close
Layanan PublikSosial Budaya

Sepekan jalan Tangkil Tengah diblokir warga, ini janji DPU Taru Kab. Pekalongan

jalan tangkil tengah

Kajen, Wartadesa. – Setelah sepekan ruas jalan Kabupaten Pekalongan di Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan diblokir warga dengan memasang berbagai material secara zigzag, kini perbaikan jalan mulai menemukan titik terang.

Menurut Wahyu Kuncoro, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan,  sebenarnya jalan tidak perlu diblokir,karena pekerjaan tersebut saat ini sudah tanda tangan lelang dan masuk dalam tahapan.

Lihat video pemblokiran jalan oleh warga 

Wahyu mengunkapkan bahwa pihaknya telah melakukan tiga kali survey ke Desa Tangkil Tengah, proyek perbaikan jalan dengan pagu angaran dialokasikan sebesar Rp. 1 miliar dengan  pelaksanaannya sekitar Rp 900an Juta, untuk mengaspal jalan dengan Panjang satu kilometer dan lebar bervariasi empat meter tersebut terkenala dalam antrian aspal dari perusahaan pendukung AMP dari aspal dan peralatannya.

Wahyu menyebut saat ini prioritas pelaksanaan proyek masih di Desa Jajar Wayang yang dijanjikan rekanan akan diselesaikan hari ini, Sabtu (03/11). Setelah Desa Jajar Wayang selesai baru akan dilakukan mobilisasi ke Desa Tangkil Tengah.

Menurut Wahyu, pengerjaan aspal tidak lama, sekira tiga hari selesai. Perbaikan jalan ruas Desa Tangkil Tengah ditargetkan minggu ini, namun ada kendala.

Seperti diberitkan Warta Desa sebelumnya, Warga Desa Tangkil Tengah Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan masih melanjutkan aksi blokade jalan. Aksi ini merupakan aksi marathon, berkali-kali warga melakukan aksi blokade menuntut perbaikan jalan yang rusak.

Sebelumnya, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan, perbaikan jalan tidak segera dilakukan karena ulah kontraktor yang selalu mangkir untuk mengerjakan perbaikan jalan secepatnya, meski material split sudah digelar dijalanan untuk menutup lubang. Asip mengaku sudah memerintahkan kontraktor untuk segera melakukan perbaikan.

Akibatnya tiga minggu lebih, kondisi jalan malah parah. Split yang berceceran malah menimbulkan ancaman kecelakaan karena kendaraan yang lewat terperosok, tergelincir oleh split.

Bebeapa warga, utamanya ibu-ibu yang tergelincir, dan membawa anak, mengalami kecelakaan, anaknya mengalami luka. Kejadian ini membuat warga melakukan blokade jalan (kembali) minggu lalu.

Sementara warga, meminta Ganjar Pranowo untuk turun tangan menyelesaikan masalah tersebut. Semoga, jalan segera diperbaiki, mengingat dampak debu yang dirasakan warga menimbulkan berbagai penyakit dan potensi kecelakan akan sering terjadi manakala material split dibiarkan tercecer di sepanjang jalan Desa Tangkiltengah. Harap warga.  (WD)