close
kurung ketupat
ilustrasi. Penjualan kurung ketupat di pasar tradisional

Kedungwuni, Wartadesa. – Lebaran yang bersamaan kali ini menjadi berkah tersendiri bagi penjual kurung ketupat. Seperti dialami Ghozali (64) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan yang menjual kurung ketupat di pasar darurat Mbabrik (Pasar Pekajangan). Daganganya laris manis diborong pembeli sebelum pukul 07.30 WIB. Bahkan masih banyak pengunjung pasar yang mencari kurung ketupat untuk dibeli.

Ghozali mengaku membuat kurung ketupat sejak Senin sore (03/06) dan menjajakan dagangannya di depan TK Dharma Wanita Pekajangan, depan gang Pasar Pekajangan sejak pukul 06.00 WIB, Selasa (04/06). Tingginya minat pembeli membuat dagangannya laris manis.

“Saya jual satu rentengnya (isi 30) Rp. 30 ribu … ya … satuannya seribu. Alhamdulillah, ini sudah habis. Tinggal janur yang kecil-kecil … itu saja masih ada pembeli yang minta dibuatkan kurung ketupat untuk lebaran,” ujarnya.

Suryani, pengunjung pasar mengaku bahwa kurung ketupat merupakan barang yang harus dibeli pada pasar kembang gede (H-1 lebaran). “Biasa pake ketupat … jadi musti beli kurung ketupat lah … kalau pake lontong sepertinya belum terbiasa,” ujarnya.

Sementara itu, Penjual kurung ketupat di Pasar Ngebrak (Pasar Bligo), Susilo, mengungkapkan bahwa ia menjual satu kurung ketupat seharga seribu rupiah. “Satu rentengnya isi 25, harganya Rp. 25 ribu mas,” ujarnya.

Meski para penjual kurung ketupat tersebut tidak berafiliasi (berjaringan) namun mereka menjual dagangannya dengan harga yang sama.

Susilo mengaku menjual kurung ketupat sudah dilakukannya sejak ia remaja hingga usianya sekitar 60-an tahun sekarang. “Saya jualan kurung ketupat sejak kecil mas … sampe tua sekarang. Alhamdulillah hasilnya cukup untuk persiapan lebaran,” ujarnya. (WD)

Tags : kurung ketupatlebaranpasar mbabrikpasar ngebrak

Leave a Response