Sragi, Wartadesa. – Sudah banyak kecelakaan terjadi akibat sisa material tanah urugan proyek tol ruas Pemalang-Batang yang tercecer di jalan dan tidak dibersihkan. Saat panas, sisa material tersebut menjadi debu yang menutup penglihatan pengendara moda transportasi. Pun, saat hujan, sisa material tanah berubah menjadi lumpur yang sangat licin dan becek.
Meski berkali-kali, kontraktor proyek tanah urugan berjanji akan membersihkan lumpur, nyatanya hal tersebut sering diabaikan.
Melihat kondisi lumpur yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, seorang warga di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan nampak sedang membersihkan lumpur berwarna merah di Jalan Raya Sragi tak jauh dari Jembatan ‘Tentrem’.
Ketika di temui wartadesa dirinya merasa terpangil untuk membersihkan lumpur tersebut lantaran khawatih jika ada pengguna jalan yang terpeleset.
“Ini sudah sekitar tiga hari, apalagi kalau habih hujan akan lebih parah lagi,” Tutur Amat, warga yang membersihkan lumpur di jalan tersebut, Kamis (18/05) sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat.
Saat ditanya apakah sudah menghubungi pihak terkait, Amat hanya menjawab singkat
“Ahh … angel tok mas,” jawab awat sembari menghela nafas dan meneruskan aktifitasnya di lokasi jalan yang berlumpur. ( Eva andullah )










