close
Sosial Budaya

Warga bersihkan lumpur material tanah urugan tol yang tercecer di jalan

bersihkan lumpur

Sragi, Wartadesa. – Sudah banyak kecelakaan terjadi akibat sisa material tanah urugan proyek tol ruas Pemalang-Batang yang tercecer di jalan dan tidak dibersihkan. Saat panas, sisa material tersebut menjadi debu yang menutup penglihatan pengendara moda transportasi. Pun, saat hujan, sisa material tanah berubah menjadi lumpur yang sangat licin dan becek.

Meski berkali-kali, kontraktor proyek tanah urugan berjanji akan membersihkan lumpur, nyatanya hal tersebut sering diabaikan.

Melihat kondisi lumpur yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, seorang warga di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan nampak sedang membersihkan lumpur berwarna merah di Jalan Raya Sragi tak jauh dari Jembatan ‘Tentrem’.

Ketika di temui wartadesa dirinya merasa terpangil untuk membersihkan lumpur tersebut lantaran khawatih jika ada pengguna jalan yang terpeleset.

“Ini sudah sekitar tiga hari, apalagi kalau habih hujan akan lebih parah lagi,” Tutur Amat, warga yang membersihkan lumpur di jalan tersebut, Kamis (18/05) sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat.

Saat ditanya apakah sudah menghubungi pihak terkait, Amat hanya menjawab singkat
“Ahh … angel tok mas,” jawab awat sembari menghela nafas dan meneruskan aktifitasnya di lokasi jalan yang berlumpur. ( Eva andullah )

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : bersihkan lumpurlicinTol