close
Sosial Budaya

Terungkap, mengapa tarif bus tiga perempat Pemalang selangit di jam-jam tertentu

bus

Pemalang, Wartadesa. – Keluhan warga di daerah Randudongkal Kabupaten Pemalang dan sekitarnya tentang tarif bus tiga perempat jurusan Pemalang-Randudongkal-Moga (Belik) yang selangit di jam-jam tertentu, utamanya malam hingga dini hari, kini terungkap.

Diakui oleh Samlawi, Ketua Perkumpulan bus tiga per empat Pemalang , saat beraudiensi dengan Bupati Pemalang, Junaedi, Senin (21/8) bahwa permasalahan tarif pada jam jam tertentu memberi citra buruk bagi AKDP tiga per empat jurusan Randudongkal-Moga (Belik).

Menurut Samlawi, hal tersebut (kenaikan tarif yang sangat mencekik)  karena adanya permainan oknum crew bus dengan calo ataupun tenaga pencari penumpang.

Samlawi menambahkan, biasanya crew bus memerintahkan ke calo  untuk mengisi penumpang penuh dengan imbalan sebesar Rp. 200 ribu per bus. Adanya biaya tersebut akhirnya dibebankan kepenumpang yang ada.

Samlawi juga mengungkapkan bahwa selain tarif bus yang tidak sesuai, bus tiga perempat juga banyak yang tidak layak jalan, baik secara administrasi maupun kelayakan kendaraan.

Hal tersebut, tentu saja menyebabkan kecemburuan bagi pemilik ataupun awak bus yang tertib sesuai peraturan yang berlaku.

Sementara itu, Bupati Pemalang, Junaedi meminta agar awak bus AKAP, AKDP dengan bus tiga perempat rukun dan akur. Permasalahan beberapa waktu lalu, bisa dilakukan pemecahan masalah dengan duduk bersama.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, awak bus tiga perempat melakukan aksi mogok terkait dengan beroperasinya bus-bus AKAP/AKDP ke terminal bus Moga.

Setelah audiensi antara pihak bus tiga perempat dengan Bupati Pemalang, pihak bus tiga perempat sepakat dengan ketentuan Organda Pemalang, terkait dengan tarif.

Saat ini tarif tertinggi bus tiga perempat jurusan Pemalang-Randudongkal-Moga adalah, Pemalang – Bantarbolang Rp. 8 ribu; Pemalang – Randudongkal Rp. 15 ribu’; Pemalang – Belik Rp. 20 ribu; Pemalang – Moga Rp. 20 ribu.

Untuk tarif tengah malam, disepakati dapat berubah apabila penumpang ingin cepat berangkat, sesuai dengan kesepakatan penumpang dengan awak bus. (WD, HP)

Terkait: Awak bus Pemalang-Randudongkal lanjutkan aksi mogok

Hari ke-5 awak bus Pemalang-Randudongkal, masyarakat jadi repot

Audiensi dengan DPRD Pemalang, ini tuntutan awak bus Pemalang-Randudongkal

Sopir bus Pemalang-Randudongkal ancam perpanjang mogok

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : bus pemalang