close
Politik

APK dibakar lantaran tak ijin pemilik pekarangan

klarifikasi pembakaran apk
mediasi dan klarifikasi pembakaran APK di Wringin Agung, Doro

Doro, Wartadesa. – Lantaran tidak ijin saat memasang alat peraga kampanye (APK) dengan pemilik pekarangan rumah warga, APK dibakar lantaran kesal. Peristiwa tersebut terjadi di Dukuh Gondoriyo, Desa Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (09/02).

Peristiwa terjadi saat MHA hendak membersihkan halaman dan membakar sampah sekitar pukul 09.00 WIB pagi. “Saya mengetahui ada 7 APK yang dipasang di pekarangan saya tanpa ijin dan saya tidak tau siapa yang memasang dan pemilik APK,” ujar MHA.

MHA menambahkan bahwa ia biasa membakar sampah pada tempat tersebut, “Tempat saya membakar sampah selalu di tempat itu, sedangkan salah satu APK ada didekat situ dan saya merasa kesulitan untuk membakar, lalu saya mengambil kowolan (kain bekas) untuk membakar akhirnya menyala api dan saat itu secara spontan karena emosi juga maka APK yang ada disitu ikut saya bakar,” jelas MHA.

MHA mengaku bahwa pembakaran APK lantaran emosi sesaat, “Sekali lagi kejadian pembakaran itu karena emosi sesaat dan tidak ada tendensi politik apapun dan dalam forum ini saya minta maaf kepada semua pihak yang dirugikan atas tindakan saya,” lanjutnya.

Pembakaran APK yang dilakukan oleh pria yang aslinya berasal dari Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo dan sudah berdomisili di Dewa Wringin Agung selama enam tahun tersebut dilaporkan oleh tiga warga pada Sabtu (09/02) pukul 22.00 WIB.

“Ketiga Warga tersebut dalam laporannya menjelaskan bahwa sekitar jam 11 – 12 siang ada pembakaran APK di dukuh Gondoriyo desa Wringinagung di rumah MHA, sehingga agar masalah segera selesai maka pada hari ini dilakukan klarifikasi dan meminta keterangan dari yang bersangkutan tentang apa sebenarnya yang terjadi,” tutur Ketua Panwascam Doro, Budi Setiyo Susilo.

Kejadian tersebut akhirnya diklarifikasi di Kantor Panwascam Kecamatan Doro, Ahad (10/02) sekitar pukul 10.00 s/d 11.00 WIB. Mediasi dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kab. Pekalongan Ahmad zulfahmi, Ketua Panwascam Doro Budi setiyo susilo, Ketua PPK Doro Umbar Umboro, pihak pembakar saudara MHA, perwakilan tim ses calon anggota DPR Sutiyar (partai Golkar), Ahmad Zaenuri (PPP) dan Slamet Efendi (PKB).

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad zulfahmi menyampaikan sesuai surat edaran Bawaslu bahwa untuk pemasangan APK apabila yang ditempati itu tidak mempermasalahkan tidak apa-apa tapi kalau tidak berkenan maka lapor ke panwas dan panwas yang menertibkan. Sehingga dari kejadian ini dapat disimpulkan bahwa kedua belah pihak bersalah yaitu pemasangan APK tidak ijin dan pemilik lahan langsung membakar tidak melapor ke pemasang atau ke Panwas maka jalur penyelesaian adalah jalur mediasi.

Dari mediasi tersebut, Kedua belah pihak saling memaafkan dan tidak akan memperpanjang permasalahan kejalur hukum. Pihak pelaku pembakaran akan melakukan ganti rugi APK yang dibakar dengan dibuatkan berita acara penyelesaian perkara.

Di tempat terpisah, Kapolsek Doro Akp Suharyoso, kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya di wilayah Doro agar saling mengingatkan untuk tetap guyup rukun meskipun dalam tahun Politik ini memiliki pilihan yang berbeda.

“Apapun pilihanmu dan siapapun yang terpilih nanti jangan sampai terputus tali silatutahmi, tetap solid dan rukun. Jangan mudah terprovokasi apalagi pada hal -hal yang dapat memicu perpecahan,” ungkapnya. (WD)

Tags : apkAPK dibakarpemilu 2019

Leave a Response