close
Sosial Budaya

Lagi! Kasus bunuh diri di Pemalang gara-gara depresi masalah keluarga

ilustrasi bunuh diri
ilustrasi

Pemalang, Wartadesa. – Deretan kasus bunuh diri kembali terjadi di Pemalang, kali ini penyebabnya lantaran depresi masalah keluarga.  Kamis, 14 Maret 2019, dipagi hari, Warga Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang geger, dikejutkan dengan teriakan minta tolong dari Casmi (30).

Yang pertama datang adalah Castini (45). Setelah Castini, warga Desa Tundagan lainnya berdatangan ke sumber suara minta tolong dari Casmi. Usai dikejutkan oleh suara minta tolong Casmi, mereka lebih dikejutkan lagi dengan pemandangan di depannya.

Sosok WH (35), tetangga mereka telah tewas dengan posisi menggantung. Kapolsek Watukumpul, Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah, Iptu M. Subagio, SH membenarkan tentang kasus bunuh diri di desa Tundagan tersebut.

“Salah seorang warga Desa Tundagan langsung melaporkan peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh saudara WH. Kami langsung mendatangai lokasi dan melakukan pengecekan,” jelas Iptu M. Subagio.

Menurut Kapolsek, korban ditemukan pertama kali oleh tetangganya, Casmi yang saat itu berniat buang air besar dan kebetulan melewati kebun cengkeh milik korban.

“Menurut kakak ipar korban, Nurdin, yang juga perangkat desa, WH nekad bunuh diri karena depresi dengan masalah keluarganya,” ujar Iptu M. Subagio.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, korban meninggal karena bunuh diri.

“Di lokasi kejadian kami menemukan tali plastik warna biru dengan panjang 2 meter. Dan dari kondisi korban seperti lidah menjulur, bekas jeratan di leher, penis mengeluarkan air mani dan anus mengeluarkan kotoran, korban memang meninggal bunuh diri,” pungkasnya. (Humas Polres Pemalang)

Tags : bunuh dirigantung diri di pohon cengkeh