Pekalongan, Wartadesa. – Kondisi rob di Kabupaten Pekalongan semakin memprihatinkan, karena sudah bertahun-tahun genangan air menggenangi dua Kecamatan, yakni Wonokerto dan Tirto. Demikian disampaikan Debuti Bidang Rehabilitasi dan Rekonsiliasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Harmensyah, Jum’at (21/4) saat meninjau lokasi rob.
“Pantauan ini dalam rangka bagaimana kita mencarikan solusi dengan adanya genangan yang berkepanjangan. Mungkin masalah draenase dan polder yang bisa kita selesaikan tapi secara integrasi dengan kementerian lain,” ujar Harmensyah.
Harmensyah menambahkan bahwa dirinya turut trenyuh melihat siswa yang harus mengunakan perahu rakitan saat hendak berangkat sekolah. “Kita tadi lihat sendiri, bagimana siswa untuk menuju ke sekolah menggunakan perahu rakitan yang sederhana. Ini kasihan, makanya kita ke sini untuk mencari akar masalah, sehingga tidak asal bangun saja,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Hermansyah, pihaknya telah menggelontorkan Rp. 15 miliar untuk membangun stasiun pompa air, polder dan tanggul pengaman. “Pembangunan sabuk pantai juga kami bantu. Tim cepat akan kami turunkan, termasuk pembangunan draenase agar lingkungan menjadi kering juga akan menjadi dibantu. Kita mau lihat akar masalah dulu, kita ingin melihat lingkungan sini kering. Nanti kita akan koordinasi dulu dengan kementerian lain,” ujarnya.
Untuk mengatasi permasalahan rob di Kabupaten Pekalongan, Harmensyah mengatakan harus ada kolaborasi dengan kementrian lain. Seperti kementrian PUPR. Pungkasnya. (WD, SuaraMerdeka)










