close
pkh

Kajen, Wartadesa. – Rumah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pekalongan tidak jadi ditandai, meski sebelumnya muncul wacana untuk melakukan penempelan stiker maupun tanda lain pada rumah penerima program.

“Kita tidak akan meniru model tanda penerima PKH seperti daerah lain, cukup update data saja, karena bersifat dinamis. Bisa saja penerima PKH yang dulunya miskin secara tak terduga mendapat warisan akhirnya menjadi orang kaya, sehingga tidak perlu menggunakan sticker tanda penerima PKH,” ujar Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dalam pembinaan Pendamping PKH (SDM PPKH) di aula 3 Setda, Selasa (09/04).

Asip mengungkapkan bahwa adanya masukan dari warga, pihaknya memutuskan untuk melakukan validasi penerima PKH. Validasi tersebut diperlukan  karena banyak entri data PKH yang tidak tepat sasaran, sehingga mereka itu harus dicoret dan diganti dengan yang berhak menerima.

Pendamping PKH tidak hanya mendampingi pada aspek penerimaan program yang afirmatif saja, yaitu penerimaan bantuan per 3 bulan sekitar Rp1,8 juta,  lanjut Asip, tetapi agar SDM PKH bisa mendampingi dan menedukasi keluarga yang menerima PKH agar bisa mengelola keuangan dengan baik, sehingga bisa lebih sehat secara ekonomi.

Asip menambahkan Pemkab juga sudah memberikan masukan kepada kementrian sosial agar data penerima PKH bisa diupdate kapanpun dan tidak menunggu terlalu lama.

Sementara itu, pantauan di lapangan, proses update dan verifikasi penerima PKH di beberapa desa telah dilakukan sosialisasi sejak seminggu lalu. Sosialisasi dilakukan di beberapa desa dengan tujuan penerima bantuan PKH tepat sasaran. (WD)

Tags : PKH

Leave a Response