close
balon tambat
Festival Balon Pekalongan tahun 2018

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Setidaknya ada 105 peserta Festival Balon “tambat” yang akan memeriahkan gelaran “Festival Balon 2019” di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan, Rabu (12/06) besok. Festival akan dimulai sejak pukul 05.00 WIB secara serentak dalam satu sesi.

Ketua Komunitas Sedulur Balon Pekalongan Priyadi Solihin di Pekalongan, dikutip dari Antara, mengatakan minat masyarakat yang ingin mengikuti “Festival Balon yang ditambat ini cukup tinggi yaitu mencapai 105 peserta atau naik dibanding kegiatan yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 38 peserta.

“Hingga batas akhir pendaftaran, ada 105 peserta siap mengikuti festival balon. Adapun para paserta berasal dari Kota/Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang,” ujar Priyadi, dikutip dari Antara Jateng.

Priyadi menambahkan festival akan dilaksanakan dalam satu sesi secara serentak pukul 05.00 WIB. Tahun kemarin, banyak warga yang kecewa lantaran tidak bisa menikmati indahnya balon yang mengikuti festival. Warga yang datang sejak pukul 06.00 WIB tidak mendapati balon yang berwarna-warni, lantaran lomba sudah selesai.

“Kegiatan akan dilaksanakan serentak mulai pukul 05.00 WIB. Teknisnya, nanti sekali naik ada 105 peserta langsung karena kami sudah mempertimbangkan untuk kapasitas lapangan di Stadion Hoegeng cukup memadai,” lanjut Priyadi.

Manager Humas Airnav Indonesia Yohannes Sirait mengatakan tradisi membuat balon udara untuk memeriahkan Syawalan tetap diperbolehkan namun harus sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tantang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat.

“Oleh karena, untuk memfasilitasi masyarakat, Airnav Indonesia bersama Pemkot Pekalongan akan kembali menggelar Festival Balon tambat (tali) di Kota Pekalongan pada 12 JUni 2019.” kata Yohannes.

Tahun sebelumnya, Pemkot Pekalongan menggelar acara serupa. Namun warga kecewa lantaran tidak bisa menikmati festival balon tambat, lantaran datang terlambat.

Diketahui, tradisi melepas balon diudara pada Syawalan sudah dilakukan sejak lama oleh warga Kota dan Kabupaten Pekalongan. Tradisi tersebut merupakan tradisi turun temurun sejak jaman penjajahan Belanda. Biasanya balon yang dilepaskan ke udara disertai dengan petasan. Bunyi petasan yang dipasang pada balon, menjadi tontonan menarik bagi warga.

Aminudin, salah seorang warga mengungkapkan bahwa untuk menghilangkan tradisi melepaskan balon di Pekalongan, sangat sulit. “Itu sudah jadi tradisi turun-temurun warga, jadi sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut,” tuturnya.

Menurut Aminudin, kebiasaan warga tidak bisa hilang secara serta-merta. “Dengan adanya festival balon, mungkin sedikit demi sedikit akan mengubah tradisi dari balon lepas menjadi balon tambat.” Lanjutnya.

Tahun sebelumnya, pihak pemkot dan kepolisian setempat melakukan sweeping balon udara di tiap kelurahan. Sweeping dilakukan untuk mencegah warga melakukan tradisi meluncurkan balon. Namun saat tradisi Syawalan tahun lalu, ribuan balon masih menghiasi langit di Pekalongan dan sekitarnya. (WD, dengan tambahan sumber Antara Jateng)

Tags : balon tambatbalon udarafestival balon

Leave a Response