Bojong, Wartadesa. – Demo soal tol di Kabupaten Pekalongan ternyata tidak hanya didominasi oleh warga ‘korban’ tol semata. Bahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan pun ikut ‘demo’ kemarin dengan memblokade sebagian jembatan Pringgodani dari kedua ujung.
[button type=”3d” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/surabayan-macet-parah-ternyata-jembatan-pringgodani-ditutup/”]Baca: Surabayan Macet Parah, Ternyata Jembatan Pringgodani ‘Ditutup’[/button]
Hari ini, Jum’at (7/4) giliran sopir truk pengangkut material tanah urugan tol ruas Pemalang – Batang menggelar aksi serupa. Namun demo para supir truk ini tidak menuntut dampak pembangunan jalan tol, melainkan menuntut kenaikan upah.
Sopir PT. SMJ yang berada di qwarry/Galian C di Desa Wangandowo mogok tidak mau bekerja, Mogok para sopir tersebut di karenakan upah yang tidak sesuai harapan sehingga para sopir menginginkan adanya kenaikan selain itu juga karena adanya 6 sopir yang di keluarkan karena dianggap kerjanya kurang bagus kerjanya.
Kapolsek Bojong AKP I Wayang Suandi mengecek lokasi ke Galian C milik PT. SMJ di Desa Wangandowo, dan memberikan pengertian dan arahan kepada para sopir yang mogok tersebut agar apabila ada masalah dan hambatan agar di selesaikan secara baik dan komunikatif antara para sopir dan pihak PT. sehingga permasalahan yang ada dapat di selesaikan.
Meski tuntutan belum dipenuhi, peserta aksi membubarkan diri dan sebagian beroperasi kembali setelah menyerahkan permasalahan tersebut untuk disampaikan kepada PT SMJ melalui perwakilan sopir. (Bono, Didiek Harahap)










