close
KesehatanLayanan Publik

Suami-istri pedagang Pasar Blado dan satu pekerja di Jakarta positif Korona

wihaji

Batang, Wartadesa. – Pasangan suami istri yang merupakan pedagang di Pasar Blado dinyatakan positif terpapar Korona dalam swab tes yang digelar hari ini. Selain itu satu warga yang sebelumnya bekerja di Jakarta, positif Covid-19.

“Untuk kasus positif Covid-19 di Kabupaten Batang bertambah tiga orang, mereka adalah warga Pecalungan, Blado dan Bandar. Untuk warga Blado dan Bandar, statusnya suami istri dan merupakan pedagang,” ungkap Bupati Batang, Wihaji di posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis (28/05).

Saat ini ketiga pasien tersebut sudah menjalani isolasi di RSUD Kalisari Batang dan termasuk dalam Orang Tanpa Gejala (OTG). “Ketiganya OTG, meski begitu jika swab positif tetap kami isolasi di Rumah Sakit, agar mendapat pengawasan dan pengobatan,” lanjut Wihaji.

“Untuk warga Pecalungan sendiri diketahui sebelumnya bekerja di Jakarta sebagai kuli panggul, sehingga kuat dugaan dia tertular di Jakarta. Dan saat ini juga tengah dilakukan tracking terhadap orang-orang yang kemungkinan berinteraksi dengan dia,” tutur Wihaji.

Dengan adanya kasus positif pedagang di Pasar, maka Pemerintah Kabupaten Batang akan melakukan simulasi baru dengan penataan jarak atau physical distancing di semua pasar, mewajibkan pedagang atau Pengunjung menggunakan masker dan cuci tangan.  “Kemarin sudah dilakukan rapid test massal di Pasar, ada total 16 reaktif, kasus baru ini ada pedagang positif hasil swab maka kami akan lakukan penataan dan pembenahan di semua pasar,” pungkasnya.

Data kumulatif kasus covid-19 di Kabupaten Batang terdapat 30 kasus positif, di antaranya 17 pasien dirawat, 12 sembuh, satu meninggal. Sedangkan ODP 105 orang dan PDP 2 orang.

Pemkab  Batang hari ini juga menggelar swab tes di tiga pasar, yakni Pasar Bandar, dan Pasar Blado setelah sebelumnya ditemukan 16 orang reaktif Covid-19.

“16 orang kita swab ulang untuk pastikan hasilnya. Kalau swab pertama dan kedua negatif tidak ada swab lanjutan, tapi kalau pertama negatif dan kedua positif maka ada swab lanjutan, kalau swab keduanya positif langsung kita isolasi ke rumah sakit,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Mukhlasin.

Tidak hanya itu, 16 orang reaktif tersebut diberikan edukasi agar tetap isolasi mandiri sambil menunggu hasil swabnya. karena potensi penyebaran virus bisa kontak dengan barang dagangan, uang dan bersentuhan.

“Hasil pantau kami kemarin saat rapid tes di tiga pasar banyak pedagang dan pengunjung mengabaikan protokol kesehatan,” jelas Mukhlasin.

dr Mukhlasin menambahkan, dari 16 orang reaktif tersebut usia termuda 18 tahun warga Banjarnegera berprofesi sales, sedangkan yang lain usia di atas 40 tahun. Sedangkan reaktif hasil rapid tes tertua usia 70 tahun. (Eva Abdullah)

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Batangpositif korona