Pekalongan, Wartadesa. – Meski kemarin, Sabtu (1/7) kemarin Polsek Buaran melakukan sweeping balon udara di wilayahnya, namun pagi ini, tradisi ‘ngeculke’ balon masih tetap berjalan.
Puluhan balon udara diamankan oleh Polsek Buaran, Sabtu siang. Hal yang sama juga dilakukan pada malam hari di sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan. Hanya balon saja yang dibawa petugas.

Bagi warga Pekalongan, ngeculke balon sudah menjadi tradisi, “Ora ngeculke balon, ora rame,” ujar Arzaul Arfan, salah seorang warga. Hal demikian diaminkan oleh warga yang saat ini sedang berkumpul untuk menerbangkan balon udara.
Andi, salah seorang warga di Pekalongan juga mengungkapkan hal yang sama, “Balon udara dan petasan super besar mulai memenuhi langit pekalongan sekarang. Berarti sido Syawalan,” ujarnya.
“Langitt disekitaran pekalongan sudah mulai dihiasi oleh balon .. Jadi syawalan niihhh …. Mengko do reng krapyak ouw ndelok lopes sak Bedug … Nyamnyamnyam …” Ujar Wati Eko.
Seperti diketahui, Walikota Pekalongan, Achmad Alf Arslan Djunaid, meminta warganya menghentikan tradisi melepas balon udara saat lebaran maupun syawalan, yang sudah menjadi tradisi warga Pekalongan sejak puluhan tahun lalu.
Alex, sapaan Walikota Pekalongan akan menggelar festival balon tahun depan, balon tidak dilepaskan namun hanya melayang di udara dengan tali, untuk mengalihkan tradisi ‘ngeculke’ balon. (WD)
Terkait: Tradisi puluhan tahun, Alek minta warga Pekalongan hentikan ‘ngeburke’ balon
Menerbangkan balon udara akan didenda setengah milyar










