close
BencanaLingkungan

Kesaksian warga Pemalang saat bencana Tsunami Tanjung Lesung, terlihat pijaran lava dari Anak Gunung Krakatau

Burhan Korban Tsunami dari pemalang
Rinto (kiri), Burhan (tengah), Imam (kanan) berada di daerah Pamulang, Tangerang. Foto: Kabar Pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Bencana Tsunami yang terjadi di Selat Sunda, daerah Tanjung Lesung, Anyer pada Ahad pagi, 23 Desember 2018 menyisakan sepenggal kisah dari korban asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Adalah Burhani Cokro Handoko, warga Desa Pamutih, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang bersama rekannya menjadi korban selamat dalam bencana tersebut.

Burhan adalah tim event organizer (EO) gathering PLN yang menghadirkan grup band Seventeen. Dia merupakan kru outbond yang mengisi acara gathering tersebut.

Dikutip dari Kabar Pemalang, Burhan menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya, Kamis (27/12) melalui sambungan telepon. Dia mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa tsunami, dia melihat pijaran lava dari Anak Gunung Krakatau dan menyampaikannya dengan salah satu kru lainnya pada saat keluar dari Cottage tempat mereka menginap ke lokasi panggung acara. Menurut kru, peristiwa tersebut merupakan kali pertama dirinya melihat namun memberitahukan untuk tidak khawatir.

Saat kejadian, masih tutur Burhan via telepon, Seventen sendiri mulai naik panggung sekitar pukul 21.30 WIB setelah sebelumnya diisi dengan rangkaian seremonial. Posisi Burhan, tepat di depan Bani, Basis Seventen. Setelah lagu pertama, atau jeda menuju lagu kedua, tiba-tiba air bah datang. Panggung langsung ambruk dan banyak peserta yang tidak sempat untuk menyelamatkan diri lebih dini.

Posisi panggung sendiri membelakangi pantai sehingga tanda-tanda datangnya air bah tidak dikehatui. Semua terseret air yang tingginya diperkirakan mencapai tiga meter. Burhan sendiri yang ikut terbawa arus berusaha menyelamatkan diri dengan mencoba meraih apapun yang ada di sekitarnya. Burhan terseret hingga ke dekat Cottage tempat menginap. Jarak Cottage dengan lokasi panggung sendiri kurang lebih 100 meter.

Beruntung, Burhan selamat meski mengalami beberapa luka di beberapa bagian tubuhnya akibat benturan dengan benda yang terbawa air. Dengan dibantu warga sekitar, Burhan akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan. Menurut penuturannya pula, manajer dari EO pelaksana termasuk korban yang meninggal.

Bencana tsunami di Selat Sunda ini melanda daerah Banten dan Lampung. Berdasarkan data BNPB korban meninggal mencapai 430 orang. (Sumber: Kabar Pemalang)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Tsunamitsunami Tanjung Lesung