close
Politik

Fix, kades terpilih terbukti politik uang didiskualifikasi

p2kd sragi
Ilustrasi: Rapat pembentukan P2KD Sragi beberapa waktu lalu

Kajen, Wartadesa. – Fix (Final), Kepaladesa terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak, Nopember mendatang, yang terbukti melakukan politik uang (money politic) akan dianulir (diskualifikasi). Hal demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Kamis (18/07) lalu.

Menurut Asip, desain utama dari Pilkades serentak adalah memilih pemimpin desa yang berkualitas. “grand design kita adalah mewujudkan pemilihan kepala desa yang berkualitas, bukan karena yang menang karena memberikan sangu yang banyak,” kata bupati.

Pilkades serentak Kabupaten Pekalongan sendiri direncanakan akan digelar pada 13 Nopember 2019. “Ada 210 desa yang akan menggelar pilkades, kemarin kita sudah rapatkan,” lanjut Asip.

Asip menegaskan bahwa jika ada calon kepala desa yang membandel melakukan politik uang,   Tim Pengendali Pilkades sampai P2KD di desa sudah sepakat untuk mendiskualifikasi. “Jika nanti ditemukan ada yang masih membandel maka bisa didiskualifikasi, karena kita berharap para kades terpilih mempunyai visi yang jelas, bertanggung jawab dan punya spirit untuk membangun desa,” harap bupati.

Pesta demokrasi ini, kata Asip, ke depan akan dikembalikan kepada masyarakat yang akan menentukan kepala desa. “Kita akan kembalikan kades terpilih kepada rakyat. Adapun tugas pemkab sebagai pengendali pilkades berlangsung bermartabat, tidak ada politik uang agar ke depan kades terpilih bisa menjadi pemimpin yang baik dan tanggung jawab untuk membangun desa,” ujarnya.

Kepala Dinas Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pekalongan M. Afib mengatakan setelah pilkades tahap pertama selesai, akan dilanjutkan tahap kedua. “Adapun pelaksanaan pilkades selanjutnya, kami belum menentukan jadwalnya kapan akan dilaksanakan karena masih menunggu surat keputusan bupati,” katanya. (Eva Abdullah)

Tags : Pilkadespolitik uang