Warta Desa, Semarang — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya tanah longsor. Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11) malam.
“Kami imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama daerah-daerah yang berada di kawasan pegunungan dan rawan longsor,” ujar Luthfi dalam keterangannya.
Gubernur juga memerintahkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk segera melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah rawan bencana alam. Pemetaan ini diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah mitigasi lebih cepat dan tepat.
Instruksi serupa juga diberikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing kabupaten/kota. Luthfi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan, terutama memasuki musim hujan.
Fokus Utama: Pencarian Korban Hilang
Terkait bencana longsor di Cilacap, Gubernur Luthfi menyampaikan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah pencarian warga yang masih dinyatakan hilang. Tim gabungan terus bekerja hingga Sabtu dengan dukungan sejumlah alat berat.
“Kita berdoa semoga masih diberikan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat yang belum ditemukan,” tuturnya, mengutip laporan dari Antara.
Kronologi Singkat
Bencana longsor terjadi di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11) malam, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material tanah longsor menimbun sejumlah rumah dan mengakibatkan beberapa warga dilaporkan hilang.
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat masih terus melakukan upaya pencarian. (Rohadi)










