hanya dapat berobat di rumah sakit negeri menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Bupati Kabupaten Pekalongan telah mengimbau agar pasien BPJS menggunakan layanan kesehatan di rumah sakit pemerintah, dan kebijakan ini dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes.

Saat dikonfirmasi, Kabag BPJS Pekalongan juga menyarankan agar masyarakat berkomunikasi langsung dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut.

Alasan Kebijakan

Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memaksimalkan layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah, agar fasilitas negara dapat digunakan secara optimal.

“Kebijakan ini dibuat untuk meningkatkan pelayanan di rumah sakit negeri agar lebih maksimal dalam melayani peserta BPJS. Selain itu, kami ingin memastikan bahwa fasilitas dan tenaga medis yang tersedia di rumah sakit pemerintah dapat termanfaatkan dengan baik,” ujar Setiawan Dwi Antoro.

Reaksi Masyarakat

Kebijakan ini memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengaku kesulitan karena antrean panjang di rumah sakit negeri, sementara yang lain merasa keberatan dengan pembatasan akses ke rumah sakit swasta, yang dinilai lebih cepat dalam memberikan pelayanan.

Video:

 

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih fleksibel. Jika rumah sakit negeri penuh atau memiliki keterbatasan fasilitas, pasien seharusnya bisa mendapatkan layanan di rumah sakit swasta,” ujar seorang peserta BPJS yang enggan disebut namanya.

Evaluasi dan Solusi

Menanggapi berbagai keluhan, Kepala Dinas Kesehatan memastikan akan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ini.

“Jika memang ada kendala di lapangan, kami akan mengkaji ulang dan mencari solusi terbaik agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik tanpa menghambat akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan bersama BPJS Kesehatan terus berkoordinasi dengan rumah sakit negeri untuk meningkatkan kapasitas layanan. Beberapa langkah yang dilakukan mencakup penambahan tenaga medis, perbaikan sistem antrean, serta peningkatan fasilitas kesehatan guna memastikan pasien tetap mendapatkan layanan yang optimal. (Tim Liputan)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Lokakarya Mini Lintas Sektor Puskesmas Kesesi 1 Digelar

puskesmas kesesi

Warta Desa, Kesesi, 25 Februari 2025. – Puskesmas Kesesi I menggelar lokakarya mini lintas sektor di Pendopo Kecamatan Kesesi. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten, Camat Kesesi, Danramil Kesesi, Kepala Puskesmas I dan Kepala Puskesmas kesesi II serta seluruh Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Kesesi. Lokakarya ini bertujuan untuk mempererat kerjasama antar berbagai pihak dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Kesesi.

Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak Camat Kesesi, Fuadi jaman yang mengapresiasi inisiatif Puskesmas Kesesi 1 dalam mengadakan lokakarya ini. “Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mendukung tercapainya tujuan kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Kami berharap acara ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten, Tauhid, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa lokakarya ini menjadi wadah penting untuk menggali berbagai potensi dalam mengatasi masalah kesehatan di tingkat desa. “Melalui kolaborasi antara Puskesmas, Pemerintah Kecamatan, TNI, dan semua Kades, kita dapat menemukan solusi bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dengan cara diantaranya melakukan skrining di puskesmas, skrining saat awal masuk sekolah, skrining saat ulang tahun secara gratis,” ujarnya 25 Februari 2025.

Dalam lokakarya ini, para peserta mendiskusikan berbagai isu kesehatan yang dihadapi di wilayah tersebut, seperti peningkatan imunisasi, penanganan gizi buruk, serta pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup sehat. Diskusi ini juga menyoroti peran aktif Kepala Desa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada warganya.

Para Kepala Desa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan di desa masing-masing, seperti terbatasnya fasilitas kesehatan di daerah terpencil dan kurangnya tenaga medis yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Lokakarya mini ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Puskesmas Kesesi 1, Pemerintah Kecamatan, TNI, dan seluruh Kepala Desa untuk terus bekerja sama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengurangi angka penyakit di Kecamatan Kesesi.

Puskesmas Kesesi 1 berharap kegiatan ini akan membawa dampak positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa, serta memperkuat jalinan kerjasama antar sektor yang ada. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaKesehatanLayanan Publik

Banjir di Desa Pacar, Tirto, Pekalongan: Hampir Sepekan Tanpa Penanganan, Anak Sekolah Kesulitan Beraktivitas

Screenshot 2025-02-13 211126

Warta Desa, Pekalongan, 13 Februari 2025 – Warga Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan kondisi banjir yang sudah hampir satu minggu tidak mendapat penanganan serius dari pihak terkait. Meski lokasi terdampak dekat dengan kantor kecamatan, puskesmas, kelurahan, serta beberapa sekolah seperti SMP dan SMK, namun hingga kini belum ada tindakan nyata untuk mengatasi genangan air.

