Batang, Wartadesa. – Gaji atau honor guru wiyata bakti (honorer) di Kabupaten Batang Jawa Tengah sangat kecil. Hal tersebut membuat Wakil Bupati Batang merasa miris, Suyono mengatakan gaji honorer di Kabupaten Batang tidak bisa untuk membeli bedak seharga Rp. 250 ribu.
“Tidak cukup membeli bedak yang harganya Rp 250 ribu, saya ingin ke depan minimal UMK,” kata Suyono, Ahad (23/7), seperti dikutip dari Tribun Jateng.
Suyono menambahkan, pihaknya berjanji akan meningkatkan gaji guru honorer setara Upah Minimum Kabupaten (UMK)
Keberadaan guru honorer di Kabupaten Batang dianggap penting oleh Suyono, terutama dalam mencerdaskan bangsa. Peran guru harus seimbang dengan honor yang diterima.
“Khusus guru Madrasah Diniyah mendidik dasar-dasar akhlak anak. Tanpa guru Madin tidak ada lagi yang membekali ilmu dan budi pekerti agama,” tambah Suyono.
Suyono menambahkan bahwa guru menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari bahaya narkoba dan hal-hal buruk lainnya, “Ini tugas bersama, benteng pertama yang melindungi anak anak adalah guru,” tambahnya. (WD, Tribun)









