close
korban hanyut pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Tim SAR Gabungan akhirnya menghentikan upaya pencarian satu bocah yang hilang dalam kejadian banjir bandang Kali Rejasa, Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Meski Tim SAR Gabungan telah menghentikan pencarian pada hari ini, Ahad (28/04), warga masih melakukan pencarian secara mandiri.

Wismo, Kepala BPBD Pemalang membenarkan bahwa pencarian oleh Tim SAR Gabungan hari ini dihentikan. “Hari ini kita tutup dilanjutkan pencarian mandiri warga di sepanjang Sungai Comal,”  ujarnya. Dia menambahkan bahwa BPBD Pemalang masih tetap bersiaga bila sewaktu-waktu ada laporan dari warga.

Korban meninggal, terakhir ditemukan atas nama Rahma bin Wawa (11) pada Sabtu (27/04) sekitar pukul 00.00 WIB di Muara Kali Mojo, Kecamatan Ulujami, atau 50 KM dari lokasi kejadian.
Diberitakan sebelumnya oleh Warta Desa, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua dari empat korban banjir bandang di Kali Rejasa, Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Kamis (26/04) pagi.
“Sudah diketemukan dua korban lagi, DW (11) ditemukan di daerah sawah talang sekitar pukul 06.30 wib dan F (13) ditemukan sekitar pukul 08.00 wib” jelas  Wismo, Kepala BPBD Pemalang.
Jenazah DW (11) dan F (13) langsung dimakamkan di desa setempat, sedangkan dua jazad korban yang ditemukan kemarin yakni T (55) dan IK (11) putrinya telah dimakamkan pagi tadi.
Wismo menambahkan, saat ini tim gabungan masih berupaya untuk mencari dua korban yang belum ditemukan yakni R (12) dan R (9). “Pencarian terus dilakukan oleh Tim dengan menyusuri sepanjang aliran sungai Rejasa” ungkapnya.
Diketahui, empat dari enam orang yang tersereret arus banjir bandang di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang masih belum ditemukan. Banjir bandang melanda desa tersebut lantaran hujan deras yang terjadi di Kali Rajasa, Rabu (24/04) pukul 15.30 WIB.
Sumber dari MRI-ACT Pemalang menyebut dua bocah ditemukan dalam keadaan meninggal dan sudah disrahkan kepada anggota keluarga, sedang empat lainnya masih dalam pencarian. Sementara dua anak lainnya selamat. Total korban dalam kejadian tersebut adalah delapan orang.
Informasi dihimpun, lima anak yang sedang bermain dan mandi di Kali Rajasa saat banjir bandang datang tidak sempat menyelamatkan diri. Mereka terseret dalam banjir bandang, Tarno yang saat itu datang bermaksud mandi di kali melihat kelima anak yang terseret arus, berusaha hendak menolong, namun derasnya arus membuat Tarno ikut terseret arus.  (WD)
Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : banjir bandang belukpemalangpencarian korban dihentikan