- LSM minta warga yang dirugikan melapor
Sragi, Wartadesa. – Rusakya akses jalan menuju ke pemakaman di dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecamatan Sragi Kabupatan Pekalongan paska di lewati oleh alat berat proyek tol beberapa waktu lalu, sampai saat belum ada kejelasan pasti terkait perbaikanya, padahal jalan tersebut adalah satu- satunya akses menuju ke pemakaman tersebut.
“Tadi pak Kades Bersama melanglang (survey lokasi) jalan menuju pemakaman yang rusak itu bersama seseorang berpakaian loreng, dan nampak memotret – motret, saya gak tau mudah mudahan ini ada hubunganya dengan perbaikan jalan tersebut” Ucap Rohani salah satu warga sekitar kepada Wartadesa Jum’at (17/03) sore tadi,
[button type=”3d” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/warga-kecewa-akses-jalan-pemakaman-rusak-akibat-alat-berat-proyek-tol/”]Baca: Warga Kecewa, Akses Jalan Ke Pemakaman Rusak Akibat Alat Berat Proyek Tol[/button]
Sebenarnya masyarakat sudah memberi toleransi kepada pelaksana proyek, namun sepertinya perbaikan jalan diulur-ulur, “Masyarakat sini masih sangat toleransi dan bersabar, akan tetapi jangan sampai kesabaran kami ini di manfaat untuk mengulur – ngulur tanggung jawab dari pihak yang harus bertangung jawab dalam hal ini SMJ,” imbuh Rohani.
“Selaku warga yang tinggal di lingkungan sini, setelah kejadian tersebut saya langsung menemui operator alat berat tersebut, setelah saya tanya, kata opererator tersebut bekerja atas perintah atasan, kemudian saya tunggu sampai atasan yang di maksud datang, setelah dihubungi atasan yang dimaksud datang, kemudian saya tanya kenapa alat tersebut di lewatkan jalan makam padahal bisa lewat lahan yang kena tol dan sudah di bayar, orang tersebut bilang karena diperintahn si “Bos”, Ujar Rohani keheranan.
Rohani menyayangkan jika pengelola proyek skala nasional saja tidak mempertimbangkan amdal dan dampak sosial, “Jika benar ini kan bahaya, untuk seorang kontraktor proyek Nasional bisa seenaknya memberi perintah tanpa berfikir dampak sosial kemasyarakatanya,” Pungkas Rohani.
Sementara Kepaladesa Bulakpelem Ahmad Kodir, ketika ditanya terkait tangung jawab SMJ dan kapan realisasi perbaikan akses jalan menuju ke Pemakaman umum di desanya melalui pesan singkat menjawab, “Realisasine kalo bego ke timur mz,” (realisasinya kalau eskavator ke timur mas_red.) jawab Kodir melalui pesan singkatnya.
Terpisah, penggiat LSM Front Penegak Keadilan Masyarakar (FPKM) Kabupaten Pekalingan Moh. Fajari ketika dikonfirmasi terkait hiruk pikuk dampak Tol mengatakan, masyarakat Kabupaten Pekalongan jangan pernah takut untuk memperjuangkan kepentingan umum, jika ada pemborong yang lalai dalam kebijakan pekerjaan dan merugikan masyarakat laporkan saja, tapi harus memakai jalur yang sehat kordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah di lingkunganya masing-masing dengan baik,” tandas Fajari. ( Eva abdullah )
[button-blue url=”https://www.wartadesa.net/jalan-rusak-akibat-alat-berat-proyek-tol-nasib-akses-pemakaman-belum-jelas/” target=”_self” position=”cente”]1[/button-blue][button-blue url=”https://www.wartadesa.net/dampak-pengerjaan-tol-irigasi-rusak-warga-terancam-tak-bisa-tanam-padi/” target=”_self” position=”centre”]2[/button-blue]










