close
Sosial Budaya

Soal meninggalnya BMI Batang di Hongkong, ini penjelasan Wihaji

wihaji

Batang, Wartadesa. – Meninggalnya Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Dukuh Rowosidi RT 01 RW 01, Desa Batiombo, Kecamatan Bandar, Batang di Hongkong, menurut Bupati Batang, Wihaji, Siti Khotijah meninggal akibat kanker tumor statium tinggi. Hal tersebut berdasar surat dari Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI).

“Berdasarkan surat dari Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) dengan Nomor : B-00069/HONGKONG/200214 yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri, Menteri Ketenagakerjaan, Kepala BP2MI (BNP2TKI), pada tanggal 6 Februari 2020, Siti Khotijah pingsan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit.” Ujar Wihaji, kemarin.

Orang nomor satu di Batang ini menambahkan bahwa diagnosa dokter mengungkap bahwa Siti Khotijah mengidap kanker di saluran pernafasan.  “Dalam surat dari KJRI yang di tandatangani oleh Perwakilan KJRI Ricky Suhendar itu juga menyebutkan bahwa diagnosa terhadap Siti terdapat tumor/kanker di saluran pernafasan dalam stadium tingggi,” lanjut Wihaji.

Bupati menjelaskan, sesampainya di rumah sakit, Siti Khotijah langsung dimasukan ICU dengan kondisi tidak sadar. Setelah berada di ICU kurang lebih 5 hari, pasien dinyatakan meninggal pada tanggal 12 Februari 2020. “Berdasarkan surat tersebut, KJRI tengah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait di Hong Kong. Saat ini KJRI tengah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait di Hong Kong,” jelas Wihaji.

Jenazah Siti Khotijah saat ini masih berada di rumah sakit di Hongkong dan pihak KJRI sedang menyelesaikan proses pemulangan.  “Untuk pemulangan jenasah sendiri masih menunggu info dari KJRI Hongkong. Posisi jenazah, masih di rumah sakit Hongkong, menunggu administrasi,” tandas Wihaji.

Diberitakan Warta Desa sebelumnya, Siti Khotijah (37) warga Dukuh Rowosidi Rt 01/01, Desa Batiombo, Kecamatan Bandar, Batang dikabarkan meninggal di Hongkong akibat sakit yang dideritanya. Kabar meninggalnya buruh migran Indonesia tersebut dibenarkan oleh kepala desa setempat, Slamet Sukardi. Kamis (13/02).

Menurut Slamet, Siti Khotijah meninggal pada Selasa (11/02). Pihak rumah sakit Hongkong telah mengabari KBRI bahwa keluarga Siti Khotijah di Batang telah dikabari bahwa Siti Khotijah dirawat sejak 1 Pebruari 2020.

Ayah Siti Khotijah, Suhardi mengatakan bahwa anaknya mengabari bahwa saat liburan dirinya sakit, kemudian ditolong oleh tetangganya dan dilarikan ke salah satu rumah sakit di Hongkong.

Suhardi menambahkan bahwa putrinya telah bekerja di Hongkong selama 20 tahun melaui agen tenaga kerja resmi. Semerntara suami Siti Khotijah bekerja di Malaysia.

Saat ini keluarga korban sudah meminta pihak KBRI untuk memulangkan putrinya. Hal yang sama dilakukan oleh Bupati Batang, Wihaji. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Disnaker Provinsi dan BP3TKI untuk memulangkan jenazah Siti Khotijah.

“Saya sudah perintahkan kepala dinas Tenaga kerja untuk segara berkoordinasi dengan provisi untuk proaea pemulangan jenazah, Kata Wihaji.

Dalam kesempatan yang sama, Wihaji mengatakan bahwa Pemkab Batang saat ini telah mengirimkan  bantuan masker kepada BMI asal Batang yang ada di Hongkong, terkait merebaknya virus Korona.

Perminataan masker disampaikan Nur Fayati, BMI Hongkong asal Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing melalui surat terbuka yang diposting di grup media sosial Pigura Warga Batang.

“Tadi saya langsung koordinasi dengan mereka (para BMI) di Hongkong, mendengar langsung suasana dan kondisi mereka.

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Suparpto Setia Batang mengatakan, Permohonan pengiriman masker langsung kita tindak lanjuti Kurang dari 1×24 jam karena bupati menginginkan untuk segera mengirimnya.

“Walaupun harga masker sekarang naik 10 kali lipat dari harga biasa, tapi Alhamdulillah Batang bisa mengumpulkan sekitar 8000 masker dengan jenis masker biasa dan masker hijau,” kata Suparpto. (Eva Abdullah/Humas Pemkab Batang)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Batangbmisiti khotijah