close
EkonomiSosial Budaya

Kisah Caridi, pedagang masker dan sarung tangan di Pom Bensin Petarukan

jualan masker
mbah Caridi menjajakan masker dan sarung tangan di SPBU Plered

Pemalang, Wartadesa. – Siang yang terik, di sebuah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Petarukan (Plered), seorang bapak tua dengan papan berisi masker dan sarung tangan –yang jumlahnya tidak seberapa, ia menawarkan daganannya kepada kontributor Warta Desa.

Sebut saja,mbah Caridi (76), pria tua asal Desa Kedung Banjar Rt. 02 Rw. 01  Kecamatan Taman,  dengan baju batik dan penutup kepala abu-abu kusam, sudah 23 tahun membuka lapak daganannya disana.  Sosok yang setia dengan dagangannya, meski jualan masker maupun sarung tangan yang ia geluti tak mesti laku. Lantaran banyaknya toko modern yang menjualnya, dengan beragam warna dan ruangan sejuk. Namun, hal tersebut tidak membuat mbah Caridi putus asa. Ia terus saja menawarkan dagangannya kepada tiap pengguna motor yang berhenti untuk mengisi bensin (baca: bbm).

Berbading terbalik dengan ragam jualan perlengkapan berkendara yang dijual di toko modern, dengan jualannya mbah Caridi. Masker dan sarung tangan yang ia jual, jumlahnya tak seberapa, karena keterbatasan modal.

Warta Desa mencoba lebih dekat dengan mbah Caridi. Saat menawarkan dagangannya, tangan mbah Caridi terlihat gemetar, kakinya kusam dan pendengarannya pun sudah tak sempurna.

“Ini masker … mas. Yang ini 15 ribu mas … Yang ini 20 ribu mas…” Caridi menawarkan dagangannya.

Ketika Warta Desa menanyakan berapa hasil yang ia peroleh saban harinya. Mengharukan memang mendengar jawaban jujur Caridi. Keuntungannya tidak seberapa, tapi dirinya berjuang untuk hidup. Istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Sedangkan anak-anaknya, terlalu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

“Anak-anak  saya sering melarang untuk berjualan mas …. Ya mungkin melihat bapaknya sudah tua … tapi saya ndak mau ngerepoti anak mas … anak sudah punya kebutuhan sendiri dan sudah punya keluarga. Ya daripada saya hidup dari pemberian dari anak, lebih baik saya berjualan, bapak masih kuat kok,” jawab caridi dengan senyum.

Caridi mengaku hari ini, Senin (10/12) dagangannya belum laku. “Kebetulan hari ini belum ada yang beli mas. Ya disyukuri saja mungkin belum rejeki saya.” Timpalnya.

Menurut pengakuan mbah Caridi, keuntungan jualan masker dan sarung tangan, paling banyak Rp. 50 ribu. Dia bersyukur karena, kadang ada dermawan yang baik hati dan memberi uang lebih. “Alhamdulilah itu juga, suka ada yang ngasih lebih,” ujarnya.

Namun jika rejeki belum menghampirinya,Caridi kadang tidak membawa pulang uang sama sekali. Seperti hari ini.  “Pernah bolak balik saya tawarkan tidak laku dijual, atau ya kadang dapat Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu,” ujarnya dengan suara lirih.

Tak ada raut pesimis dalam wajah caridi. Meski hari demi hari dilaluinya dengan sulit, tapi dirinya yakin bahwa Allah SWT telah memberikan jalan terbaik.

Pria tua ini sejak pagi sudah mangkal di SPBU Plered, ia berangkat dari rumahnya jam 07.30 WIB dan membuka lapaknya hingga pukul 15.00 WIB sore. Pekerjaannya dilakoninya dengan sabar dan ikhlas. Baginya pintu rejeki akan dibukakan bagi hamba yang mau berusaha.

Jika kebetulan mampir SPBU Plered dan membutuhkan masker atau sarung tangah, jangan lupa untuk membeli dari mbah Caridi.  (Eky Diantara)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : maskersarung tanganspbu