Lihat video

Kondisi ini menyebabkan akses jalan terhambat, sehingga menyulitkan aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah yang harus berjuang melewati banjir setiap pagi. Warga menilai peristiwa ini bukan hal baru, karena setiap kali banjir melanda, penanganannya selalu lambat. Bahkan ketika air mulai surut, tidak ada upaya maksimal untuk mencegah banjir kembali terjadi di masa mendatang.

“Kami sudah sering mengalami ini. Kalau hujan deras, banjir selalu menggenangi jalan. Anak-anak sekolah paling terdampak, mereka kesulitan berangkat. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap Bupati Pekalongan segera meninjau lokasi dan memberikan solusi konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang. Mereka juga mendesak adanya tindakan nyata seperti perbaikan drainase atau solusi jangka panjang lainnya agar akses jalan tidak lagi terhambat setiap kali hujan deras melanda. (Rohadi)

QR Code

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaKesehatanLayanan PublikLingkungan

Pemdes Notogiwang Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Longsor di Desa Kasimpar

Untitled

Warta Desa, Pekalongan – Pemerintah Desa (Pemdes) Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada korban bencana longsor di Desa Kasimpar. Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana alam tersebut.

Agus Purwanto, Kepala Desa Notogiwang, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak. “Kami dari Pemdes Notogiwang merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita di Desa Kasimpar yang mengalami musibah longsor. Bantuan ini berupa sembako, seperti beras, mie instan, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya.

Agus juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan relawan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sementara waktu, serta memberikan semangat bagi mereka untuk bangkit dari musibah ini,” tambahnya.

Warga Desa Kasimpar yang menerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dari Pemdes Notogiwang. “Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Semoga kebaikan ini mendapat balasan yang setimpal,” ujar salah satu warga terdampak.

Bencana longsor yang melanda Desa Kasimpar menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan dan akses jalan terhambat akibat material longsoran. Pemerintah dan masyarakat setempat masih terus berupaya melakukan pembersihan serta mendata kebutuhan yang masih diperlukan di lokasi bencana.

Pemdes Notogiwang berharap agar lebih banyak pihak turut serta dalam membantu korban longsor, baik melalui bantuan logistik maupun tenaga relawan, sehingga pemulihan pasca-bencana dapat berjalan lebih cepat. (Rohadi)

QR Code

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Berita DesaKesehatanLingkunganSosial Budaya

Warga MI Futuhiyah Keluhkan Serangan Lalat Diduga dari Peternakan Ayam di Desa Dororejo

futuhiya

Warta Desa, Pekalongan – Keberadaan lalat yang beterbangan di lingkungan Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, menjadi keluhan bagi pihak MI Futuhiyah. Para guru, staf, serta pengelola kantin merasa terganggu dengan banyaknya lalat yang mencemari area pendidikan dan mengancam kebersihan lingkungan sekolah.

Baca: Warga Dororejo Keluhkan Serbuan Lalat  Akibat Peternakan Ayam Dekat Pemukiman

Pak Tahlis, salah satu guru di MI Futuhiyah, mengungkapkan keresahannya. “Di sini banyak anak-anak. Kami merasa risih dan khawatir, takutnya makanan yang dihinggapi lalat menjadi beracun atau berdampak pada kesehatan mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Dororejo Resah Akibat Pencemaran Lalat, Rencana Gelar Demo

Keluhan serupa juga disampaikan Diah Nawangsih, pengelola kantin MI Futuhiyah. Ia mengaku sudah berbulan-bulan menghadapi masalah ini. “Jualan di kantin sering dihinggapi lalat. Saya harus membeli sendiri kertas pelekat lalat tanpa ada kompensasi dari pihak peternakan ayam,” katanya. Ia pun membenarkan bahwa lalat-lalat tersebut berasal dari peternakan ayam yang berlokasi di wilayah Dororejo.

Keberadaan lalat yang berlebihan dinilai dapat mengganggu kenyamanan belajar dan berpotensi membawa penyakit bagi siswa. Pihak sekolah berharap pemerintah desa maupun dinas terkait segera mengambil langkah untuk menangani permasalahan ini agar lingkungan pendidikan tetap bersih dan sehat bagi para siswa. (Tim Liputan)

QR Code

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya